3 kali dibaca
InfoMalang.com – Jembatan penghubung wilayah Kabupaten Malang dan Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir lahar dingin Gunung Semeru yang dipicu hujan berintensitas tinggi pada awal November 2026.
Kerusakan jembatan tersebut mengganggu akses transportasi masyarakat di kawasan perbatasan Malang-Lumajang. Sebanyak 117 kepala keluarga (KK) di wilayah Tempursari dilaporkan sempat terisolasi akibat akses penghubung yang tidak dapat dilalui.
Informasi mengenai kondisi jembatan itu salah satunya beredar melalui unggahan akun media sosial Jakwir Netizen. Dalam video yang dibagikan, terlihat kondisi kawasan terdampak banjir dengan aliran air keruh serta sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Tempursari, Lumajang, dengan wilayah Kabupaten Malang mengalami kerusakan parah hingga disebut terputus akibat luapan air sungai.
Akses Penghubung Malang-Lumajang Terganggu
Kerusakan jembatan diduga terjadi setelah hujan ekstrem mengguyur kawasan Gunung Semeru dan sekitarnya. Tingginya intensitas hujan menyebabkan peningkatan debit air sungai yang membawa material banjir lahar dingin.
Aliran air yang deras kemudian menerjang kawasan jembatan hingga mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur penghubung tersebut.
Kondisi ini berdampak terhadap mobilitas masyarakat yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut untuk beraktivitas, termasuk perjalanan antardaerah dan distribusi kebutuhan pokok.
Terputusnya akses juga berpotensi menghambat kegiatan ekonomi warga, terutama masyarakat yang bergantung pada jalur penghubung antara Kabupaten Malang dan Lumajang.
Sebanyak 117 KK Dilaporkan Terisolasi
Dampak kerusakan jembatan turut dirasakan masyarakat di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.
Berdasarkan informasi yang beredar, sebanyak 117 kepala keluarga dilaporkan sempat terisolasi akibat akses penghubung yang tidak dapat dilalui.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain, termasuk Desa Purorejo, yang aksesnya terdampak bencana.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi logistik dan kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama apabila akses jalan belum dapat dipulihkan dalam waktu dekat.
Dalam dokumen laporan awal yang diterima redaksi, disebutkan adanya upaya menyiapkan jalur logistik alternatif bagi warga terdampak. Namun, perkembangan penanganan serta jalur yang dapat digunakan masih memerlukan konfirmasi dari instansi terkait.
Longsor di Pronojiwo, Dua Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
Selain kerusakan jembatan, bencana tanah longsor juga dilaporkan terjadi di kawasan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Berdasarkan informasi awal yang beredar, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor di wilayah tersebut.
Peristiwa longsor ini menambah dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kawasan di sekitar Gunung Semeru pada awal November 2026.
Meski demikian, jumlah korban jiwa, lokasi pasti kejadian, dan perkembangan evakuasi masih perlu diverifikasi kepada pihak berwenang.
Warga Diimbau Waspada Potensi Bencana Susulan
Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu Gunung Semeru perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi di kawasan hulu.
Peningkatan debit air sungai berpotensi membawa material vulkanik dan menimbulkan banjir lahar yang membahayakan masyarakat serta infrastruktur di sekitarnya.
Warga juga disarankan tidak memaksakan diri melintasi jembatan atau jalan yang mengalami kerusakan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Hingga berita ini disusun, redaksi masih memerlukan konfirmasi resmi mengenai tingkat kerusakan jembatan, kondisi terkini warga yang terisolasi, serta langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah dan instansi penanggulangan bencana.
Baca Juga : Mulai Musim Hujan, Malang Apakah Siap Menghadapi Banjir? – Info Malang
Transportasi
News
Nasional
Kuliner
Ekonomi
Malang 360