Seorang wanita bernama Sriani (55) tewas tertabrak kereta api pengangkut BBM Pertamina di Jalan Batanghari, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kejadian ini mengundang perhatian warga sekitar yang menyaksikan peristiwa tersebut pada pagi hari.
Detik-detik Sebelum Kejadian
Salah satu saksi mata, Sugeng (45), menjelaskan bahwa ia melihat Sriani duduk di sebuah warung dekat rel sekitar pukul 08.15 WIB. Tidak lama kemudian, kereta api pengangkut BBM datang dari arah selatan menuju utara.
Menurut Sugeng, tanpa diduga, Sriani langsung berlari dan duduk di tengah rel kereta api. “Sekitar pukul 08.25 WIB, sesaat sebelum kereta melintas, korban langsung berlari dan duduk di tengah rel,” jelasnya.
Kejadian berlangsung sangat cepat sehingga warga sekitar tidak sempat memperingatkan wanita itu. Tubuh Sriani terseret sejauh 3 meter setelah tertabrak kereta api.
Baca juga:
Nenek di Malang Tewas Tertabrak Kereta Api, Diduga Sengaja Duduk di Tengah Rel
Kondisi Mengenaskan Korban
Setelah kereta api melintas, warga mendapati kondisi tubuh Sriani sudah hancur akibat tertabrak. Sugeng menyebut bahwa bagian kaki korban hancur, namun kepalanya masih dalam kondisi utuh sehingga masih dapat dikenali.
“Kondisinya hancur terutama di bagian kaki, namun kepalanya masih utuh,” ujar Sugeng. Warga yang menyaksikan langsung menghubungi pihak kepolisian untuk evakuasi.
Evakuasi dan Penyelidikan oleh Polisi
Pihak Polsek Klojen bersama tim medis dan ambulans dari Satkom RJT Kota Malang segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban. Jenazah Sriani kemudian dibawa ke Kamar Jenazah RS Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Rampal Celaket, Aiptu Choirul Ichsan, menjelaskan bahwa identitas korban diketahui melalui buku catatan yang dibawanya. “Korban tidak membawa kartu identitas, namun kami menemukan buku catatan berisi identitasnya,” ungkapnya.
Hingga saat ini, polisi masih menunggu kedatangan pihak keluarga korban untuk memastikan identitas dan motif kejadian ini. Choirul menambahkan bahwa pihaknya belum mengetahui alasan Sriani melakukan tindakan tersebut.
Baca juga:










