Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah mendirikan pos lapangan pendukung di empat lokasi untuk meningkatkan respons terhadap bencana hidrometeorologi. Pos lapangan ini berada di Kecamatan Ngantang, Singosari, Tumpang, dan Tirtoyudo, dan bertujuan untuk mempercepat penanganan bencana di wilayah tersebut.
Tindak Lanjut Potensi Cuaca Ekstrem
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa pos lapangan ini merupakan langkah cepat untuk merespons bencana. “Pos ini menjadi bagian dari respon cepat terhadap potensi ancaman bencana, terutama cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi,” ujar Sadono.
Pos lapangan tersebut juga mendukung operasional posko tanggap darurat bencana yang sudah didirikan di kantor BPBD Kabupaten Malang. “Kami juga menyiapkan sarana, prasarana, peralatan, dan logistik untuk korban bencana,” tambah Sadono.
Baca juga:
PT KAI Daop 8 Surabaya Tutup 5 Pelintasan Sebidang di Malang Raya untuk Tingkatkan Keselamatan
Kesiapan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi
BPBD Kabupaten Malang mengambil langkah antisipasi menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana di wilayah Jawa Timur. “Kami fokus pada daerah-daerah rawan banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di Kabupaten Malang,” ujar Sadono, menekankan pentingnya kesiapan.
Berdasarkan hasil pemetaan BPBD, sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang teridentifikasi sebagai daerah rawan bencana. Daerah-daerah tersebut termasuk Kecamatan Pujon, Ngantang, Singosari, Lawang, dan Kecamatan lainnya yang rentan terhadap bencana banjir dan tanah longsor.
Baca juga:
Pemkot Malang Geser Alat Deteksi Banjir ke Lesanpuro Pasca Banjir Amprong













