Infomalang.com – Upaya pencegahan bencana hidrometeorologi terus menjadi perhatian utama di Kabupaten Malang, terutama setelah beberapa wilayah rawan mengalami peningkatan intensitas hujan dan aliran permukaan.
Pada awal 2026, Bupati Sanusi kembali menegaskan pentingnya penanaman pohon sebagai strategi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir bandang.
Berdasarkan rujukan pemberitaan daerah tentang isu lingkungan dan kebencanaan, langkah ini dinilai sebagai pendekatan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan karena menyentuh akar persoalan kerusakan ekosistem.
Latar Belakang Kerawanan Banjir Bandang
Kabupaten Malang memiliki topografi yang beragam, mulai dari pegunungan hingga dataran rendah yang dilalui banyak sungai.
Kondisi tersebut membuat wilayah ini rentan terhadap banjir bandang ketika curah hujan tinggi bertemu dengan degradasi hutan dan berkurangnya tutupan vegetasi.
Air hujan yang seharusnya diserap tanah justru mengalir cepat ke hilir, membawa material lumpur dan bebatuan. Inilah yang kemudian memicu bencana dengan dampak besar bagi pemukiman dan lahan pertanian.
Peran Penanaman Pohon dalam Mitigasi
Penanaman pohon menjadi salah satu solusi paling efektif dalam menekan laju aliran permukaan. Akar pohon berfungsi menahan tanah, meningkatkan daya serap air, serta menjaga stabilitas lereng.
Selain itu, tajuk daun membantu memperlambat jatuhnya air hujan ke tanah sehingga mengurangi erosi. Bupati Sanusi menekankan bahwa penghijauan bukan sekadar simbol kepedulian lingkungan, melainkan investasi keselamatan bagi generasi mendatang.
Baca Juga :
Malang dan Jambi Jalin Kerja Sama Strategis, Fokus Penguatan Pembangunan Daerah
Seruan kepada Semua Elemen Masyarakat
Dalam berbagai kesempatan, Bupati Sanusi mengajak seluruh elemen, mulai dari perangkat desa, pelajar, komunitas, hingga pelaku usaha, untuk terlibat aktif dalam gerakan tanam pohon.
Kolaborasi lintas sektor dianggap penting karena skala persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja.
Dengan keterlibatan masyarakat, penanaman pohon dapat dilakukan secara merata di wilayah rawan, termasuk di bantaran sungai, lereng perbukitan, dan lahan kritis.
Dukungan Program dan Kebijakan Daerah
Pemerintah daerah juga menyiapkan program pendukung agar gerakan penghijauan berjalan konsisten. Mulai dari penyediaan bibit, pendampingan teknis, hingga integrasi kegiatan tanam pohon dalam agenda desa dan sekolah.
Kebijakan ini bertujuan memastikan bahwa setiap bibit yang ditanam memiliki peluang hidup tinggi dan benar-benar memberi manfaat ekologis. Pendekatan terencana tersebut sejalan dengan prinsip mitigasi bencana berbasis ekosistem.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Selain mengurangi risiko bencana, penanaman pohon juga membawa dampak positif bagi ekonomi lokal. Pohon buah dan tanaman produktif dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Di sisi lain, lingkungan yang lebih hijau dan stabil mendukung sektor pariwisata alam yang menjadi salah satu andalan daerah.
Dengan demikian, upaya ini tidak hanya melindungi warga dari banjir bandang, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi.
Tantangan dalam Pelaksanaan
Meski manfaatnya jelas, pelaksanaan gerakan tanam pohon menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kesadaran jangka panjang, karena hasil penghijauan tidak langsung terlihat.
Selain itu, alih fungsi lahan dan aktivitas penebangan ilegal masih menjadi ancaman. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan, edukasi, dan penegakan aturan agar pohon yang ditanam benar-benar tumbuh dan tidak kembali hilang.
Peran Edukasi dan Generasi Muda
Bupati Sanusi juga menyoroti pentingnya melibatkan generasi muda dalam gerakan lingkungan. Melalui kegiatan sekolah, komunitas pecinta alam, dan program sukarelawan, anak-anak muda dapat belajar tentang hubungan antara hutan, air, dan keselamatan manusia.
Edukasi sejak dini ini diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap alam, sehingga upaya pencegahan bencana menjadi bagian dari budaya sehari-hari.
Harapan ke Depan
Dengan komitmen bersama, Kabupaten Malang diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana banjir bandang.
Penanaman pohon bukanlah solusi instan, tetapi langkah strategis yang membangun perlindungan alami. Jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, gerakan ini dapat mengembalikan fungsi ekosistem sekaligus menjaga keselamatan warga.
Penutup
Dorongan Bupati Sanusi untuk menanam pohon merupakan pesan kuat bahwa pencegahan lebih baik daripada penanganan setelah bencana terjadi.
Melalui penghijauan yang terencana, Kabupaten Malang dapat mengurangi risiko banjir bandang, memperbaiki kualitas lingkungan, dan menciptakan masa depan yang lebih aman.
Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, upaya ini berpotensi menjadi contoh mitigasi bencana berbasis alam yang efektif dan berkelanjutan.
Baca Juga :
Resmi Berjalan! Pemkot Malang Pastikan 3 Program Makan Bergizi Gratis Tetap Aktif di Ramadan 2026











