Infomalangcom – Debut Gavin Azzam Radithya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North menjadi momen yang penuh makna.
Di tengah perjuangannya tampil di panggung DBL Arena Surabaya, pemain SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) itu harus melewati masa sulit setelah kehilangan sang ayah.
Mewujudkan Impian Sang Ayah di Panggung DBL
Bagi Gavin, tampil di DBL Arena Surabaya merupakan impian yang ingin diwujudkan sejak duduk di bangku SMA.
Kesempatan tersebut akhirnya datang pada musim 2026 ketika siswa kelas XI itu dipercaya memperkuat Smamda.
Namun, kebahagiaan tersebut hadir bersamaan dengan duka.
Sekitar satu bulan sebelum kompetisi dimulai, Gavin kehilangan ayahnya.
Kepergian tersebut menjadi pukulan berat bagi Gavin dan keluarga.
Sang ayah merupakan sosok yang mendorong Gavin bersekolah di Smamda sekaligus mengembangkan kemampuannya di olahraga basket.
Bahkan, sang ayah memiliki keinginan untuk menyaksikan Gavin bertanding langsung di DBL.
Lintang Zahira Agsanti Putri, kakak Gavin, mengungkapkan bahwa keinginan tersebut belum sempat terwujud.
“Papa pengin banget nonton adik di DBL. Waktu gim pertama Gavin kemarin rasanya seperti seharusnya Papa ada di sini. Kalau Papa bisa melihat langsung, pasti bangga dan terharu,” tutur Lintang.
Gavin sendiri berasal dari Bojonegoro.
Ia kemudian memilih melanjutkan pendidikan di Surabaya setelah mendapatkan rekomendasi dari sang ayah.
Kesempatan untuk bergabung dengan tim basket dan tampil di DBL menjadi salah satu pertimbangannya memilih Smamda.
“Awalnya karena tidak masuk sekolah negeri, akhirnya Papa merekomendasikan Smamda.
Karena bisa sekalian ikut DBL juga, jadi akhirnya di sini,” ujar Gavin.
Setelah melalui perjalanan tersebut, Gavin bertekad memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk penghormatan kepada ayahnya.
Ia ingin membuktikan bahwa dukungan dan keputusan sang ayah selama ini tidak sia-sia.
“Saya ingin menunjukkan yang terbaik,” tegasnya.
Perjalanan menuju pertandingan perdana Smamda juga tidak berlangsung mudah.
Menjelang laga pertama pada 9 Agustus 2026, kondisi Gavin sempat menurun.
Ia mengalami sakit hingga harus mendapat perawatan dari ibu dan kakaknya yang datang dari Bojonegoro ke Surabaya.
“Sebelum match pertama itu aku lumayan muntah-muntah,” kenang Gavin.
Meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih, Gavin tetap memilih turun ke lapangan. Keinginan untuk memenuhi impian sang ayah membuatnya berusaha menjaga kondisi sekaligus memberikan kontribusi untuk tim.
Pada pertandingan melawan SMKN 5 Surabaya, Gavin mulai mencetak poin melalui tembakan bebas pada awal kuarter ketiga.
Ia kemudian menambah dua poin dan mengoleksi empat angka hingga akhir kuarter tersebut.
Pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir dengan skor 21-21.
Smamda dan SMKN 5 Surabaya pun harus melanjutkan laga melalui overtime.
Dalam kondisi fisik yang mulai terkuras, Gavin tetap mengambil peran penting.
Hanya 31 detik setelah overtime dimulai, ia menerima umpan rekannya dan mengatur serangan dari tengah lapangan.
Gavin kemudian memanfaatkan screen dari rekan setimnya untuk mendapatkan ruang tembak.
Ia melepaskan tembakan tiga angka dari luar garis busur.
Bola masuk dan membawa Smamda unggul 24-21.
Tripoin tersebut menjadi salah satu momen penting dalam kemenangan Smamda.
SMKN 5 Surabaya tidak mampu mengejar hingga pertandingan berakhir.
Smamda akhirnya mengawali kiprahnya dengan kemenangan.
Gavin menutup laga dengan catatan tujuh poin, lima rebound, dan dua steal.
Torehan tujuh poin tersebut menjadi yang terbanyak kedua di antara pemain Smamda.
“Sudah sakit, malah dia yang kedua paling banyak masukin poin,” kata Lintang sambil tertawa.
Bagi Gavin, statistik tersebut bukan sekadar angka.
Penampilan itu menjadi hasil dari perjalanan panjangnya menekuni basket sejak kelas VII SMP.
Selama proses tersebut, Lintang juga menjadi salah satu sosok yang selalu mendampinginya.
“Aku lihat perjuangannya dari SMP sampai SMA.
Setiap hari latihan sampai capek, bahkan sampai sakit. Setelah itu dia sering ikut lomba dan juga sering menang,” ungkap Lintang.
Gavin kemudian kembali bermain pada laga kedua Smamda menghadapi SMA Singapore National Academy (NSA) Sidoarjo.
Meski telah merasakan atmosfer pertandingan DBL, ia mengaku masih membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan diri.
“Aku masih belum sepenuhnya confident sama skill-ku.
Dari awal badan sudah lemas jadi kurang perform,” ujarnya.
Kendati demikian, Gavin tetap menjaga motivasinya.
Ia memilih mempercayakan permainan kepada tim dan terus berusaha memberikan kontribusi terbaik.
“Aku percayakan semuanya sama tim dan setiap kemenangan Smamda Surabaya selalu aku persembahkan untuk Papa,” katanya.
Dukungan ibu dan kakaknya yang datang dari Bojonegoro juga menjadi sumber kekuatan bagi Gavin selama menjalani kompetisi.
Meski sang ayah tidak dapat hadir langsung di tribun DBL Arena, Gavin percaya perjuangannya tetap memiliki arti.
“Pa, aku sudah bisa main di DBL sesuai keinginan kita berdua.
Aku bisa mewujudkan impianku untuk memberikan yang terbaik di sini dan ingin memberikan lebih lagi buat Papa,” tutup Gavin.
Perjalanan Smamda di Round 1 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North pun berlanjut positif.
Pada pertandingan keduanya, Smamda kembali meraih kemenangan setelah mengalahkan SMA Singapore National Academy (NSA) Sidoarjo dengan skor 38-12.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan digelar di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia.
Kompetisi ini juga menjadi bagian dari proses penjaringan student-athlete terbaik untuk mengikuti DBL Camp dan berpeluang mendapatkan tiket menuju DBL Indonesia All-Star.
Selain kompetisi basket 5-on-5, musim ini turut menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100% Indonesia”.
Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play, sementara laga final juga tersedia di YouTube Good Day ID.
Baca juga: Dari Eks Pemain hingga Pelatih, Mellyani Antar Smansa Malang Tembus Playoff DBL East Java-South














