Breaking

DPRD Kota Malang Angkat Isu Drainase sebagai Prioritas 2026

DPRD Kota Malang Angkat Isu Drainase sebagai Prioritas 2026
DPRD Kota Malang Angkat Isu Drainase sebagai Prioritas 2026

Infomalangcom – Permasalahan drainase kembali menjadi sorotan di Kota Malang seiring dengan meningkatnya intensitas hujan yang berdampak pada munculnya genangan di berbagai titik.

DPRD Kota Malang menjadikan isu drainase sebagai salah satu prioritas utama yang akan difokuskan pada tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respon terhadap keluhan masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kualitas infrastruktur kota.

Penanganan drainase yang optimal dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari risiko banjir.

Kondisi Drainase yang Masih Perlu Perbaikan

Beberapa wilayah di Kota Malang masih mengalami permasalahan drainase yang cukup serius. Saluran air yang tidak berfungsi secara maksimal sering kali menyebabkan genangan, terutama saat curah hujan tinggi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem drainase yang ada masih membutuhkan perbaikan dan peningkatan kapasitas.

Selain itu, banyak saluran drainase yang mengalami penyumbatan akibat sampah dan sedimentasi. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan turut memperburuk kondisi tersebut. Akibatnya, aliran air menjadi tidak lancar dan berpotensi menimbulkan banjir lokal.

Faktor lain yang memengaruhi adalah perubahan tata ruang kota. Peningkatan pembangunan tanpa diimbangi dengan perencanaan drainase yang baik dapat menyebabkan berkurangnya area resapan air. Hal ini membuat air hujan tidak dapat terserap dengan optimal.

Langkah Strategis yang Direncanakan DPRD

DPRD Kota Malang merancang berbagai langkah strategis untuk mengatasi permasalahan drainase secara menyeluruh.

Salah satu fokus utama adalah peningkatan kapasitas saluran air melalui perbaikan dan pembangunan infrastruktur baru. Dengan kapasitas yang lebih besar, diharapkan aliran air dapat berjalan lebih lancar.

Selain itu, normalisasi saluran drainase juga menjadi prioritas. Kegiatan ini meliputi pembersihan sampah dan sedimentasi yang menghambat aliran air. Upaya ini penting untuk memastikan bahwa sistem drainase dapat berfungsi secara optimal.

DPRD juga mendorong adanya perencanaan yang lebih terintegrasi antara pembangunan infrastruktur dan sistem drainase.

Setiap proyek pembangunan diharapkan memperhatikan aspek pengelolaan air agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Baca Juga : Menko Pangan Tinjau Ketahanan Pangan di Kota Malang

Peran Masyarakat dalam Mendukung Program Drainase

Keberhasilan program perbaikan drainase tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi langkah sederhana namun sangat penting dalam menjaga kelancaran saluran air.

Masyarakat juga dapat berpartisipasi melalui kegiatan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekitar. Dengan keterlibatan langsung, warga dapat membantu menjaga kondisi drainase agar tetap bersih dan berfungsi dengan baik.

Selain itu, edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan perlu terus dilakukan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih peduli terhadap kondisi drainase dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Dampak Perbaikan Drainase bagi Kota

Perbaikan sistem drainase akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kota Malang. Salah satunya adalah berkurangnya risiko banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Dengan sistem yang baik, air hujan dapat dialirkan dengan cepat sehingga tidak menimbulkan genangan.

Selain itu, lingkungan yang bebas dari genangan juga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Risiko penyakit yang disebabkan oleh air kotor dapat diminimalisir, sehingga kesehatan masyarakat lebih terjaga.

Dari sisi ekonomi, kondisi infrastruktur yang baik juga dapat mendukung aktivitas bisnis. Lingkungan yang nyaman dan aman akan menarik lebih banyak investasi serta meningkatkan daya tarik kota.

Tantangan dalam Implementasi Program

Meskipun telah direncanakan dengan baik, implementasi program perbaikan drainase tetap menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran yang harus disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan lainnya.

Selain itu, koordinasi antar instansi juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Tanpa kerja sama yang baik, pelaksanaan di lapangan dapat mengalami hambatan.

Perubahan perilaku masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri. Tanpa kesadaran untuk menjaga kebersihan, upaya perbaikan yang dilakukan dapat menjadi kurang efektif.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang berkelanjutan agar hasil yang dicapai dapat bertahan dalam jangka panjang.

Dengan menjadikan isu drainase sebagai prioritas pada tahun 2026, DPRD Kota Malang menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kota yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga : Kenapa Jalan Tol Disebut Tol? Ini Penjelasan Lengkapnya