infomalangcom – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang resmi memasuki masa khidmat baru setelah pengurus periode 2025–2030 dilantik pada Minggu, 31 Mei 2026.
Baca Juga : Rektor Unsoed Diduga Siapkan 73 Kuota Maba dari Jalur Mandiri
Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium KH Abdurrahman Wahid, Gedung Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma).
Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru sekaligus penguatan arah gerak organisasi perempuan muda Nahdliyin di Kota Malang.
Pelantikan Pengurus Fatayat Kota Malang
Pelantikan pengurus PC Fatayat NU Kota Malang dilakukan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Timur, Siti Maulidah.
Kegiatan tersebut dihadiri kader dan sejumlah unsur masyarakat, termasuk perwakilan pemerintah, legislatif, akademisi, organisasi kemasyarakatan, mitra kerja, serta kader Fatayat dari berbagai wilayah.
Menurut NU Online Jatim, kepengurusan baru mendapat apresiasi dari pimpinan wilayah.
Pengurus periode sebelumnya dinilai telah memberikan fondasi bagi keberlanjutan organisasi.
Dengan dilantiknya kepengurusan masa khidmat 2025–2030, estafet organisasi berlanjut dengan membawa kebutuhan dan tantangan baru yang berkembang di tengah masyarakat.
Widiarini dipercaya memimpin PC Fatayat NU Kota Malang untuk periode tersebut.
Ia sebelumnya merupakan Ketua PAC Fatayat NU Lowokwaru dan terpilih melalui Konferensi Cabang yang berlangsung pada Juni 2025.
Proses tersebut menjadi bagian dari mekanisme regenerasi organisasi sebelum kepengurusan baru menjalankan amanahnya.
Lima Pilar Menjadi Arah Gerak Organisasi
Kepengurusan baru Fatayat NU Kota Malang menetapkan lima pilar sebagai arah program selama lima tahun.
Berdasarkan pemberitaan NU Online Jatim dan sejumlah media lokal, fokus tersebut mencakup kaderisasi dan kepemimpinan perempuan muda, ketahanan keluarga serta perlindungan perempuan dan anak, gerakan sosial dan kemanusiaan, transformasi organisasi berbasis kolaborasi dan teknologi, serta pemberdayaan ekonomi kader dan masyarakat.
Kelima pilar tersebut menunjukkan upaya organisasi untuk menyesuaikan program dengan persoalan yang dihadapi perempuan muda.
Isu kesehatan mental, kekerasan terhadap perempuan dan anak, perubahan teknologi, ketahanan keluarga, serta tantangan ekonomi menjadi bagian dari perhatian kepengurusan baru.
Arah tersebut juga sejalan dengan kebutuhan Kota Malang sebagai kota pendidikan dan ruang bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang.
Karena itu, Fatayat menilai organisasi perlu memiliki program yang tidak hanya berorientasi pada internal kader, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Perlindungan perempuan dan anak menjadi salah satu fokus penting dalam kepengurusan baru.
Tantangan sosial yang muncul akibat perubahan lingkungan, perkembangan teknologi, serta persoalan keluarga membutuhkan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan.
Dalam pemberitaan mengenai pelantikan, Ketua PCNU Kota Malang KH Dr Isroqunnajah menekankan pentingnya ketahanan keluarga dan kedaulatan digital.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhita menyampaikan peluang kolaborasi untuk membangun karakter perempuan dan anak.
Fatayat juga menyiapkan Pos Curhat di lima kecamatan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendampingan bagi perempuan.
Kanal24 melaporkan layanan tersebut diarahkan pada pendampingan psikologis dan hukum.
Program ini menjadi salah satu bentuk upaya organisasi agar keberadaannya lebih dekat dengan kebutuhan kader dan masyarakat.
Dorong Kolaborasi dan Pemberdayaan Ekonomi
Kepengurusan baru Fatayat NU Kota Malang juga menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dari pelaksanaan program.
Organisasi membuka ruang kerja sama dengan PCNU, Muslimat NU, badan otonom dan lembaga NU, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas perempuan, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat.
Pemberdayaan ekonomi kader dan masyarakat menjadi salah satu pilar yang turut mendapat perhatian.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian sekaligus membuka ruang bagi perempuan untuk mengembangkan kapasitas ekonomi di lingkungan masing-masing.
Dengan masa khidmat 2025–2030, kepengurusan baru memiliki waktu lima tahun untuk menerjemahkan lima pilar tersebut menjadi program yang terukur dan berkelanjutan.
Pelantikan bukan hanya pergantian struktur, tetapi juga menjadi awal bagi pengurus untuk menjalankan amanah organisasi secara kolaboratif.
Harapan untuk Kepengurusan Fatayat Kota Malang
Ketua panitia pelantikan Fina Faizah menyebut arah kepengurusan baru membawa slogan “Berkelas, Melesat, Berdampak”.
Harapannya, Fatayat NU Kota Malang dapat berkembang sebagai organisasi perempuan muda yang memberikan manfaat lebih luas, khususnya bagi perempuan.
Dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor penting agar program yang telah ditetapkan tidak berhenti pada agenda organisasi.
Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat dapat menjadi ruang untuk memperluas dampak kegiatan Fatayat di Kota Malang.
Dengan struktur baru dan agenda yang telah disusun, Fatayat NU Kota Malang kini memasuki fase pelaksanaan program.
Keberhasilan kepengurusan selama periode 2025–2030 akan sangat bergantung pada konsistensi kader, kekuatan kolaborasi, serta kemampuan organisasi merespons persoalan perempuan, keluarga, dan masyarakat secara relevan.
Baca Juga : 8 Tuntutan BEM UI dalam Demo di Bundaran HI, Ada Soal BBM hingga MBG
Sumber data:
- NU Online Jatim – Fatayat NU Kota Malang Masa Khidmat 2025–2030 Resmi Dilantik
- NU Online Jatim – Fatayat NU Kota Malang Siapkan 5 Program Prioritas
- RRI – Fatayat NU Kota Malang Dilantik, Usung Semangat Berdampak
- Kanal24 – Pos Curhat Fatayat NU Kota Malang Siap Dampingi Perempuan
- JatimTIMES – Resmi Dilantik: Fatayat NU Kota Malang Tetapkan 5 Pilar Prioritas













