
Infomalangcom – Peresmian Gedung Parkir Kayutangan menjadi momentum penting bagi penataan kawasan heritage Kota Malang yang selama ini identik dengan kepadatan kendaraan dan keterbatasan ruang parkir. Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas parkir ini merupakan hasil perencanaan bersama antara eksekutif dan legislatif. Kehadiran gedung parkir diharapkan mampu menjawab persoalan klasik kemacetan, sekaligus mendukung kenyamanan pengunjung yang terus meningkat di kawasan Kayutangan selama beberapa tahun terakhir seiring tumbuhnya aktivitas wisata dan ekonomi lokal masyarakat sekitar setempat.
Kolaborasi Eksekutif dan Legislatif
Trio Agus Purwono menyampaikan apresiasi atas realisasi proyek yang sejak awal dirancang sebagai solusi struktural. Menurutnya, peresmian gedung parkir menunjukkan adanya keselarasan kebijakan antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menjawab kebutuhan publik. Ia menilai langkah ini strategis karena Kayutangan merupakan pusat aktivitas ekonomi, sejarah, dan pariwisata. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, intervensi kebijakan berupa infrastruktur parkir dinilai tepat sasaran dan berorientasi jangka panjang bagi tata kota. Kolaborasi lintas lembaga tersebut, lanjutnya, menjadi contoh praktik perencanaan yang mengutamakan kepentingan masyarakat serta efektivitas penganggaran daerah secara transparan dan akuntabel. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses pembangunan perkotaan berkelanjutan yang konsisten dengan rencana tata ruang dan visi pelayanan publik kota Malang ke depan secara inklusif dan adaptif berkelanjutan.
Solusi Pemkot Kota MalaKemacetan Kawasan Kayutangan
Keberadaan gedung parkir dinilai krusial untuk mengurangi parkir liar yang selama ini memakan badan jalan. Trio Agus menekankan bahwa keterbatasan lahan parkir menjadi pemicu utama kemacetan di Kayutangan. Dengan memusatkan kendaraan pada satu lokasi, arus lalu lintas diharapkan lebih tertib dan aman. Kebijakan ini sekaligus memberikan rasa nyaman bagi pejalan kaki yang menikmati koridor heritage. Ia berharap perubahan pola parkir dapat menurunkan kepadatan kendaraan pada jam sibuk serta mendukung keselamatan pengguna jalan lainnya. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan dampak kebijakan benar-benar terasa oleh masyarakat dan pelaku usaha setempat, khususnya sektor perdagangan dan jasa pariwisata perkotaan yang sensitif terhadap perubahan aksesibilitas, mobilitas, serta kualitas lingkungan ruang publik di pusat kota bersejarah Malang pada masa mendatang berkelanjutan.
Tahapan Pembangunan dan Evaluasi
Pada tahap awal, gedung parkir Kayutangan baru beroperasi dua lantai dan akan menjadi fokus evaluasi. Trio Agus menjelaskan bahwa rencana awal mencakup pembangunan hingga lima lantai sesuai kebutuhan. Untuk sementara, fasilitas ini diprioritaskan bagi kendaraan roda dua. Namun, apabila intensitas kunjungan terus meningkat, tidak menutup kemungkinan gedung parkir akan dialokasikan khusus bagi mobil. Pendekatan bertahap tersebut dinilai realistis agar pengelolaan operasional dapat berjalan efektif dan adaptif. Selain itu, hasil evaluasi akan menjadi dasar penyesuaian kebijakan, termasuk tarif, sistem akses, dan pengaturan waktu parkir. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan layanan serta kenyamanan seluruh pengguna dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, ketertiban, dan integrasi kawasan sekitar sesuai prinsip tata kelola perkotaan modern yang berorientasi pelayanan publik optimal berkeadilan.
Dampak Pariwisata dan Kawasan Terpadu
Selain fungsi parkir, pengembangan kawasan Kayutangan diarahkan menjadi bagian dari kawasan terpadu. Trio Agus menyebut adanya rencana keterkaitan dengan area Splendid sebagaimana disampaikan Wali Kota Malang. Integrasi ini diharapkan memperluas ruang publik, memperkuat daya tarik wisata, dan mendorong pergerakan ekonomi lokal. Penataan yang terencana diyakini mampu meningkatkan citra Kota Malang sebagai destinasi heritage. Ia berharap sinergi antar kawasan dapat menciptakan pengalaman kunjungan yang lebih nyaman dan berkelanjutan. Ke depan, keberadaan gedung parkir menjadi simpul penting dalam mendukung event budaya dan aktivitas wisata dengan pengelolaan profesional yang melibatkan partisipasi masyarakat dan pelaku usaha. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat ekosistem pariwisata perkotaan serta meningkatkan kesejahteraan warga sekitar secara bertahap dan inklusif berdaya saing berkelanjutan lokal Malang Raya.
Peresmian gedung parkir Kayutangan menjadi langkah konkret penataan kota yang responsif. Dengan evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, fasilitas ini diharapkan mampu menekan kemacetan, mendukung pariwisata, serta memperkuat kualitas ruang publik Kota Malang secara konsisten berorientasi pelayanan publik jangka panjang.
Baca Juga : DPRD Kota Malang Awasi Revitalisasi Pasar Tawangmangu yang Didanai APBN













