Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali mengalami peningkatan. Dalam satu hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami lima kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1 kilometer dari puncak.
Informasi ini disampaikan oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru yang terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas gunung.
Erupsi terjadi secara bertahap sejak pagi hingga siang hari. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong mengikuti arah angin.
Meski tidak menyebabkan gangguan besar, masyarakat di sekitar wilayah lereng tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Lima Kali Erupsi dalam 24 Jam
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi sebanyak lima kali dalam periode pengamatan 24 jam.
Tinggi kolom abu tercatat mencapai kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Petugas pengamatan menyebutkan bahwa amplitudo gempa erupsi terekam dengan durasi berbeda-beda, menandakan adanya tekanan magma yang masih aktif di dalam perut gunung.
Aktivitas ini merupakan bagian dari dinamika vulkanik yang memang kerap terjadi di Semeru.
Laporan aktivitas gunung api tersebut juga dipublikasikan melalui akun resmi Badan Geologi yang secara rutin memperbarui informasi terkait kondisi gunung api di Indonesia.
Baca Juga : Laksanakan Instruksi Presiden Prabowo, Gerakan ASRI Digelar di Pantai Balekambang
Status Masih Siaga
Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Artinya, aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi menimbulkan erupsi susulan. PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tertentu dari pusat erupsi.
Zona larangan aktivitas ditetapkan sejauh 5 kilometer dari kawah puncak, serta sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Area ini dinilai rawan terhadap potensi awan panas guguran dan aliran lahar.
Imbauan ini juga diperkuat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang meminta warga tetap mengikuti arahan aparat setempat dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Dampak Terhadap Warga Sekitar
Hingga laporan terakhir, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat lima kali erupsi tersebut.
Namun, beberapa wilayah di sekitar lereng Gunung Semeru dilaporkan mengalami hujan abu tipis, terutama jika arah angin mengarah ke permukiman.
Masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.
Selain itu, warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu di Semeru juga diminta waspada terhadap potensi banjir lahar jika terjadi hujan deras.
Pemerintah daerah Kabupaten Lumajang bersama aparat TNI-Polri terus melakukan patroli dan sosialisasi kepada warga agar tetap siaga namun tidak panik.
Karakteristik Aktivitas Gunung Semeru
Gunung Semeru dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, gunung ini hampir setiap tahun mengalami erupsi dengan karakter letusan strombolian hingga vulkanian.
Menurut data historis dari PVMBG, aktivitas erupsi Semeru memang cenderung fluktuatif, dengan periode peningkatan aktivitas yang bisa berlangsung beberapa hari hingga minggu.
Oleh karena itu, pemantauan dilakukan selama 24 jam penuh menggunakan alat seismograf, CCTV, serta pengamatan visual langsung dari pos pantau.
Kondisi lima kali erupsi dalam sehari masih tergolong dalam pola aktivitas yang sering terjadi selama status Siaga diberlakukan. Namun demikian, masyarakat tetap diminta tidak mendekati area terlarang demi keselamatan.
Upaya Mitigasi dan Pemantauan
Sebagai langkah mitigasi, PVMBG dan Badan Geologi terus memperbarui laporan aktivitas secara berkala. Informasi resmi dapat diakses melalui laman Magma Indonesia yang menyediakan data seismik, visual, hingga rekomendasi terkini.
Sementara itu, BNPB bersama pemerintah daerah menyiapkan skenario evakuasi jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan. Posko pemantauan dan jalur evakuasi juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Semeru menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dan mematuhi rekomendasi resmi.
Aktivitas lima kali erupsi dengan tinggi kolom abu 1 kilometer menunjukkan bahwa tekanan magma masih ada, tetapi sejauh ini masih dalam pengawasan ketat.
Imbauan bagi Masyarakat
Warga di sekitar lereng Gunung Semeru diimbau untuk:
- Tidak melakukan aktivitas di zona terlarang sesuai rekomendasi PVMBG
- Menggunakan masker saat terjadi hujan abu
- Menghindari aktivitas di sepanjang aliran sungai berhulu di Semeru saat hujan
- Mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak menyebarkan hoaks
Aktivitas vulkanik merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap arahan otoritas menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko.
Dengan pemantauan intensif dari PVMBG dan koordinasi bersama BNPB serta pemerintah daerah, diharapkan potensi dampak dari erupsi Gunung Semeru dapat diminimalisir, serta keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Baca Juga : Alun-alun Kota Malang Terus Dipercantik, DLH Benahi Infrastruktur Dasar











