Breaking

Viral Terbaru Harga Cabai Rp95 Ribu di Malang, Pemerintah Siapkan Langkah Konkret

Viral Terbaru Harga Cabai Rp95 Ribu di Malang, Pemerintah Siapkan Langkah Konkret
Viral Terbaru Harga Cabai Rp95 Ribu di Malang, Pemerintah Siapkan Langkah Konkret

Infomalangcom – Lonjakan harga cabai di Kota Malang kembali menyita perhatian publik setelah komoditas tersebut dilaporkan menyentuh angka sekitar Rp95 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional.

Kondisi ini menjadi perbincangan luas karena cabai merupakan bahan pokok yang hampir selalu digunakan dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Kenaikan harga yang cukup tajam ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan yang identik dengan konsumsi bahan pangan yang lebih tinggi.

Situasi tersebut mendorong pemerintah kota untuk segera mengambil langkah antisipatif agar lonjakan harga tidak berdampak lebih luas terhadap inflasi daerah dan daya beli masyarakat.

Harga Cabai Melonjak di Pasar Tradisional

Pedagang di beberapa pasar tradisional Kota Malang mengakui bahwa harga cabai rawit mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Jika pada minggu-minggu lalu harga masih berada di kisaran normal, kini angkanya melonjak drastis hingga mendekati Rp95 ribu per kilogram. Kenaikan ini membuat sebagian konsumen terkejut dan harus menyesuaikan anggaran belanja harian mereka.

Menurut pedagang, pasokan cabai yang tidak stabil menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga. Pasokan dari daerah penghasil mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca dan kondisi produksi yang tidak optimal. Akibatnya, stok di tingkat pasar berkurang dan mendorong harga naik di tingkat konsumen.

Respons Pemerintah Kota terhadap Lonjakan Harga

Wali Kota Malang menyampaikan bahwa kenaikan harga cabai menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemantauan harga bahan pokok dilakukan secara rutin dan dilaporkan dalam evaluasi mingguan bersama pemerintah pusat. Tujuannya agar gejolak harga dapat segera direspons sebelum berdampak lebih luas pada inflasi daerah.

Pemerintah kota menilai bahwa kenaikan harga cabai tidak bisa dibiarkan berlangsung terlalu lama tanpa intervensi.

Oleh karena itu, sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan di pasaran.

Baca Juga : Berita Malang Terkini, Kebakaran Permukiman Warga Terjadi di Kabupaten Malang

Kerja Sama Antar Daerah untuk Jaga Pasokan

Salah satu langkah yang disiapkan adalah kerja sama antar daerah atau KAD. Melalui skema ini, pemerintah kota berupaya mendatangkan pasokan cabai dari daerah lain yang memiliki stok melimpah dan harga yang relatif lebih rendah.

Kerja sama ini diharapkan dapat menambah pasokan di Kota Malang sehingga harga cabai di pasar bisa ditekan secara bertahap.

Dengan adanya KAD, distribusi cabai tidak hanya bergantung pada satu wilayah pemasok. Diversifikasi sumber pasokan dinilai penting untuk mengurangi risiko lonjakan harga akibat gangguan produksi di satu daerah tertentu.

Warung Tekan Inflasi Jadi Alternatif Masyarakat

Selain KAD, pemerintah kota juga mengandalkan program warung tekan inflasi. Warung ini menyediakan bahan kebutuhan pokok, termasuk cabai, dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar umum.

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, agar tetap bisa memenuhi kebutuhan dapur tanpa terbebani harga tinggi.

Keberadaan warung tekan inflasi juga berfungsi sebagai alat pengendali harga di pasaran. Dengan adanya alternatif harga yang lebih murah, diharapkan harga di pasar tradisional tidak melonjak terlalu jauh dari batas wajar.

Dampak Kenaikan Harga terhadap Konsumen

Lonjakan harga cabai memberikan dampak langsung terhadap pola konsumsi masyarakat. Banyak konsumen mulai mengurangi jumlah pembelian cabai atau mencari alternatif bumbu lain untuk menghemat pengeluaran.

Beberapa rumah tangga mengaku harus lebih selektif dalam mengatur anggaran belanja agar kebutuhan pokok lainnya tetap terpenuhi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga bahan pangan memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga.

Oleh karena itu, langkah pengendalian harga menjadi sangat penting agar masyarakat tidak terlalu terdampak oleh gejolak pasar.

Faktor Cuaca dan Produksi Pertanian

Kenaikan harga cabai juga dipengaruhi oleh faktor di luar kendali pemerintah daerah, seperti kondisi cuaca dan siklus produksi pertanian.

Curah hujan yang tinggi dapat mengganggu proses tanam dan panen, sehingga produksi cabai menurun. Ketika produksi berkurang sementara permintaan meningkat, harga di tingkat pasar pun ikut terdongkrak.

Selain itu, biaya distribusi dan logistik yang meningkat turut berkontribusi terhadap harga jual cabai di pasaran. Faktor-faktor ini membuat harga cabai cenderung fluktuatif dan sulit diprediksi.

Pemantauan Harga dan Stabilitas Inflasi Daerah

Pemerintah Kota Malang menegaskan akan terus melakukan pemantauan harga bahan pokok secara intensif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan inflasi daerah tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.

Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan pedagang, terus diperkuat agar pasokan bahan pangan tetap lancar.

Dengan kombinasi kebijakan KAD, warung tekan inflasi, dan pemantauan rutin, pemerintah berharap lonjakan harga cabai dapat segera ditekan dan stabilitas harga bahan pokok di Kota Malang tetap terjaga.

Baca Juga : Berita Hari Ini Terbaru, Kasus Kejahatan Seksual Anak di Kabupaten Malang Tuai Sorotan