Infomalangcom – Dunia kuliner selalu menawarkan kejutan yang memanjakan lidah, namun tidak jarang pula menyuguhkan tantangan bagi nyali seseorang.
Memasuki tahun 2025, TasteAtlas, panduan perjalanan kuliner berbasis pengalaman otentik, kembali merilis laporan komprehensif mengenai peta rasa global.
Pemeringkatan ini bukan sekadar angka, melainkan hasil kurasi ketat dari ratusan ribu penilaian pengguna asli yang telah melewati filter bot dan bias regional.
Mengacu pada data periode 2024/2025, kita dapat melihat pergeseran tren di mana keaslian resep tradisional menjadi pemenang mutlak dalam kategori makanan terlezat dan terburuk dunia 2025.
Daftar 10 Makanan Terlezat: Dominasi Warisan Budaya
Berdasarkan penilaian yang dirilis pada Januari 2025, kategori terbaik dihuni oleh hidangan yang menonjolkan teknik memasak lambat (slow cooking) dan penggunaan bahan-bahan lokal yang premium. Berikut adalah rinciannya:
- Vori-vori (Paraguay): Berhasil menduduki posisi puncak. Sup ini bukan sekadar kaldu ayam biasa, melainkan simfoni tekstur dari pangsit tepung jagung dan keju yang memberikan sensasi creamy yang tak tertandingi.
- Pizza Napoletana (Italia): Sebuah standar emas bagi pencinta piza. Keunggulannya terletak pada kesederhanaan bahan: tomat San Marzano dan mozzarella kerbau yang dipanggang dalam suhu ekstrem.
- Tajarin al Tartufo Bianco d’Alba (Italia): Pasta khas Piedmont ini menggunakan puluhan kuning telur untuk mendapatkan warna emas, lalu disempurnakan dengan aroma mewah dari jamur truffle putih.
- Lechona (Kolombia): Hidangan pesta yang spektakuler. Seekor babi utuh dipanggang hingga kulitnya sangat renyah, sementara bagian dalamnya berisi nasi rempah yang gurih.
- Picanha (Brasil): Potongan daging sapi ini menjadi favorit karena lapisan lemaknya yang tebal namun lembut saat dibakar di atas api terbuka.
- Kontosouvli (Yunani): Teknik memanggang potongan daging besar secara vertikal ini menghasilkan daging yang tetap juicy meski bagian luarnya kering kecokelatan.
- Rechta (Aljazair): Mi tradisional Afrika Utara yang memiliki tekstur sangat halus, biasanya disajikan dengan saus putih berbahan dasar kayu manis dan sayuran.
- Rawon (Indonesia): Mewakili Asia, sup hitam ini memikat audiens global berkat kedalaman rasa dari kluwek yang difermentasi, menciptakan rasa gurih yang kompleks dan unik.
- Phanaeng Curry (Thailand): Berbeda dengan kari hijau, Phanaeng lebih kental dan memiliki keseimbangan rasa manis-pedas dengan aroma jeruk purut yang dominan.
- Asado (Argentina): Lebih dari sekadar BBQ, Asado adalah teknik memanggang yang memerlukan kesabaran tinggi untuk menghasilkan tekstur daging yang lumer di mulut.
Baca Juga : 10 Kafe Buka 24 Jam Yang Selalu Ramai Mahasiswa
Daftar 10 Makanan Terburuk: Tekstur dan Aroma yang Ekstrem
Di sisi lain, daftar makanan dengan skor terendah biasanya ditempati oleh hidangan yang memiliki profil rasa yang terlalu tajam bagi lidah internasional atau metode pengawetan yang dianggap “berlebihan”.
- Blodpalt (Finlandia/Swedia): Pangsit darah ini sering dianggap terlalu berat dan memiliki rasa besi yang kuat dari darah rusa kutub.
- Bocadillo de Sardinas (Spanyol): Meski tampak sederhana, kombinasi sarden kalengan berminyak dalam roti kering dinilai kurang menggugah selera bagi penilai global.
- Calskrove (Swedia): Sebuah anomali kuliner di mana piza calzone diisi burger dan kentang goreng. Skor rendahnya disebabkan oleh kandungan kalori yang ekstrem dan percampuran rasa yang kacau.
- Angulas a la Cazuela (Spanyol): Bayi belut yang menyerupai cacing putih kecil seringkali memberikan tantangan psikologis bagi mereka yang tidak terbiasa melihat bentuknya.
- Jellied Eels (Inggris): Hidangan klasik London ini dikritik karena tekstur jeli yang dingin dan licin, serta rasa belut rebus yang hambar.
- Ramen Burger (Amerika Serikat): Dinilai sebagai kegagalan eksperimen “fusion” karena tekstur mi goreng yang keras tidak mampu menandingi kelembutan roti burger asli.
- Chapalele (Chili): Sering dikeluhkan karena teksturnya yang sangat padat dan berat di perut, membuatnya sulit dinikmati dalam porsi besar.
- Faves a la Catalana (Spanyol): Hidangan kacang ini masuk daftar karena kombinasi bahan jeroan dan lemak babi yang seringkali dirasa terlalu berminyak.
- Thorramatur (Islandia): Paket makanan tradisional ini mencakup hiu busuk (Hakarl). Aroma amonia yang menyengat menjadi alasan utama skornya merosot tajam.
- Kaeng Tai Pla (Thailand): Meski Thailand memiliki banyak makanan lezat, kari jeroan ikan ini dinilai terlalu pedas dan berbau amis yang menusuk bagi banyak orang.
Eksplorasi Kuliner Indonesia di Mata Dunia
Indonesia patut berbangga dengan masuknya Rawon di jajaran elit 10 besar. Namun, data TasteAtlas Januari 2025 juga memberikan catatan kritis pada dua hidangan lokal lainnya.
Tinutuan atau Bubur Manado menduduki peringkat ke-16 terbawah dengan skor 2,3. Hal ini kemungkinan dipicu oleh subjektivitas penilai asing terhadap bubur sayur yang memiliki konsistensi sangat lunak.
Sementara itu, Paniki (kelelawar santan) berada di urutan ke-36 makanan terburuk karena aspek bahan baku yang dianggap tidak lazim secara global.
Validasi Data dan Sumber Terpercaya
Pemeringkatan ini dapat divalidasi langsung melalui situs resmi TasteAtlas yang menggunakan sistem algoritma unik untuk menyaring ulasan yang tidak kredibel.
Anda dapat melihat visualisasi grafis dan ulasan lengkap para ahli melalui tautan video ulasan kuliner di kanal resmi TasteAtlas di YouTube. Informasi ini menjadi acuan penting bagi para food traveler yang ingin menjelajahi makanan terlezat dan terburuk dunia 2025 dengan panduan yang lebih objektif.
Baca Juga : 10 Ramen dan Mi Instan Terenak di Dunia Versi The Ramen Rater 2025













