Infomalangcom – Kebiasaan main HP sampai larut malam semakin umum terjadi, terutama sejak meningkatnya penggunaan media sosial dan platform streaming.
Banyak orang tidak sadar waktu saat scrolling sebelum tidur. Padahal, kebiasaan ini dapat memicu berbagai risiko kesehatan yang berdampak jangka panjang.
Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam per malam untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.
Namun, paparan cahaya biru dari layar ponsel dan kebiasaan begadang dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius.
Berikut empat risiko kesehatan yang mengintai jika sering tidur larut malam sambil bermain HP.
Gangguan Kualitas Tidur dan Insomnia
Paparan cahaya biru dari layar ponsel terbukti dapat menekan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk.
Menurut Harvard Medical School, cahaya biru memiliki efek paling kuat dalam menghambat melatonin dibandingkan jenis cahaya lainnya.
Ketika produksi melatonin terganggu, tubuh sulit memasuki fase tidur nyenyak. Akibatnya, meskipun seseorang tidur selama beberapa jam, kualitas tidurnya menurun. Kondisi ini bisa berkembang menjadi insomnia kronis jika kebiasaan begadang terus dilakukan.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyebutkan bahwa kurang tidur secara rutin meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan gangguan jantung.
Dengan kata lain, kebiasaan sederhana seperti bermain HP sebelum tidur dapat berdampak luas pada kesehatan tubuh.
Baca Juga : Menu MBG di Kota Malang Diubah Jadi Makanan Kering Saat Ramadhan 2026
Penurunan Konsentrasi dan Daya Ingat
Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga memengaruhi fungsi kognitif. National Institute of Neurological Disorders and Stroke menjelaskan bahwa tidur berperan penting dalam proses konsolidasi memori, yaitu proses penyimpanan informasi di otak.
Jika seseorang sering tidur larut malam, kemampuan fokus dan daya ingat bisa menurun. Hal ini berdampak pada produktivitas kerja maupun prestasi akademik.
Rasa kantuk di siang hari juga meningkatkan risiko kesalahan kerja dan kecelakaan, terutama bagi pengendara atau pekerja yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Health menunjukkan bahwa kurang tidur kronis berhubungan dengan penurunan performa kognitif jangka panjang. Oleh karena itu, menjaga pola tidur teratur sangat penting untuk kesehatan otak.
Risiko Gangguan Mental
Tidur yang tidak cukup memiliki hubungan erat dengan kesehatan mental. American Psychological Association menyebutkan bahwa kurang tidur dapat memperburuk gejala stres, kecemasan, dan depresi.
Begadang sambil bermain HP juga sering dikaitkan dengan paparan konten berlebihan di media sosial. Aktivitas ini dapat memicu overthinking, kecemasan sosial, dan tekanan psikologis tanpa disadari. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, keseimbangan emosional bisa terganggu.
Selain itu, ritme sirkadian yang terganggu dapat memengaruhi regulasi hormon stres seperti kortisol. Ketidakseimbangan hormon ini berkontribusi terhadap perubahan suasana hati dan penurunan energi sepanjang hari.
Gangguan Kesehatan Mata dan Postur Tubuh
Menatap layar ponsel dalam waktu lama, terutama di ruangan gelap, dapat menyebabkan digital eye strain atau kelelahan mata digital.
American Optometric Association menjelaskan bahwa gejalanya meliputi mata kering, penglihatan kabur, dan sakit kepala.
Selain itu, posisi bermain HP sambil rebahan sering kali membuat leher menunduk dalam waktu lama. Kondisi ini dikenal sebagai text neck, yaitu gangguan postur akibat tekanan berlebih pada tulang leher. Jika dilakukan terus-menerus, bisa menyebabkan nyeri kronis pada leher dan punggung.
Kurang tidur juga memperlambat proses regenerasi sel tubuh, termasuk sel kulit. Tidak heran jika kebiasaan begadang sering dikaitkan dengan kulit kusam dan munculnya lingkaran hitam di bawah mata.
Cara Mengurangi Kebiasaan Begadang Main HP
Untuk mencegah berbagai risiko tersebut, penting membatasi penggunaan HP sebelum tidur. National Sleep Foundation menyarankan menghentikan penggunaan perangkat elektronik setidaknya 30–60 menit sebelum waktu tidur.
Mengaktifkan fitur night mode atau filter cahaya biru dapat membantu, tetapi tetap tidak menggantikan kebutuhan untuk benar-benar menjauh dari layar. Cobalah mengganti kebiasaan scrolling dengan membaca buku fisik atau melakukan relaksasi ringan.
Menetapkan jadwal tidur yang konsisten setiap hari juga membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian secara alami.
Jika mengalami gangguan tidur berkepanjangan, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis profesional.
Kebiasaan main HP sampai larut malam mungkin terasa sepele, tetapi dampaknya terhadap tubuh tidak bisa diabaikan.
Dari gangguan tidur hingga risiko kesehatan mental, semuanya saling berkaitan. Dengan mengatur waktu penggunaan ponsel dan menjaga pola tidur yang sehat, kualitas hidup dapat meningkat secara signifikan dalam jangka panjang.
Baca Juga : Antisipasi Perang Sarung dan Balap Liar, Polresta Malang Kota Intensifkan Patroli Selama Ramadhan 2026












