Breaking

Kebocoran LPG Diduga Picu Kebakaran, Rumah Pedagang Cilok di Sukun Malang Hangus

Ahnaf muafa

13 January 2026

Kebocoran LPG Diduga Picu Kebakaran, Rumah Pedagang Cilok di Sukun Malang Hangus
Infomalang.com - Kebocoran LPG dilaporkan menjadi penyebab utama di balik musibah kebakaran hebat yang melanda kediaman seorang warga di kawasan Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada awal pekan ini.

Infomalang.com – Kebocoran LPG dilaporkan menjadi penyebab utama di balik musibah kebakaran hebat yang melanda kediaman seorang warga di kawasan Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada awal pekan ini.

Kejadian nahas tersebut menimpa sebuah rumah yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus pusat produksi seorang pedagang cilok lokal.

Secara mengejutkan, kobaran api dengan cepat melahap hampir seluruh bagian bangunan akibat adanya sambaran gas yang sudah memenuhi ruangan dapur yang sempit.

Dengan 1 insiden fatal ini, pemilik rumah harus merelakan seluruh aset dagangannya hangus tidak tersisa. Peristiwa memilukan ini kini menjadi peringatan keras bagi masyarakat luas akan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap kondisi instalasi tabung gas di lingkungan pemukiman padat penduduk.

Kronologi Ledakan dan Kobaran Api di Sukun

Insiden kebakaran ini bermula ketika pemilik rumah yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang cilok hendak memulai aktivitas persiapan produksi di pagi hari.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, sempat tercium aroma gas yang sangat menyengat sesaat sebelum api mulai berkobar.

Diduga kuat, terjadi kebocoran pada bagian selang atau regulator tabung LPG yang tidak disadari oleh penghuni rumah saat mereka mulai beraktivitas di area dapur.

Ketika pemantik kompor dinyalakan, seketika terjadi sambaran api yang memicu ledakan kecil hingga api merambat dengan sangat cepat ke bagian plafon bangunan.

Kondisi cuaca yang cukup berangin serta banyaknya material mudah terbakar di dalam rumah membuat upaya pemadaman mandiri oleh warga sekitar sempat menemui jalan buntu.

Warga di kawasan Sukun Malang segera bahu-membahu mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menunggu bantuan dari tim pemadam kebakaran tiba.

Kepanikan sempat melanda warga sekitar mengingat lokasi kebakaran berada di area pemukiman yang cukup rapat, sehingga kekhawatiran api merembet ke bangunan lain di sekitarnya sangatlah tinggi.

Respons Cepat Tim Pemadam Kebakaran Kota Malang

Sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang segera menerjunkan beberapa armada gajah merah ke lokasi kejadian.

Petugas harus berjuang ekstra keras karena akses menuju rumah pedagang cilok tersebut berada di area padat yang cukup menantang bagi manuver kendaraan besar.

Namun, berkat keahlian dan ketangkasan petugas di lapangan, api berhasil dilokalisir sehingga tidak meluas ke area pemukiman yang lebih luas.

Proses pemadaman berlangsung intensif hingga tahap pembasahan selesai dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang bersembunyi di balik reruntuhan bangunan.

Petugas juga melakukan evakuasi terhadap sisa tabung LPG yang berada di area dapur guna mencegah potensi bahaya lanjutan.

Kehadiran petugas kepolisian di lokasi juga memastikan bahwa area tersebut steril dari kerumunan warga, sekaligus memulai proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti dari kebocoran LPG tersebut dan menghitung total kerugian yang diderita korban.

Dampak Kerugian Material dan Nasib Usaha Korban

Dampak dari musibah ini sungguh memprihatinkan, terutama bagi keberlangsungan ekonomi keluarga korban. Selain struktur bangunan rumah yang hangus, peralatan produksi cilok serta stok bahan baku yang menjadi tumpuan nafkah sehari-hari juga dilaporkan rusak total.

Kerugian material ditaksir mencapai angka yang signifikan bagi ukuran pelaku usaha mikro. Kepercayaan publik terhadap pentingnya edukasi keamanan penggunaan gas LPG kini kembali menjadi sorotan utama bagi instansi terkait di Malang Raya.

Kehilangan tempat tinggal sekaligus modal usaha dalam waktu singkat merupakan beban yang sangat berat bagi pedagang kecil.

Saat ini, korban terpaksa mengungsi ke tempat kerabat sembari menunggu upaya pemulihan. Solidaritas warga sekitar mulai terlihat dengan adanya penggalangan bantuan sederhana guna meringankan duka korban.

Hal ini mencerminkan kuatnya ikatan sosial masyarakat Malang dalam menghadapi musibah yang menimpa sesama warga di lingkungannya.

Baca Juga:

Dinkes Kota Malang Catat 350 Kasus HIV Didominasi Mahasiswa

Edukasi Keamanan Gas dan Langkah Preventif

Tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga mengenai risiko penggunaan gas LPG di rumah tangga. Para ahli keselamatan menyarankan agar setiap pengguna melakukan pengecekan rutin pada kondisi selang dan regulator setiap beberapa bulan sekali.

Jika tercium bau gas yang menyengat, langkah pertama yang wajib diambil adalah membuka seluruh ventilasi udara dan dilarang menyalakan saklar listrik maupun api.

Kesadaran akan keselamatan kerja, terutama bagi pelaku UMKM kuliner, harus ditingkatkan agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Dinas terkait diharapkan dapat lebih masif dalam memberikan sosialisasi mengenai tata cara penanganan kebocoran gas sederhana.

Penggunaan alat pengaman tambahan seperti detektor gas atau memastikan sirkulasi udara dapur yang baik adalah investasi kecil yang mampu mencegah bencana besar.

Langkah preventif ini sangat krusial, terutama bagi pemukiman padat penduduk yang memiliki risiko perambatan api yang sangat cepat jika terjadi kebakaran.

Harapan Pemulihan Ekonomi bagi Korban

Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk memberikan bantuan sosial atau kemudahan akses permodalan bagi pedagang yang terdampak agar mereka bisa segera bangkit kembali.

Sektor UMKM seperti pedagang cilok adalah penggerak ekonomi kerakyatan yang perlu mendapatkan perlindungan di masa sulit.

Dengan adanya bantuan yang tepat sasaran, korban diharapkan dapat merenovasi tempat tinggal dan memulai kembali usahanya dengan standar keamanan yang lebih baik.

Mari kita jadikan peristiwa akibat kebocoran LPG di Sukun Malang ini sebagai momentum untuk lebih peduli terhadap keamanan dapur kita masing-masing.

Keselamatan diri dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Semoga keluarga pedagang cilok yang tertimpa musibah diberikan ketabahan dan kekuatan untuk segera pulih dari trauma serta memulai lembaran baru dengan penuh semangat.

Baca Juga:

Update Cuaca Jatim: Malang–Batu Selasa 13 Januari 2026, Kota Diguyur Hujan

Author Image

Author

Ahnaf muafa