InfoMalang – Proyek rehabilitasi ruas Jalan Gondanglegi–Balekambang terus dikebut untuk mencapai target penyelesaian pada Mei 2026. Pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur –Bali menegaskan bahwa proyek strategis ini menjadi prioritas karena ruas tersebut merupakan jalur utama menuju kawasan wisata pantai di Malang Selatan. Hingga 27 Juli 2025, progres pengerjaan dua trase yang dikerjakan sejak tahun 2024 tersebut telah melampaui 18 persen.
Rehabilitasi ini mencakup total panjang 30.485 kilometer yang dibagi menjadi dua lot pekerjaan. Lot 16A meliputi ruas Gondanglegi–Wonokerto sepanjang 16 kilometer, sementara Lot 16B meliputi Wonokerto–Balekambang dengan panjang 14.485 kilometer. “Lot 16A progresnya sudah mencapai 18,18 persen, sedangkan Lot 16B sudah 22,17 persen per 23 Juli 2025,” kata Achsan Asjhari, Humas BBPJN Jatim–Bali.
Baca Juga: 5 Prediksi Penting: Harga Emas Bayangkan Naik Pekan Ini Setelah Koreksi Awal
Proyek ini dimulai sejak Oktober 2024 dengan nilai investasi mencapai Rp 339 miliar yang bersumber dari pinjaman Islamic Development Bank (IsDB). Rinciannya, Lot 16A mendapat alokasi anggaran Rp 167 miliar, sedangkan Lot 16B menghabiskan Rp 172 miliar. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga mendukung berbagai pemeliharaan pekerjaan yang penting untuk keamanan dan kenyamanan pengguna.
Pekerjaan rehabilitasi yang dilakukan meliputi pelebaran jalan dari lebar awal 8 meter menjadi 11 meter, rekonstruksi jalan di sejumlah titik, penempatan dan pemeliharaan jembatan, pemasangan box culvert untuk drainase (u-ditch), hingga penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) berjenis LED. Namun, hingga akhir Juli 2025, kemajuan baru meliputi pemasangan saluran u-ditch, pasangan batu, galian pelebaran, dan pengaspalan aspal beton (AC-BC) di beberapa titik.
Target penyelesaian proyek ini tinggal menyisakan 304 hari kalender per 23 Juli 2025. Meski begitu, Achsan mengungkapkan bahwa ada kendala yang perlu segera dituntaskan, terutama terkait pembebasan lahan. “Progres pembiayaan lahan baru mencapai 70 persen. Pembebasan ini berjalan paralel dengan pekerjaan konstruksi,” ujarnya.
Data dari pemerintah menunjukkan bahwa ada total 891 bidang tanah yang harus dibebaskan untuk mendukung pelebaran jalan, yang tersebar di tiga kecamatan yakni Gondanglegi, Pagelaran, dan Bantur. Dari total tersebut, masih ada sekitar 97 bidang yang belum rampung proses ganti ruginya. Salah satu titik yang masih mengalami kendala adalah di Desa Rejosari dan Wonokerto di Kecamatan Bantur. “Di Rejosari, 90 persen warga sudah menerima ganti rugi, sedangkan di Wonokerto baru sekitar 50 persen,” ungkap Camat Bantur, Bayu Jatmiko.
Meski dihadapkan pada kendala, pemerintah optimistis proyek ini bisa selesai tepat waktu. Upaya negosiasi dengan pemilik lahan terus dilakukan, dilakukan dengan koordinasi lintas instansi agar penyelesaian lahan berjalan lebih cepat. Penyelesaian masalah lahan ini menjadi krusial karena tanpa akses penuh di titik-titik strategis, pengerjaan konstruksi tidak bisa maksimal.
Rehabilitasi jalan ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian kawasan selatan Malang. Jalan Gondanglegi–Balekambang menjadi jalur vital bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi unggulan seperti Pantai Balekambang. Dengan perbaikan ini, waktu tempuh dari pusat kota menuju pantai diperkirakan akan berkurang secara signifikan, meningkatkan kenyamanan dan keamanan perjalanan wisatawan.
Tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, perbaikan jalan ini juga akan membantu memperlancar distribusi hasil bumi dari wilayah selatan hingga pusat kota. Dengan jalur transportasi yang lebih baik, biaya logistik dapat ditekan sehingga keuntungan petani dan pelaku usaha lokal meningkat. “Jalan ini adalah nadi perekonomian bagi warga di tiga kecamatan. Jika selesai, pergerakan barang dan jasa akan jauh lebih mudah,” ujar salah satu tokoh masyarakat Pagelaran.
Secara jangka panjang, proyek ini menjadi investasi besar bagi pertumbuhan wilayah Malang Selatan. Infrastruktur yang memadai akan membuka peluang lebih luas bagi investor di sektor pariwisata dan pendukung bisnis lainnya. Penerangan jalan LED juga diyakini meningkatkan keamanan pengguna jalan, khususnya di malam hari.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, proyek rehabilitasi ini diharapkan menjadi tidak penting dalam memperkuat konektivitas Malang. Penyelesaian proyek tepat waktu pada Mei 2026 akan menjadi kunci keberhasilan dalam mendorong pariwisata dan ekonomi lokal. Warga pun berharap agar proses pengampunan lahan segera tuntas sehingga tidak menghambat pengerjaan di lapangan.













