Breaking

Libur Sekolah Dongkrak Okupansi Hotel di Malang dan Banyuwangi

Infomalang – Momen libur sekolah menjadi salah satu waktu yang paling dinanti masyarakat, khususnya keluarga yang ingin mengajak anak-anak mereka berlibur. Fenomena ini secara signifikan membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di berbagai daerah wisata, termasuk Malang dan Banyuwangi.

Dari pantauan terbaru, tingkat okupansi hotel di dua daerah wisata unggulan tersebut menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Meski belum mencapai puncak, lonjakan jumlah tamu mulai terlihat sejak awal liburan sekolah berlangsung.

Hotel di Daerah Wisata Mulai Padat

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, Dwi Cahyono, menyebutkan bahwa rata-rata tingkat okupansi hotel di Jawa Timur telah mencapai angka 55 persen.

Bahkan, untuk beberapa daerah wisata populer seperti Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Banyuwangi, tingkat keterisian hotel sudah menembus 60 persen.

“Kalau melihat tren saat ini, kami optimistis okupansi hotel akan terus meningkat hingga akhir masa libur sekolah pada 12 Juli mendatang,” ujar Dwi Cahyono di Surabaya, Minggu (29/6/2025).

Ia menjelaskan, momen libur sekolah menjadi peluang emas bagi pelaku usaha perhotelan untuk memaksimalkan pendapatan. Peningkatan okupansi tidak hanya terjadi di hotel-hotel berbintang, namun juga penginapan skala menengah dan kecil yang tersebar di kawasan wisata.

Malang dan Banyuwangi Jadi Primadona

Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik selama libur sekolah. Udaranya yang sejuk serta keberagaman tempat wisata keluarga seperti Jatim Park 1-3, Santerra De Laponte, Museum Angkut, dan Pantai Balekambang menjadikan daerah ini sebagai destinasi favorit.

Sementara itu, Kabupaten Banyuwangi juga tak kalah menarik. Keindahan Gunung Ijen, De Djawatan Forest, hingga pantai-pantai eksotis seperti Pulau Merah dan Teluk Hijau menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyukai wisata alam dan petualangan. Selain itu, daerah tetangga seperti Pasuruan dengan Gunung Bromo dan Arjuno juga ikut kebanjiran pengunjung.

“Destinasi seperti Malang dan Banyuwangi memang selalu menjadi favorit keluarga. Selain tempat wisatanya banyak, akses menuju lokasi juga semakin mudah,” imbuh Dwi.

Baca Juga: Paket Wisata Malang 2 Hari 1 Malam Bersama Joglo Wisata: Liburan Seru dan Berkesan

Strategi Hotel Tarik Kunjungan

Untuk mendukung peningkatan kunjungan selama libur sekolah, para pengelola hotel telah menyiapkan berbagai strategi promosi. Mulai dari potongan harga menginap, paket bundling dengan tiket wisata, hingga penyelenggaraan event keluarga di area hotel.

Menurut Dwi Cahyono, strategi pemasaran yang diarahkan pada wisatawan keluarga terbukti cukup efektif. Banyak hotel juga menyediakan fasilitas ramah anak seperti taman bermain, kids club, hingga kolam renang tematik.

“Hotel-hotel juga mulai berlomba-lomba memberikan layanan ekstra, karena libur sekolah adalah momentum penting dalam menghidupkan industri pariwisata daerah,” jelasnya.

Target Okupansi 80 Persen

Meskipun saat ini angka okupansi baru berada di kisaran 60 persen, PHRI Jawa Timur masih optimistis bahwa target okupansi hotel di seluruh Jawa Timur dapat mencapai 80 persen menjelang akhir masa liburan sekolah.

Menurut Dwi, puncak liburan biasanya terjadi pada minggu kedua atau akhir libur, saat sebagian besar keluarga baru mulai melakukan perjalanan wisata.

“Target 80 persen masih realistis. Apalagi daerah wisata utama seperti Batu, Malang, dan Banyuwangi akan semakin padat menjelang akhir masa libur,” tegasnya.

Pihak PHRI juga terus mendorong kolaborasi antara pelaku industri pariwisata dengan pemerintah daerah agar destinasi wisata tetap nyaman dan aman selama musim liburan. Termasuk di dalamnya pengaturan lalu lintas, penambahan tempat parkir, dan kebersihan tempat wisata.

Harapan untuk Pemulihan Pariwisata

Libur sekolah tahun ini menjadi angin segar bagi sektor perhotelan dan pariwisata, terutama setelah masa pemulihan pascapandemi. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, diharapkan industri pariwisata dapat kembali tumbuh stabil dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Peningkatan okupansi hotel di Malang dan Banyuwangi menjadi indikator positif bahwa tren wisata domestik terus bergerak ke arah pemulihan yang lebih baik. Harapannya, semangat ini dapat dipertahankan tidak hanya saat libur sekolah, tetapi juga di momentum-momentum wisata lainnya sepanjang tahun.

Baca Juga: Nikmati Liburan Nyaman dengan Sewa Mobil di Malang Bersama ERC Trans