Jalan Muharto di Kota Malang kembali mengalami masalah dengan munculnya lubang baru pada 24 Oktober lalu, di sisi selatan jalan yang sebelumnya sudah mengalami ambles pada 20 Oktober. Peristiwa ini terjadi tepat di depan gapura Gang VI, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing. Jalan berlubang ini memiliki panjang sekitar 50 sentimeter, lebar 40 sentimeter, dan kedalaman 30 sentimeter. Kasus ini menjadi perhatian serius karena berada di jalan utama yang sering dilalui kendaraan warga setempat.
Penyebab Lubang Baru dan Tindakan Cepat PDAM
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, R. Dandung Djulharjanto, mengungkapkan bahwa penyebab lubang baru di sisi selatan ini diduga karena adanya kebocoran pipa milik PDAM. Kebocoran tersebut dianggap memperburuk kondisi jalan hingga terjadi ambles. Direktur Bidang Teknik Perumda Tugu Tirta (PDAM) Kota Malang, Muhammad Fauzan Indrawan, menjelaskan bahwa terdapat dua pipa berukuran 1,5 inci dan dua inci yang rusak akibat patahan di jalan. Fauzan menegaskan, jalan berlubang ini bukan diakibatkan oleh pipa, tetapi justru sebaliknya, jalan yang rusak menyentuh pipa PDAM dan menyebabkan kebocoran.
Tim dari PDAM langsung bergerak cepat dengan melakukan perbaikan sambungan pipa yang patah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memulihkan pasokan air. Selama proses perbaikan berlangsung, aliran air ke warga sempat terhenti sekitar satu jam. Setelah perbaikan rampung, tim memastikan bahwa jalan berlubang tersebut telah ditutup untuk menghindari kecelakaan. Fauzan menyatakan bahwa PDAM sudah menyelesaikan perbaikan pipa, dan upaya penyambungan pipa yang patah berhasil mengembalikan aliran air seperti semula.
Baca Juga : Agro Wisata Petik Apel, Sensasi Menyenangkan di Kebun Apel Malang
Proses Perbaikan Jalan Muharto yang Ambles
Perbaikan jalan di lokasi ambles yang pertama, tepat di sisi utara, hingga kini masih berlanjut sejak 21 Oktober. Jalan tersebut mengalami kerusakan dengan panjang sembilan meter, lebar dua meter, dan kedalaman 1,5 meter. Pihak DPUPRPKP mengidentifikasi bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh drainase beton yang telah berusia lebih dari 20 tahun dan mulai rapuh. Oleh karena itu, untuk mencegah ambles berulang, DPUPRPKP memutuskan untuk mengganti drainase beton lama dengan box culvert yang lebih kuat.
Setelah seluruh box culvert selesai dipasang, bagian permukaan jalan langsung ditutup dengan cor agar bisa kembali digunakan oleh pengendara. Proses perbaikan ini diperkirakan memerlukan beberapa hari lagi untuk benar-benar rampung, dan masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di Jalan Muharto. Masalah amblesnya jalan di Kota Malang ini diharapkan bisa segera ditangani agar tidak mengganggu lalu lintas di sekitar.
Baca Juga : Taman Selecta, Tempat Wisata Alam yang Menyegarkan













