Breaking

Mahasiswa Baru UIN Maliki Malang Ikuti PBAK, Perkuat Karakter dan Akademik

infomalang.com/ – Sebanyak 4.971 mahasiswa baru secara resmi mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan  (PBAK), sebuah tradisi penting di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Momentum awal tahun akademik 2025/2026 disambut meriah oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Acara ini bukan sekadar ajang penyambutan, melainkan sebuah forum strategis yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan fondasi akademik dan kepemimpinan yang kuat. Kehadiran ribuan mahasiswa baru dari tujuh fakultas dan puluhan program studi menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi berbasis keislaman modern di salah satu kampus terkemuka di Indonesia.

PBAK tahun ini dibagi dalam dua kelompok besar untuk menampung jumlah peserta yang masif: 3.645 mahasiswa di Aula Kampus I dan 1.326 mahasiswa di Aula Kampus III. Pembagian ini memastikan setiap mahasiswa mendapatkan pengalaman yang optimal dan dapat menyerap materi yang diberikan dengan baik.

Kegiatan ini juga menjadi panggung bagi para tokoh nasional untuk memberikan orasi dan motivasi, salah satunya dari Kementerian Agama yang memegang peran sentral dalam penyelenggaraan PTKIN.

Penguatan Kepemimpinan Mahasiswa sebagai Pilar Utama

Salah satu poin penting dari PBAK tahun ini adalah pembekalan tentang kepemimpinan mahasiswa. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Ruchman Basori, hadir langsung untuk memberikan orasi kebangsaan yang sangat inspiratif.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepemimpinan yang mampu merespons isu-isu kebangsaan dan kemanusiaan.

Menurutnya, mahasiswa berperan sebagai katalisator yang menjembatani kepentingan rakyat dengan negara. Oleh sebab itu, kepemimpinan menjadi aspek krusial dalam proses pembentukan karakter mahasiswa. Ruchman menggarisbawahi empat peran penting yang harus dimiliki mahasiswa dalam konteks kepemimpinan, yaitu:

  • Menjadi pribadi yang berpengaruh (becoming influential). Artinya, seorang pemimpin harus mampu memberikan dampak positif dan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.
  • Membangun kerja sama dan kolaborasi (facilitating teamwork & collaboration). Di era yang kompleks ini, masalah tidak bisa diselesaikan sendirian. Kemampuan bekerja sama adalah kunci.
  • Menjadi katalisator serta mampu mengelola konflik (being catalyst and managing conflict). Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan mediator dalam berbagai situasi.
  • Mengembangkan orang lain melalui komunikasi yang baik (developing others and good communication). Seorang pemimpin sejati adalah mereka yang mampu memberdayakan orang lain.

Pesan-pesan ini diterima dengan antusias oleh ribuan mahasiswa baru, yang tampak serius menyimak setiap kata. Mereka menyadari bahwa dunia perkuliahan adalah tempat terbaik untuk mengasah keterampilan ini, tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kegiatan akademik.

Baca Juga: SMAN 8 Kota Malang Gelar Upacara HUT ke-80 RI di Jalan Veteran

Ajakan Menjadi Aktivis dan Penerima Beasiswa

Dalam kesempatan tersebut, Ruchman juga mengajak mahasiswa baru untuk aktif di organisasi kemahasiswaan. Aktivitas organisasi dipandang sebagai sarana berlatih kepemimpinan, membangun jejaring, dan meningkatkan keterampilan sosial. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara peran akademik dan peran sosial, karena keduanya saling melengkapi untuk membentuk pribadi yang utuh.

Selain itu, sebagai Kepala PUSPENMA yang membidangi urusan beasiswa di Kementerian Agama, Ruchman memperkenalkan program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa yang lulus tepat waktu untuk melanjutkan studi S2, baik di dalam maupun luar negeri.

Menurut Kepala PUSPENMA, penting bagi generasi muda Indonesia untuk mengejar jenjang pendidikan tinggi karena rasio lulusan magister dan doktor di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand. “Kita harus berani bermimpi dan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan ini. Beasiswa adalah jembatan yang akan membawa kalian ke sana,” katanya.

Ruchman juga mengingatkan bahwa untuk meraih beasiswa tersebut, mahasiswa sejak dini perlu mempersiapkan diri dengan meningkatkan kemampuan bahasa asing, baik Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab, serta menjaga kualitas akademik yang tinggi. Tawaran beasiswa ini pun disambut antusias oleh ribuan mahasiswa baru yang hadir, banyak dari mereka langsung mencatat tips-tips yang diberikan.

Orasi dan Motivasi dari Berbagai Tokoh

Orasi dengan tema “Kepemimpinan dan Motivasi Akademik Berkelanjutan” disampaikan di Gedung H.M. Soeharto Student Center Kampus I UIN Maliki Malang. Acara ini dimoderatori oleh Faridatun Nikmah, Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), yang memandu jalannya sesi dengan apik.

Sementara itu, di Aula Kampus III, hadir narasumber lain yang tidak kalah inspiratif, yakni Luluk Nur Hamidah, Ketua Umum Alumni PB KOPRI sekaligus mantan anggota DPR RI. Kehadiran berbagai tokoh ini menunjukkan keseriusan UIN Maliki Malang dalam memberikan pembekalan yang komprehensif.

Dalam penutup orasinya, Ruchman berpesan agar mahasiswa baru memperkuat tradisi akademik di kampus. Beberapa di antaranya adalah rajin membaca buku, aktif menghadiri seminar, mengikuti bedah buku, hingga terlibat dalam berbagai workshop. “Jangan hanya puas dengan materi yang didapat di kelas. Jadilah pribadi yang haus akan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya silaturahmi dengan para akademisi dan intelektual serta memperkuat peran sosial di masyarakat. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya akan menjadi cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Harapan untuk Generasi Emas UIN Malang

PBAK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun ini bukan sekadar acara penyambutan, melainkan momentum strategis untuk membentuk mahasiswa yang unggul, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Dengan bekal kepemimpinan dari Kementerian Agama, diharapkan ribuan mahasiswa baru dapat menjalani proses akademik secara optimal, lulus tepat waktu, serta mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Dengan semangat kebersamaan dan bekal yang telah diberikan, PBAK 2025/2026 menjadi pintu awal bagi mahasiswa UIN Maliki Malang untuk mengukir prestasi, memperluas jejaring, serta mempersiapkan diri menuju generasi emas Indonesia yang akan memimpin di masa depan.

Baca Juga: Hari Pramuka ke-64, Kota Malang Kukuhkan 870 Anggota Pramuka Baru