infomalangcom – Kota Malang bersiap menjadi pusat kegiatan besar dalam rangkaian Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Untuk memastikan agenda berlangsung aman dan tertib, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang menyatakan kesiapan mengawal pelaksanaan Mujahadah Kubro yang diperkirakan dihadiri lebih dari 100 ribu jamaah.
Kesiapan tersebut tidak hanya diarahkan pada pengamanan lokasi kegiatan, tetapi juga menjaga ketertiban fasilitas publik dan membantu menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat.
Kasatpol PP Kota Malang, H. Heru Mulyono, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan pola pengamanan berlapis dengan sistem dua shift setiap hari.
Menurut Heru, setiap shift akan diperkuat satu regu berisi sekitar delapan hingga sepuluh personel. Koordinasi juga dilakukan bersama Satpol PP Kabupaten Malang dan Kota Batu, sembari menyesuaikan arahan teknis dari Polresta Malang Kota serta panitia besar Harlah NU.
“Secara keseluruhan, ada 100 personel Satpol PP dan 20 personel Damkar yang kami terjunkan khusus untuk rangkaian Harlah ini,” ujar Heru dalam pemberitaan Harian Bhirawa.
Pengerahan personel tersebut menunjukkan bahwa pengamanan kegiatan berskala besar membutuhkan koordinasi lintas unsur.
Selain aparat pemerintah, pengamanan juga melibatkan unsur masyarakat. Satpol PP disebut akan berkolaborasi dengan sedikitnya 500 personel Banser dari PWNU serta ratusan anggota Pemuda Pancasila dari wilayah Malang Raya.
Baca Juga: Arema FC dan Marcos Santos, Janji Besar yang Akan Dibuktikan di Lapangan
Strategi Pengamanan dan Ketertiban Selama Harlah NU
Satpol PP juga menyiapkan personel cadangan yang berjaga di Balai Kota Malang untuk mengantisipasi keadaan darurat atau gangguan keamanan setelah pukul 23.00 WIB.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan petugas selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Heru menegaskan bahwa ketertiban fasilitas publik tetap menjadi perhatian. Taman kota diimbau tidak digunakan untuk aktivitas yang dapat mengganggu estetika dan ketertiban umum.
Penertiban terhadap pedagang kaki lima ilegal di sejumlah titik krusial juga menjadi bagian dari perhatian petugas.
Dari sisi pengamanan keseluruhan, persiapan dilakukan secara lebih luas. Polresta Malang Kota sebelumnya menggelar Tactical Floor Game untuk menyamakan strategi antarpersonel dan unsur pelayanan lintas instansi.
Kegiatan tersebut berkaitan dengan agenda Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026.
Polresta Malang Kota menyiapkan 4.081 personel gabungan untuk mengawal rangkaian kegiatan. Pengamanan mencakup pengaturan pergerakan jamaah, sterilisasi lokasi, jalur keluar-masuk, hingga penanganan keadaan darurat. Delapan pos juga disiapkan, terdiri atas tujuh pos pengamanan dan satu pos pelayanan.
Data yang diberitakan Malang Times menunjukkan jumlah peserta yang tercatat hingga 6 Februari 2026 mencapai 104.541 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Besarnya jumlah peserta menjadi salah satu alasan pentingnya pengaturan keamanan, mobilitas, dan pelayanan secara terkoordinasi.
Bagi masyarakat, kesiapan aparat diharapkan dapat menjaga kegiatan keagamaan berlangsung tertib tanpa mengabaikan kenyamanan warga sekitar.
Kolaborasi antarlembaga juga menjadi faktor penting karena pengamanan massa dalam jumlah besar tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi.
Heru menyampaikan bahwa semangat utama peringatan satu abad NU adalah nilai religius dan kedamaian. Karena itu, Satpol PP ingin memastikan jamaah dapat beribadah dengan tenang, tertib, dan nyaman selama berada di Kota Malang.
Masyarakat dan jamaah juga diharapkan ikut menjaga kebersihan serta ketertiban selama kegiatan.
Dengan koordinasi pemerintah, aparat keamanan, panitia, dan unsur masyarakat, pengamanan Harlah 1 Abad NU diharapkan berjalan lancar sekaligus menjaga citra Kota Malang sebagai tuan rumah kegiatan nasional.
Persiapan tersebut memperlihatkan bahwa keamanan acara besar bukan hanya mengenai jumlah personel, melainkan juga pembagian tugas, komunikasi, kesiapan menghadapi situasi darurat, serta pengelolaan ruang publik.
Pendekatan terkoordinasi menjadi penting agar kegiatan berlangsung khidmat dan aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan secara tertib.
Keberadaan pos pengamanan dan pelayanan juga membantu petugas merespons kebutuhan jamaah di lapangan.
Dalam kegiatan dengan jumlah peserta besar, informasi yang jelas, akses layanan, dan pengaturan arus menjadi bagian penting dari keselamatan publik.
Karena itu, kesiapan Satpol PP bersama unsur lainnya tidak hanya berfungsi sebagai tindakan pengawasan, tetapi juga mendukung kelancaran pelayanan selama seluruh rangkaian acara berlangsung di berbagai titik Kota Malang.
Baca Juga: Pasar Takjil Suhat Malang Membludak, Jadi Buruan Warga Berburu Kuliner Ramadan













