Infomalangcom – Malang tidak hanya soal apel dan hawa dinginnya, tapi juga tentang petualangan rasa yang tidak menguras kantong.
Bagi Anda yang sering bingung mencari menu sarapan yang pas di kantong namun memiliki kualitas rasa bintang lima, jawabannya ada di satu titik ikonik di kawasan Soekarno-Hatta.
Bubur Ayam Abah Odil bukan sekadar tempat makan; ini adalah destinasi wajib bagi pecinta kuliner yang mendambakan kehangatan dalam semangkuk bubur khas Tasikmalaya yang autentik di tengah dinginnya Kota Malang.
Berdiri sejak tahun 2004, Bubur Ayam Abah Odil telah berhasil membangun reputasi yang solid berkat konsistensi rasa dan kualitas bahan yang selalu terjaga.
Keistimewaan utamanya terletak pada tekstur bubur yang kental dan gurih alami tanpa perlu siraman kuah kuning, sebuah ciri khas autentik Tasikmalaya yang jarang ditemukan di tempat lain.
Dengan pilihan porsi yang fleksibel—mulai dari porsi setengah hingga jumbo—serta aneka pendamping seperti sate puyuh dan kerupuk yang melimpah, tempat ini menjadi bukti nyata bahwa kemewahan rasa tidak harus dibayar mahal, menjadikannya standar emas bagi sarapan pagi yang memuaskan di Malang.
Mengapa Harus Bubur Ayam Abah Odil?
Didirikan oleh Ate Rushendi atau yang akrab disapa Abah Odil sejak tahun 2004, tempat ini telah berhasil mematahkan anggapan bahwa bubur adalah “makanan orang sakit”.
Dengan konsep bubur tanpa kuah kuning, Abah Odil menawarkan tekstur bubur yang sangat kental dan sudah memiliki rasa gurih kaldu yang meresap hingga ke butiran nasi terdalam.
Inilah yang menjadi kunci utama mengapa banyak wisatawan maupun warga lokal rela mengantre sejak fajar menyingsing.
Karakteristik utama bubur ini terletak pada konsistensi teksturnya. Jika biasanya bubur ayam di Jakarta atau Surabaya menggunakan kuah kuning untuk memberikan rasa, di sini bumbu rahasia sudah dimasak bersama buburnya.
Hasilnya adalah rasa gurih yang solid, konsisten, dan tidak “becek”. Pengalaman makan di sini terasa mewah bukan karena harga bahan bakunya yang mahal, melainkan karena eksekusi teknik masak tradisional yang dijaga selama puluhan tahun.
Menu dan Harga: Kenyang Tanpa Bikin Kantong Bolong
Salah satu daya tarik utama yang membuat tempat ini selalu ramai adalah harganya yang sangat bersahabat.
Dengan anggaran sekitar Rp15.000, Anda sudah bisa menikmati satu porsi bubur ayam yang cukup untuk mengganjal perut hingga siang hari. Berikut adalah rincian porsi yang bisa Anda pilih:
- Porsi Setengah: Cocok bagi Anda yang memiliki kapasitas perut kecil namun ingin tetap sarapan enak.
- Porsi Biasa: Porsi standar yang sudah sangat mengenyangkan dengan taburan topping melimpah.
- Porsi Istimewa/Jumbo: Bagi Anda yang benar-benar lapar, porsi ini hadir dengan mangkuk yang penuh sesak oleh topping ayam dan cakwe.
Meskipun harganya terjangkau, kualitas toppingnya tidak main-main. Ayam yang digunakan adalah ayam segar yang disuwir halus, ditambah dengan kacang kedelai goreng yang renyah, seledri, bawang goreng, dan kerupuk yang melimpah.
Tidak heran jika banyak mahasiswa di sekitar Universitas Brawijaya menjadikan tempat ini sebagai “penyelamat” di tanggal tua namun tetap ingin makan enak.
Baca Juga :
Juara! Ini Dia Rekomendasi Bakso Malang Terenak yang Wajib Dicoba Rating 10/10
Topping Pendamping yang Menggugah Selera
Kemewahan makan di Bubur Ayam Abah Odil akan terasa lengkap jika Anda menambahkan aneka sate-satean.
Di atas meja panjang, tersaji pilihan sate usus, sate ati ampela, hingga sate telur puyuh yang dibumbui kecap meresap sempurna.
Jangan lewatkan pula Camilan Khas Sunda seperti cireng dan combro yang seringkali masih hangat saat disajikan.
Perpaduan antara bubur yang lembut dengan tekstur sate yang kenyal menciptakan harmoni rasa yang luar biasa di mulut.
Keunikan lainnya adalah penyajian teh tawar hangat secara cuma-cuma yang memberikan sensasi menenangkan setelah menyantap makanan gurih.
Inilah definisi mewah yang sesungguhnya: rasa yang maksimal dengan pelayanan yang ramah dan harga yang masuk akal.
Lokasi Strategis dan Jam Operasional
Bagi Anda yang ingin berkunjung, pusat Bubur Ayam Abah Odil terletak di Ruko Griya Shanta Eksekutif, Jl. Soekarno Hatta.
Lokasinya sangat strategis karena berada di pusat keramaian dan pendidikan di Malang. Selain di Suhat, mereka juga memiliki cabang di beberapa titik seperti Jl. Semeru, Jl. Veteran, hingga wilayah Dau dan Karangploso.
Tempat ini mulai melayani pelanggan dari jam 06.00 hingga 21.00 WIB. Namun, sangat disarankan untuk datang sebelum jam 9 pagi jika Anda tidak ingin kehabisan atau mengantre terlalu lama, terutama pada akhir pekan.
Suasana riuh rendah pembeli yang dipadukan dengan kecepatan pelayanan staf di sana menjadi pemandangan menarik tersendiri yang menunjukkan kredibilitas tempat makan ini.
Baca Juga :
Bukan Sembarang Bakso! Rahasia Lezat Bakso Bakar Malang Langganan Wisatawan














