Infomalang.com – Pemerintah Kabupaten Malang terus berupaya mengoptimalkan potensi garam tunnel di wilayah pesisir selatan sebagai sumber ekonomi baru yang menjanjikan.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, strategi kolaborasi dengan pihak swasta dan investor menjadi pilihan realistis agar pengembangan garam tunnel dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Pendekatan ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mendorong hilirisasi produk lokal sehingga memiliki nilai tambah lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional.
Potensi Garam Tunnel yang Terus Berkembang
Garam tunnel merupakan metode produksi garam yang memanfaatkan rumah kristalisasi berbentuk terowongan untuk mempercepat proses penguapan air laut.
Sistem ini memungkinkan produksi garam berlangsung lebih stabil karena terlindung dari hujan dan gangguan cuaca ekstrem.
Di Kabupaten Malang, metode ini telah dikembangkan di sejumlah wilayah pesisir selatan, seperti kawasan Pantai Modangan dan Desa Gajahrejo di Kecamatan Gedangan. Produksi yang dihasilkan dari sistem tunnel dikenal lebih bersih dan berkualitas dibandingkan cara konvensional.
Seiring meningkatnya pengalaman petani garam lokal dalam mengoperasikan teknologi ini, volume produksi juga menunjukkan tren naik.
Bahkan, potensi produksi dari beberapa lokasi dinilai cukup untuk memenuhi sebagian kebutuhan pasar nasional.
Inilah yang membuat pemerintah daerah memandang garam tunnel sebagai komoditas strategis yang patut dikembangkan secara serius dan terstruktur.
Keterbatasan Anggaran Menjadi Tantangan
Meski memiliki potensi besar, pengembangan garam tunnel membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Fasilitas produksi, pengolahan pascapanen, penyimpanan, serta pengemasan modern memerlukan modal ratusan juta rupiah.
Sementara itu, kemampuan APBD Kabupaten Malang masih terbatas untuk membiayai seluruh kebutuhan tersebut secara mandiri. Kondisi ini membuat pengembangan skala besar sulit diwujudkan jika hanya mengandalkan dana pemerintah.
Oleh karena itu, Pemkab Malang memilih membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang ingin berpartisipasi.
Skema kerja sama diharapkan dapat menutup kekurangan pembiayaan sekaligus membawa keahlian manajerial dan jaringan pemasaran yang lebih luas.
Dengan cara ini, proses industrialisasi garam tunnel dapat dipercepat tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.
Baca Juga :
Isu Keterlambatan Gaji ASN Ditepis, Pemkot Batu Jamin Hak Pegawai
Daya Tarik Investasi Garam Tunnel
Bagi investor, sektor garam tunnel menawarkan beberapa keunggulan. Pertama, permintaan garam di Indonesia relatif stabil dan cenderung meningkat seiring pertumbuhan industri makanan, farmasi, dan kimia.
Kedua, teknologi tunnel mampu menghasilkan produk dengan kualitas lebih konsisten, sehingga lebih mudah memenuhi standar industri.
Ketiga, lokasi pesisir selatan Kabupaten Malang memiliki potensi lahan dan sumber air laut yang memadai untuk pengembangan jangka panjang.
Selain itu, dukungan pemerintah daerah melalui perizinan dan pendampingan teknis menjadi nilai tambah tersendiri.
Investor tidak hanya menanamkan modal, tetapi juga berpeluang terlibat dalam pengembangan ekosistem industri garam yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Dampak bagi Masyarakat Pesisir
Kolaborasi dengan investor tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga membawa dampak sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Dengan berkembangnya industri garam tunnel, lapangan kerja baru akan tercipta, mulai dari tenaga produksi, pengolahan, hingga distribusi.
Petani garam lokal juga berpeluang memperoleh pendapatan yang lebih stabil karena hasil produksinya terserap oleh industri.
Selain itu, peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir dapat mendorong tumbuhnya usaha pendukung seperti transportasi, perdagangan, dan jasa.
Dengan demikian, manfaat investasi tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri, tetapi juga oleh masyarakat luas di sekitar lokasi produksi.
Peran Pemerintah dalam Menjaga Keberlanjutan
Pemkab Malang menegaskan bahwa keterlibatan investor akan tetap berada dalam koridor kepentingan publik. Pemerintah daerah berperan sebagai regulator dan fasilitator yang memastikan pengelolaan garam tunnel berjalan sesuai prinsip keberlanjutan dan keadilan.
Pengawasan terhadap aspek lingkungan, tenaga kerja, dan distribusi manfaat menjadi bagian penting dari kerja sama ini.
Selain itu, pemerintah juga berupaya menyelaraskan pengembangan garam tunnel dengan program pemberdayaan masyarakat dan dukungan dari pemerintah pusat.
Sinergi antar pemangku kepentingan ini diharapkan mampu menciptakan industri garam yang kuat dan berdaya saing tinggi.
Menuju Komoditas Unggulan Daerah
Dengan potensi yang dimiliki dan dukungan investasi yang tepat, garam tunnel Kabupaten Malang berpeluang besar menjadi komoditas unggulan daerah.
Tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian lokal. Ajakan Pemkab Malang kepada investor mencerminkan komitmen untuk mengubah potensi menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan bagi masa depan pesisir selatan.
Baca Juga :
Tren Positif Harga Emas Antam Hari Ini, Investor Mulai Melirik















