Infomalangcom – Buka puasa menjadi momen yang paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Namun, tidak sedikit orang justru mengalami perut begah atau kekenyangan karena makan berlebihan saat berbuka. Akibatnya, tubuh terasa berat dan malas bergerak sehingga salat Tarawih menjadi kurang nyaman.
Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi. Setelah berpuasa sekitar 13 jam, tubuh cenderung “balas dendam” dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus.
Padahal, sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali setelah kosong cukup lama. Jika tidak dikontrol, perut kembung dan rasa tidak nyaman pun muncul.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pola makan saat Ramadan sebaiknya tetap teratur dan seimbang agar tidak menimbulkan gangguan pencernaan.
Mengonsumsi makanan berlebihan dalam satu waktu dapat memicu produksi asam lambung meningkat serta memperlambat proses pencernaan.
Mengapa Perut Mudah Begah Saat Buka Puasa?
Saat berpuasa, produksi asam lambung tetap berjalan meski tidak ada makanan yang masuk. Ketika berbuka dengan porsi besar, terutama makanan tinggi lemak dan gula, lambung dipaksa bekerja ekstra. Proses ini membuat perut terasa penuh dan kembung.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan bahwa makan terlalu cepat atau terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung dan refluks asam. Selain itu, minuman bersoda atau terlalu manis juga dapat meningkatkan gas di saluran cerna.
Kondisi lambung yang terlalu penuh juga memberi tekanan pada diafragma sehingga napas terasa lebih pendek. Hal inilah yang membuat gerakan salat, terutama rukuk dan sujud, terasa kurang nyaman saat Tarawih.
Baca Juga : Tips Mengatasi Kecanduan Gadget pada Pelajar agar Prestasi Tidak Turun
Batasi Porsi dengan Pola Bertahap
Cara paling efektif menghindari kekenyangan adalah dengan makan secara bertahap. Awali berbuka dengan air putih dan kurma dalam jumlah wajar. Beri jeda sekitar 10–15 menit sebelum menyantap makanan utama.
Harvard T.H. Chan School of Public Health menyarankan pola mindful eating, yaitu makan perlahan dan memperhatikan rasa kenyang tubuh. Dengan cara ini, otak memiliki waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang dari lambung.
Mengatur porsi juga penting. Gunakan prinsip gizi seimbang dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, serta sayuran.
Hindari langsung menyantap gorengan dalam jumlah banyak karena lemak tinggi memperlambat pengosongan lambung.
Hindari Makan Terlalu Cepat
Banyak orang makan tergesa-gesa saat berbuka karena merasa sangat lapar. Padahal, makan terlalu cepat membuat udara ikut tertelan sehingga meningkatkan risiko kembung. Proses ini dikenal sebagai aerophagia.
Menurut Mayo Clinic, makan perlahan dan mengunyah lebih lama membantu pencernaan bekerja lebih optimal. Selain itu, kebiasaan ini mencegah konsumsi kalori berlebihan yang memicu rasa begah.
Cobalah untuk mengunyah setiap suapan minimal 20 kali. Letakkan sendok sejenak setelah beberapa suapan agar tubuh punya waktu mengenali rasa kenyang.
Pilih Menu yang Lebih Ringan
Menu berbuka yang terlalu berat dapat membuat perut terasa penuh hingga waktu Tarawih tiba. Pilih makanan berkuah seperti sup bening atau sayur rebus untuk membantu hidrasi dan pencernaan.
Hindari minuman bersoda, terlalu manis, atau mengandung kafein berlebihan. Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya membatasi gula harian agar tidak melebihi anjuran 50 gram per hari untuk orang dewasa.
Jika ingin camilan, pilih buah non-asam seperti pisang atau melon. Kandungan seratnya membantu pencernaan tanpa membuat lambung terasa berat.
Lakukan Aktivitas Ringan Sebelum Tarawih
Setelah makan, jangan langsung berbaring. Beri waktu sekitar satu jam sebelum melakukan aktivitas ibadah. Jalan santai ringan di sekitar rumah dapat membantu proses pencernaan lebih lancar.
American College of Gastroenterology menyebutkan bahwa berdiri atau berjalan ringan setelah makan dapat mengurangi risiko refluks asam dibandingkan langsung berbaring. Aktivitas ringan juga membantu tubuh terasa lebih segar saat salat.
Pastikan juga mengenakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat agar tekanan pada perut berkurang saat rukuk dan sujud.
Perhatikan Pola Sahur
Menghindari perut begah tidak hanya dimulai saat berbuka, tetapi juga sejak sahur. Konsumsi makanan tinggi serat dan protein saat sahur membantu menjaga rasa kenyang lebih lama sehingga keinginan makan berlebihan saat berbuka bisa dikendalikan.
Pola makan yang konsisten selama Ramadan akan membantu tubuh beradaptasi. Jika memiliki riwayat gangguan lambung seperti gastritis atau GERD, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk pengaturan pola makan yang tepat.
Perut terlalu kenyang saat buka puasa memang bisa mengganggu kenyamanan Tarawih. Namun, dengan pengaturan porsi, memilih menu yang tepat, dan makan secara perlahan, rasa begah dapat dicegah. Ramadan pun bisa dijalani dengan tubuh yang lebih ringan dan ibadah yang lebih khusyuk.
Baca Juga : Bau Mulut Saat Puasa di Siang Hari? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya










