Infomalangcom – Rencana penataan kabel udara melalui pembangunan ducting kabel di Kota Malang hingga kini belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah menyebut proyek besar tersebut baru memungkinkan untuk dilaksanakan pada 2027 mendatang.
Penundaan ini bukan tanpa alasan, melainkan berkaitan dengan kesiapan anggaran, perencanaan teknis, serta koordinasi lintas sektor yang membutuhkan waktu panjang.
Meski demikian, proyek ducting kabel tetap dipandang penting untuk mendukung penataan kota yang lebih rapi dan aman.
Penataan Kabel Jadi Kebutuhan Mendesak
Keberadaan kabel udara yang semrawut di sejumlah ruas jalan Kota Malang selama ini menjadi perhatian banyak pihak.
Selain mengganggu estetika kota, kabel yang menjuntai di udara juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama saat cuaca ekstrem.
Penataan melalui sistem ducting dinilai sebagai solusi jangka panjang agar kabel utilitas dapat ditempatkan di bawah tanah secara terintegrasi dan tertata rapi.
Namun, penerapan sistem tersebut membutuhkan perencanaan matang karena menyangkut banyak kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, penyedia layanan utilitas, hingga masyarakat pengguna jalan.
Realisasi Masih Menunggu Kesiapan Anggaran
Salah satu faktor utama yang membuat proyek ducting kabel belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat adalah keterbatasan anggaran.
Pembangunan ducting kabel membutuhkan biaya besar karena melibatkan pekerjaan konstruksi bawah tanah, pengaturan ulang jaringan utilitas, serta penyesuaian infrastruktur pendukung lainnya.
Pemerintah daerah harus memastikan kemampuan fiskal agar proyek dapat berjalan tanpa mengganggu program prioritas lain.
Oleh karena itu, realisasi proyek ducting kabel direncanakan menunggu hingga 2027, saat kondisi anggaran dinilai lebih memungkinkan dan perencanaan dapat diselesaikan secara menyeluruh.
Baca Juga :
Video Perampasan Ponsel di Malang Viral, Polisi Lakukan Penyelidikan
Tahapan Perencanaan Terus Dilakukan
Meski belum direalisasikan, tahapan perencanaan proyek ducting kabel tetap berjalan. Pemerintah daerah melakukan kajian teknis untuk menentukan lokasi prioritas, metode pembangunan, serta skema kerja sama dengan pihak terkait.
Kajian ini penting agar pelaksanaan proyek nantinya tidak menimbulkan masalah baru, seperti gangguan lalu lintas berkepanjangan atau dampak terhadap utilitas lain yang sudah ada.
Perencanaan yang matang juga diharapkan dapat meminimalkan risiko pembengkakan biaya dan memastikan hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan jangka panjang Kota Malang.
Koordinasi dengan Penyedia Utilitas
Proyek ducting kabel tidak hanya melibatkan satu instansi, tetapi membutuhkan koordinasi dengan berbagai penyedia utilitas, seperti jaringan listrik, telekomunikasi, dan layanan lainnya.
Setiap penyedia memiliki jaringan dan kepentingan masing-masing yang harus diselaraskan dalam satu sistem ducting terpadu.
Koordinasi lintas sektor ini membutuhkan waktu dan kesepakatan bersama, termasuk pembagian tanggung jawab dan mekanisme pemeliharaan setelah proyek selesai. Inilah salah satu alasan mengapa realisasi ducting kabel tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.
Dampak Positif Bagi Penataan Kota
Jika terealisasi, ducting kabel diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi wajah Kota Malang. Jalan-jalan utama akan terlihat lebih rapi tanpa kabel yang menjuntai di udara.
Selain itu, risiko gangguan jaringan akibat cuaca ekstrem atau kecelakaan juga dapat diminimalkan karena kabel terlindungi di bawah tanah.
Penataan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan kota yang nyaman, aman, dan ramah bagi warga maupun wisatawan.
Harapan Masyarakat terhadap Proyek Ducting
Masyarakat berharap rencana ducting kabel benar-benar dapat direalisasikan sesuai jadwal yang telah disampaikan.
Penataan kabel dinilai sebagai langkah penting dalam modernisasi infrastruktur perkotaan. Meski harus menunggu hingga 2027, warga berharap selama masa persiapan pemerintah tetap melakukan penertiban kabel udara secara bertahap untuk mengurangi kesan semrawut.
Transparansi informasi mengenai progres perencanaan juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah daerah.
Menunggu Realisasi dengan Persiapan Matang
Penundaan realisasi ducting kabel hingga 2027 menunjukkan bahwa proyek ini membutuhkan persiapan yang tidak sederhana.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya kehati-hatian agar pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang, koordinasi lintas sektor yang solid, serta dukungan anggaran yang memadai, proyek ducting kabel diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi penataan infrastruktur Kota Malang.
Realisasi ducting kabel bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi besar untuk membangun kota yang lebih tertata dan modern.
Meski masih harus menunggu, langkah persiapan yang dilakukan saat ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan proyek tersebut di masa depan.
Baca Juga :
Harlah 100 Tahun NU, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Stadion Gajayana











