Breaking

Rektor UIN Malang Peringatkan Generasi Z soal Dampak Negatif Ketergantungan Gadget

Rektor UIN Malang Peringatkan Gen Z soal Dampak Negatif Ketergantungan Gadget
Rektor UIN Malang Peringatkan Gen Z soal Dampak Negatif Ketergantungan Gadget

Infomalangcom – Ketergantungan generasi muda terhadap teknologi digital menjadi perhatian banyak pihak, termasuk dunia akademik.

Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengingatkan bahwa generasi Z perlu lebih bijak dalam memanfaatkan gadget.

Pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi membawa banyak kemudahan, namun juga berpotensi menimbulkan krisis etika sosial jika tidak diimbangi dengan penguatan nilai moral dan literasi digital.

Fenomena ketergantungan gadget pada generasi muda bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga secara global. Berdasarkan laporan dari International Telecommunication Union, penetrasi internet dunia terus meningkat, termasuk di negara berkembang.

Indonesia sendiri termasuk negara dengan tingkat penggunaan media sosial yang sangat tinggi, terutama pada kelompok usia remaja dan mahasiswa.

Ketergantungan Gadget dan Tantangan Globalisasi

Globalisasi digital memberikan dampak signifikan terhadap pola komunikasi dan interaksi sosial. Generasi Z, yang tumbuh bersama teknologi internet, cenderung lebih nyaman berkomunikasi secara virtual dibandingkan tatap muka.

Hal ini menjadi perhatian akademisi karena interaksi sosial langsung memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan empati sosial.

Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, lebih dari 77% penduduk Indonesia telah menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian besar pengguna aktif berasal dari kelompok usia produktif dan pelajar. Kondisi ini menunjukkan bahwa teknologi sudah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat modern.

Rektor UIN Malang menekankan bahwa globalisasi tanpa landasan etika dapat menimbulkan berbagai masalah sosial. Salah satunya adalah menurunnya kemampuan komunikasi interpersonal dan meningkatnya perilaku individualistik. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi komponen penting dalam menghadapi era digital.

Bahaya FOMO dan Kesehatan Mental Generasi Z

Generasi Z harus waspada pada Salah satu dampak ketergantungan gadget adalah fenomena Fear of Missing Out (FOMO).

FOMO merupakan kondisi psikologis ketika seseorang merasa cemas jika tidak mengikuti perkembangan informasi di media sosial. Fenomena ini banyak ditemukan pada generasi muda yang sangat aktif menggunakan platform digital.

Penelitian dari World Health Organization menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental. Beberapa dampak yang sering muncul antara lain kecemasan sosial, gangguan tidur, dan penurunan fokus belajar.

Penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga berpotensi mengganggu produktivitas akademik mahasiswa. Banyak penelitian menunjukkan bahwa multitasking digital justru menurunkan efektivitas belajar karena otak harus berpindah fokus secara terus-menerus.

Pentingnya Etika Digital dalam Globalisasi

Dalam perspektif pendidikan Islam, penggunaan teknologi harus disertai dengan nilai moral dan tanggung jawab sosial. UIN Malang sebagai perguruan tinggi berbasis Islam memiliki peran dalam membangun kesadaran etika digital di kalangan mahasiswa.

Etika digital mencakup kemampuan menggunakan teknologi secara bijak, tidak menyebarkan informasi hoaks, serta menjaga sopan santun dalam komunikasi online.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui program literasi digital nasional yang digagas oleh berbagai lembaga pendidikan dan pemerintah pusat.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, literasi digital sangat penting untuk menghadapi tantangan era informasi. Masyarakat diharapkan mampu memilah informasi yang benar dan bertanggung jawab dalam menyebarkan konten digital.

Peran Pendidikan dalam Membentuk Generasi Seimbang

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat. Pendidikan karakter menjadi fondasi penting dalam menghadapi arus globalisasi.

Rektor UIN Malang menegaskan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kualitas kehidupan, bukan menggantikan interaksi sosial manusia.

Mahasiswa perlu didorong untuk aktif dalam kegiatan sosial, organisasi, dan diskusi ilmiah agar kemampuan komunikasi mereka tetap berkembang.

Selain itu, kegiatan kampus seperti seminar, diskusi ilmiah, dan pengabdian masyarakat menjadi sarana penting dalam menyeimbangkan penggunaan teknologi dan interaksi sosial langsung.

Tips Menggunakan Gadget Secara Sehat bagi Gen Z

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan generasi Z untuk menggunakan gadget secara lebih sehat. Pertama, membatasi waktu penggunaan media sosial agar tidak mengganggu aktivitas produktif. Kedua, mengatur jadwal belajar dan waktu istirahat secara seimbang.

Ketiga, mengaktifkan fitur digital wellbeing yang kini tersedia pada banyak perangkat modern. Fitur ini membantu pengguna memantau durasi penggunaan aplikasi. Keempat, memperbanyak aktivitas fisik dan interaksi sosial di dunia nyata untuk menjaga keseimbangan mental dan emosional.

Menurut penelitian dari berbagai lembaga kesehatan, gaya hidup seimbang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup generasi muda di era digital.

Baca Juga : Ingin Kuliah Matematika? Ini 5 Jurusan Terbaik di Indonesia Menurut EduRank 2025

Author Image