Infomalang.com – Dunia pendidikan dasar saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada interaksi antara guru dan murid di dalam ruang kelas. Menyadari hal tersebut, SDIT Insan Permata Malang melakukan sebuah langkah terobosan yang inovatif dalam membangun fondasi moral generasi muda.
Melalui penguatan karakter yang sistematis, sekolah ini secara resmi meluncurkan dan mengoptimalkan program “Orang Tua Mengajar”.
Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan sinergi yang utuh antara lingkungan sekolah dan rumah, sehingga pendidikan karakter tidak hanya menjadi teori, melainkan praktik nyata yang disaksikan langsung oleh siswa dari figur terdekat mereka.
Sinergi Holistik antara Sekolah dan Keluarga
Pendidikan karakter di SDIT Insan Permata Malang dipandang sebagai sebuah tanggung jawab kolektif. Dalam program Orang Tua Mengajar, sekolah membuka pintu seluas-luasnya bagi para wali murid untuk hadir ke kelas dan berbagi pengalaman profesional maupun nilai-nilai kehidupan.
Hal ini didasari pada pemahaman bahwa orang tua adalah “madrasah” pertama bagi anak. Ketika anak melihat orang tua mereka terlibat aktif dalam ekosistem sekolah, akan tumbuh rasa bangga dan kepercayaan diri yang tinggi pada diri siswa.
Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari kurikulum pendukung yang bertujuan untuk memperluas wawasan siswa.
Dengan mendatangkan orang tua dari berbagai latar belakang profesi—mulai dari dokter, pengusaha, aparat keamanan, hingga seniman—siswa belajar tentang disiplin, kerja keras, dan kejujuran secara lebih kontekstual.
Inilah yang disebut sebagai pembelajaran berbasis keteladanan yang nyata.
Membangun Kedekatan Emosional dan Nilai Keteladanan
Salah satu tantangan terbesar dalam pendidikan karakter adalah konsistensi. Seringkali, apa yang diajarkan di sekolah tidak sinkron dengan apa yang terjadi di rumah.
Dengan adanya program ini, SDIT Insan Permata Malang berhasil menjembatani celah tersebut. Orang tua yang mengajar di kelas mendapatkan pengalaman langsung tentang dinamika belajar-mengajar, sehingga mereka dapat lebih berempati dan sinkron dengan metode pendidikan yang diterapkan sekolah.
Dari sisi siswa, kehadiran orang tua di depan kelas memberikan nuansa belajar yang berbeda. Siswa tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi mereka melihat sosok yang mereka cintai memberikan inspirasi.
Hal ini secara efektif mampu menanamkan nilai-nilai karakter seperti rasa hormat (respect), tanggung jawab, dan empati. Penguatan karakter ini menjadi modal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan pergaulan di era digital yang semakin kompleks.
Baca Juga:
Mahasiswa Humaniora UIN Kembangkan Solusi AI untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM
Implementasi Program: Praktik Nyata di Ruang Kelas
Secara teknis, SDIT Insan Permata Malang mengatur jadwal rutin di mana perwakilan orang tua dari setiap jenjang kelas diberikan kesempatan untuk mengisi sesi khusus.
Materi yang dibawakan biasanya berkaitan dengan keterampilan hidup (life skills), etika profesi, hingga materi keagamaan yang praktis.
Pengemasan materi dilakukan dengan cara yang interaktif, seperti bercerita, simulasi, hingga penggunaan media audio visual yang menarik minat siswa.
Keberhasilan implementasi ini terlihat dari antusiasme siswa yang meningkat tajam setiap kali sesi Orang Tua Mengajar diadakan.
Para siswa cenderung lebih berani bertanya dan berdiskusi karena merasa memiliki kedekatan emosional dengan pengajarnya.
Pihak sekolah sendiri bertindak sebagai fasilitator yang memastikan bahwa materi yang disampaikan tetap sejalan dengan nilai-nilai islami dan visi besar sekolah dalam mencetak generasi Robbani yang berprestasi.
Dampak Positif bagi Ekosistem Pendidikan di Malang
Kehadiran program Orang Tua Mengajar di SDIT Insan Permata Malang juga memberikan dampak luas bagi citra pendidikan di Kota Malang.
Inovasi ini membuktikan bahwa sekolah swasta berbasis Islam mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman melalui kolaborasi yang transparan dengan pemangku kepentingan (stakeholders).
Transparansi dan keterlibatan aktif orang tua membangun tingkat kepercayaan (Trustworthiness) yang tinggi terhadap institusi pendidikan. Lebih jauh, program ini memicu lahirnya komunitas orang tua yang lebih solid.
Mereka saling berbagi tips pola asuh (parenting) dan berkomitmen bersama untuk mendukung program-program sekolah lainnya.
Sinergi ini menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung bagi perkembangan mental anak, sehingga risiko perundungan (bullying) atau perilaku negatif lainnya dapat diminimalisir sedini mungkin melalui pengawasan kolektif.
Menuju Masa Depan Karakter Anak yang Unggul
SDIT Insan Permata Malang berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini agar semakin adaptif dan berdampak.
Kedepannya, sekolah berencana untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam sesi Orang Tua Mengajar agar wali murid yang memiliki keterbatasan waktu tetap dapat berbagi inspirasi secara daring.
Evaluasi berkala dilakukan untuk mengukur sejauh mana efektivitas program dalam merubah perilaku dan karakter siswa ke arah yang lebih positif.
Dengan penguatan karakter yang dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi antara guru dan orang tua, SDIT Insan Permata Malang optimis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh.
Program Orang Tua Mengajar adalah bukti nyata bahwa keterlibatan keluarga adalah kunci utama dalam keberhasilan pendidikan anak di masa depan.
Baca Juga:














