Infomalangcom – Sistem pendidikan adalah kerangka yang menentukan bagaimana proses pendidikan dirancang, dijalankan, dan dievaluasi dalam suatu negara.
Di Indonesia, sistem ini tidak hanya menjadi dasar pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi instrumen untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan global.
Sistem pendidikan yang efektif berkaitan erat dengan pemerataan akses, kualitas pembelajaran, relevansi kurikulum, serta keberlanjutan perbaikan mutu.
Kondisi Sistem Pendidikan Indonesia Saat Ini
Perkembangan sistem pendidikan di Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam hal akses pendidikan. Menurut data Dapodik Kemendikbudristek, pada semester ganjil tahun 2024/2025 tercatat terdapat 439.784 sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mencakup jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.
Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, mencerminkan perluasan layanan pendidikan secara nasional. Namun, dari segi hasil belajar, masih terdapat tantangan besar. Partisipasi Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang diselenggarakan oleh OECD menunjukkan bahwa kemampuan pelajar Indonesia dalam membaca, matematika, dan sains masih berada di bawah harapan.
Skor literasi membaca Indonesia untuk PISA 2022 tercatat 359 poin, turun dari PISA 2018 yang mencapai 371 poin. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun akses pendidikan semakin luas, mutu hasil belajar belum optimal.
Berbagai pihak, seperti Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, menekankan bahwa sistem pendidikan yang berkesinambungan antara pendidikan dasar, menengah, dan tinggi sangat penting untuk menghasilkan generasi yang kompeten.
Apa Itu Sistem Pendidikan?
Secara sederhana, sistem pendidikan dapat diartikan sebagai mekanisme terpadu yang mencakup struktur jenjang pendidikan, kurikulum pembelajaran, tenaga pendidik, evaluasi, serta kebijakan pendidikan yang berlaku.
Sistem ini harus dipahami sebagai totalitas proses pembelajaran yang saling terkait — dari PAUD hingga pendidikan tinggi — sehingga menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan zaman.
Sistem pendidikan yang baik juga mencakup mekanisme assessment (asesmen) yang akurat dan berbasis bukti. Asesmen pendidikan ini penting untuk memantau perkembangan capaian pembelajaran siswa secara empiris dan menjadi dasar perubahan kebijakan yang efektif.
Baca Juga : Memahami Konsep Rumah Pendidikan dalam Dunia Pendidikan Modern
Tantangan Utama dalam Sistem Pendidikan
Meningkatkan mutu pendidikan bukan tanpa hambatan. Beberapa tantangan besar dalam sistem pendidikan Indonesia antara lain:
1. Kesenjangan Akses dan Fasilitas
Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan mempengaruhi pemerataan pendidikan. Sekolah di daerah terpencil sering kali masih kekurangan fasilitas, guru terlatih, dan akses teknologi yang memadai, sehingga berdampak pada kualitas pembelajaran.
2. Hasil Belajar yang Belum Maksimal
Hasil studi internasional seperti PISA menunjukkan bahwa capaian pembelajaran Indonesia masih tertinggal dibanding negara lain. Skor PISA Indonesia di tiga bidang utama (membaca, matematika, dan sains) berada jauh di bawah rata-rata global, menunjukkan tantangan dalam efektivitas sistem pendidikan saat ini.
3. Kualitas Guru dan Pelatihan
Kualitas tenaga pendidik sangat memengaruhi mutu pembelajaran. Dalam beberapa laporan internasional disebutkan bahwa tidak semua guru Indonesia memiliki pelatihan dan kompetensi yang setara, sehingga sering menjadi kendala dalam penyampaian materi yang efektif.
4. Kesenjangan Digital
Implementasi teknologi dalam pendidikan menjadi tantangan tersendiri. Menurut berbagai laporan, 1 dari 3 anak di daerah rural Indonesia tidak memiliki akses internet yang memadai, sehingga pembelajaran digital dan inovasi pendidikan sulit dijalankan merata.
Upaya Pemerintah Memperbaiki Sistem Pendidikan
Pemerintah Indonesia telah melakukan sejumlah kebijakan strategis untuk memperbaiki sistem pendidikan, di antaranya:
Program Merdeka Belajar
Program ini diprakarsai oleh Kemdikbudristek untuk memberikan fleksibilitas kepada sekolah dalam menerapkan kurikulum yang kontekstual bagi kebutuhan peserta didik, sekaligus mendorong inovasi pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru.
Peningkatan Anggaran dan Infrastruktur
Pemerintah juga meningkatkan alokasi anggaran pendidikan dan fokus pada pembangunan infrastruktur sekolah, terutama di wilayah tertinggal. Selain itu, pelatihan profesionalisasi guru terus dilakukan agar proses pembelajaran lebih efektif dan relevan dengan tuntutan dunia modern.
Perbaikan Sistem Asesmen
Pendekatan asesmen berbasis bukti semakin difokuskan untuk memantau hasil belajar siswa melalui data empiris, bukan hanya sekadar nilai ujian. Hal ini penting untuk memahami proses pembelajaran dan memberikan umpan balik yang akurat bagi perbaikan sistem secara menyeluruh.
Dampak Sistem Pendidikan Berkualitas
Sistem pendidikan yang berkualitas berdampak luas, antara lain:
- Peningkatan kompetensi peserta didik, baik dalam literasi maupun keterampilan abad ke-21.
- Mengurangi kesenjangan sosial, karena pendidikan yang merata membuka peluang kesetaraan.
- Meningkatkan daya saing bangsa, terutama dalam era global dimana kebutuhan tenaga kerja intelektual semakin tinggi.
Sebagai contoh, peningkatan literasi dan numerasi secara signifikan dapat membantu siswa tidak hanya lulus sekolah, tetapi juga siap menghadapi tugas di dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Kesimpulan
Sistem pendidikan merupakan tulang punggung kemajuan suatu bangsa. Di Indonesia, meskipun telah terjadi perluasan akses dan sejumlah kemajuan kebijakan, tantangan dalam mutu pendidikan tetap signifikan.
Melalui reformasi kurikulum, peningkatan kualitas guru, pemerataan fasilitas, dan sistem asesmen berbasis bukti, sistem pendidikan diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
Peningkatan mutu pembelajaran merupakan investasi jangka panjang yang harus terus dilakukan bersama oleh pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat luas agar generasi masa depan Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan percaya diri.
Baca Juga : Pengertian Pendidikan: Makna, Tujuan, dan Perannya dalam Kehidupan














