Infomalang.com – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi jalur masuk perguruan tinggi negeri yang banyak diminati siswa SMA/SMK/MA. Jalur ini menilai rekam jejak prestasi akademik dan nonakademik selama sekolah tanpa tes tertulis. Namun, tidak semua siswa bisa mengikuti SNBP. Ada beberapa kategori yang secara aturan dinyatakan tidak memenuhi syarat sehingga otomatis gugur dari proses pendaftaran.
Agar tidak salah langkah, penting bagi calon peserta untuk memahami ketentuan SNBP sejak dini. Berikut lima kategori mahasiswa atau calon mahasiswa yang tidak bisa ikut SNBP 2026 dan perlu memperhatikan jalur seleksi alternatif.
1. Siswa yang Tidak Berasal dari Kelas Terakhir
SNBP hanya diperuntukkan bagi siswa kelas terakhir pada tahun berjalan. Artinya, siswa kelas X atau XI tidak diperkenankan mendaftar, meskipun memiliki prestasi akademik yang sangat baik. Ketentuan ini bertujuan memastikan penilaian prestasi dilakukan secara utuh hingga akhir masa sekolah.
Siswa yang masih berada di kelas bawah disarankan fokus meningkatkan nilai rapor dan prestasi agar memenuhi kriteria saat memasuki kelas XII.
2. Sekolah Tidak Terdaftar di PDSS
Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) menjadi basis utama seleksi SNBP. Jika sekolah tidak melakukan finalisasi data di PDSS atau tidak terdaftar secara resmi, maka seluruh siswa dari sekolah tersebut tidak dapat mengikuti SNBP.
Masalah ini sering terjadi akibat kelalaian administrasi sekolah. Oleh karena itu, siswa perlu aktif berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan data PDSS terisi lengkap dan benar sesuai jadwal yang ditetapkan.
3. Nilai Rapor Tidak Memenuhi Ketentuan
SNBP menilai konsistensi nilai rapor dari semester awal hingga akhir. Siswa dengan nilai yang tidak stabil atau berada di bawah standar minimum berpotensi tidak direkomendasikan oleh sekolah untuk mengikuti SNBP.
Selain nilai akademik, beberapa perguruan tinggi juga mempertimbangkan prestasi pendukung lainnya. Namun, nilai rapor tetap menjadi faktor utama yang tidak bisa diabaikan.
4. Siswa yang Tidak Mendapat Rekomendasi Sekolah
Tidak semua siswa otomatis didaftarkan oleh sekolah ke jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi. Sekolah memiliki kuota dan wewenang untuk merekomendasikan siswa berdasarkan peringkat dan prestasi. Siswa yang tidak masuk dalam kuota atau tidak direkomendasikan secara resmi tidak dapat mengikuti SNBP, meskipun memenuhi syarat lainnya.
Hal ini menegaskan pentingnya menjaga performa akademik dan sikap selama di sekolah, karena penilaian tidak hanya berbasis angka.
5. Lulusan Tahun Sebelumnya
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi tidak berlaku bagi lulusan tahun sebelumnya atau gap year. Jalur ini secara khusus ditujukan untuk siswa yang lulus pada tahun pelaksanaan seleksi. Lulusan lama harus mengikuti jalur seleksi lain seperti SNBT atau jalur mandiri yang disediakan oleh perguruan tinggi.
Ketentuan ini dibuat agar proses seleksi berjalan adil dan sesuai dengan sistem penilaian prestasi terkini.
Kesalahan Umum yang Membuat Siswa Gagal Ikut SNBP
Selain tidak memenuhi kategori utama, banyak siswa gagal mengikuti SNBP karena kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Salah satu kesalahan paling sering adalah tidak memantau proses pengisian dan finalisasi data di PDSS. Banyak siswa mengira urusan tersebut sepenuhnya tanggung jawab sekolah, padahal siswa juga perlu memastikan data diri dan nilai sudah benar.
Kesalahan lain adalah kurangnya komunikasi dengan guru atau wali kelas terkait status rekomendasi. Beberapa siswa baru menyadari tidak direkomendasikan setelah masa pendaftaran ditutup. Selain itu, ada juga siswa yang terlambat melengkapi dokumen pendukung prestasi sehingga tidak bisa diinput ke sistem.
Kurangnya pemahaman jadwal SNBP juga menjadi faktor kegagalan. Melewatkan tenggat waktu pendaftaran atau verifikasi data dapat menyebabkan siswa otomatis gugur dari proses seleksi. Oleh karena itu, siswa disarankan aktif mencari informasi resmi dan tidak hanya mengandalkan kabar dari media sosial.
Jalur Alternatif Selain SNBP
Bagi siswa yang termasuk dalam kategori tidak bisa ikut SNBP 2026, tidak perlu berkecil hati. Masih tersedia jalur lain seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang menilai kemampuan akademik melalui ujian tertulis. Selain itu, banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta membuka jalur mandiri dengan kriteria beragam.
Persiapan matang, pemahaman jalur seleksi, serta pemilihan strategi yang tepat akan sangat membantu peluang masuk perguruan tinggi.
Pentingnya Memahami Aturan Sejak Dini
Memahami kategori yang tidak bisa ikut SNBP sejak awal membantu siswa dan orang tua menghindari kesalahan fatal. Dengan informasi yang jelas, siswa dapat menentukan fokus persiapan, baik memperkuat prestasi akademik maupun mempersiapkan diri untuk jalur seleksi lainnya.
SNBP bukan satu-satunya jalan menuju perguruan tinggi. Namun, pemahaman aturan menjadi kunci agar setiap peluang yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga : Mahasiswa Humaniora UIN Kembangkan Solusi AI untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM













