Breaking

Kasus Super Flu Meningkat di Jatim, Dinkes Kota Malang Siapkan Antisipasi

Kasus Super Flu Meningkat di Jatim, Dinkes Kota Malang Siapkan Antisipasi
Kasus Super Flu Meningkat di Jatim, Dinkes Kota Malang Siapkan Antisipasi

Infomalangcom – Meningkatnya temuan kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di sejumlah daerah Indonesia mendorong Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Malang memperkuat kesiapsiagaan kesehatan. Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus tertinggi secara nasional, namun Kota Malang memastikan hingga kini masih berada dalam kondisi aman tanpa laporan kasus suspek maupun terkonfirmasi.

Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat mobilitas masyarakat Jawa Timur yang relatif tinggi, termasuk arus perjalanan antarwilayah dan aktivitas publik pascalibur panjang. Pemerintah daerah pun diminta untuk tidak hanya bersandar pada data kasus yang ada, tetapi juga aktif melakukan langkah pencegahan agar potensi penyebaran dapat ditekan sejak dini, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota Malang.

Kota Malang Masih Bebas Kasus

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menegaskan bahwa sampai awal Januari 2026 belum ditemukan indikasi penyebaran super flu di wilayahnya. Seluruh fasilitas layanan kesehatan di Kota Malang belum melaporkan adanya pasien dengan gejala mengarah pada infeksi tersebut. Kondisi ini menjadi sinyal positif, meski kewaspadaan tetap harus dijaga secara konsisten.

Ia menegaskan, ketiadaan laporan kasus bukan berarti ancaman dapat diabaikan. Menurutnya, deteksi dini dan kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas utama agar sistem kesehatan tidak terlambat merespons jika terjadi peningkatan kasus secara tiba-tiba. Oleh karena itu, koordinasi lintas fasilitas layanan kesehatan terus diperkuat guna memastikan alur pelaporan berjalan optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul rilis Kementerian Kesehatan yang mengonfirmasi keberadaan virus Influenza A (H3N2) subclade K di delapan provinsi. Dari data nasional, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan temuan kasus terbanyak. Di Jawa Timur sendiri, jumlah kasus yang tercatat mencapai 23 kasus hingga akhir Desember 2025.

Dinkes Kota Malang Waspada, Perketat di Layanan Kesehatan 

Meski belum ditemukan kasus, Dinkes Kota Malang menegaskan tidak bersikap lengah. Pemantauan perkembangan situasi terus dilakukan, bersamaan dengan penguatan kesiapan fasilitas kesehatan. Seluruh puskesmas, posyandu, dan jejaring pelayanan kesehatan diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala yang berpotensi mengarah pada super flu.

Husnul menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk teknis resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terkait tata laksana penanganan super flu. Kendati demikian, langkah antisipatif sudah dijalankan melalui imbauan kepada tenaga medis agar melakukan deteksi dini. Pasien dengan gejala mencurigakan akan segera dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.

Pengalaman Pandemi Jadi Modal Penting

Kesiapan Kota Malang dalam menghadapi potensi ancaman kesehatan baru tidak terlepas dari pengalaman panjang selama pandemi Covid-19. Husnul menilai, pandemi tersebut telah membentuk sistem respons kesehatan yang lebih matang, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur layanan.

Tenaga medis dinilai telah memiliki pengalaman memadai dalam menghadapi situasi wabah. Selain itu, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit daerah juga telah dilengkapi dengan sistem rujukan dan prosedur penanganan yang lebih terstruktur. Kondisi ini membuat Kota Malang relatif siap apabila terjadi peningkatan kasus di kemudian hari.

Jejaring Rujukan dan Karakteristik Gejala

Untuk penanganan kasus yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, Dinkes Kota Malang telah menjalin koordinasi dengan Rumah Sakit Saiful Anwar sebagai rumah sakit rujukan regional. Langkah ini dilakukan guna memastikan pelayanan medis berjalan cepat dan terintegrasi apabila ditemukan kasus di lapangan.

Koordinasi tersebut mencakup kesiapan laboratorium, ketersediaan ruang perawatan, serta mekanisme rujukan pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke rumah sakit rujukan. Dinkes Kota Malang juga memastikan jalur komunikasi antarinstansi kesehatan tetap terbuka, sehingga setiap perkembangan kasus dapat ditangani secara cepat dan terukur tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Terkait karakteristik penyakit, super flu disebut memiliki gejala yang menyerupai influenza pada umumnya. Namun, tingkat keparahannya dinilai lebih tinggi karena merupakan hasil mutasi virus H3 menjadi H3N2. Gejala dapat berupa demam, batuk, pilek, nyeri otot, hingga kondisi yang lebih berat pada kelompok rentan.

Imbauan PHBS dan Peran Masyarakat

Sebagai langkah pencegahan utama, Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat menjadi kunci dalam memutus potensi penularan. Penggunaan masker saat sakit atau berada di kerumunan kembali dianjurkan, disertai konsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup.

Data Kementerian Kesehatan mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus super flu di Indonesia, dengan mayoritas dialami perempuan dan kelompok usia anak. Dalam konteks tersebut, kesiapsiagaan daerah seperti Kota Malang dinilai memiliki peran strategis untuk mencegah penyebaran lebih luas serta menjaga stabilitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga terus melakukan komunikasi risiko kepada masyarakat melalui berbagai kanal informasi resmi. Edukasi ini difokuskan pada peningkatan literasi kesehatan publik agar masyarakat mampu mengenali gejala sejak dini serta mengetahui langkah yang tepat apabila membutuhkan layanan medis. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya pencegahan diharapkan berjalan efektif dan berkelanjutan. Sinergi lintas sektor menjadi fondasi penting menghadapi ancaman wabah.

Baca Juga :

Cara Meningkatkan Kesehatan Tubuh Melalui Asupan Buah Harian