Infomalangcom – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswi dari MAN 1 Kota Malang dalam ajang Satria Airlangga Cup X. Dalam kejuaraan pencak silat tingkat nasional tersebut, Amayra Briliana Maritza berhasil menyabet dua medali emas sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Dewasa Putri.
Capaian ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional.
Kejuaraan Satria Airlangga Cup X sendiri merupakan turnamen tahunan yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa pencak silat Universitas Airlangga, Surabaya.
Ajang ini diikuti ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dan menjadi salah satu kompetisi bergengsi di kalangan pelajar dan atlet muda.
Raih Dua Emas di Nomor Tunggal
Dalam kompetisi tersebut, Amayra tampil dominan di dua nomor berbeda, yakni Tunggal Wajib Dewasa Putri dan Tunggal Bebas Dewasa Putri.
Pada kategori tunggal wajib, peserta diwajibkan menampilkan rangkaian jurus baku dengan standar teknik tertentu yang dinilai berdasarkan ketepatan gerakan, kekuatan, irama, serta ekspresi.
Sementara pada kategori tunggal bebas, peserta diberi ruang kreativitas untuk mengembangkan variasi jurus sesuai karakter masing-masing, tanpa mengabaikan unsur teknik dan estetika pencak silat.
Penampilan konsisten dan penuh percaya diri membuat Amayra unggul atas para pesaingnya.
Berdasarkan laporan dari Times Indonesia, penilaian juri dalam kompetisi ini dilakukan secara profesional dengan sistem skor terbuka dan dewan juri bersertifikat nasional. Hal ini menjadikan gelar yang diraih semakin prestisius.
Baca Juga : Ribuan Peserta Ramaikan Tes Beasiswa Penghafal Kitab Suci 2026
Dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik
Tidak hanya menyabet dua medali emas, Amayra juga meraih gelar Pesilat Terbaik Dewasa Putri. Gelar ini diberikan kepada atlet dengan akumulasi nilai tertinggi serta konsistensi performa sepanjang kompetisi.
Menurut pemberitaan Radar Surabaya, kategori pesilat terbaik mempertimbangkan aspek teknik, stamina, ketenangan mental, hingga sportivitas selama bertanding.
Penilaian ini menunjukkan bahwa keberhasilan Amayra bukan hanya unggul dalam skor, tetapi juga dalam kualitas penampilan secara menyeluruh.
Persiapan Intensif Selama Tiga Bulan
Prestasi ini tidak diraih secara instan. Amayra menjalani latihan intensif selama hampir tiga bulan sebelum kejuaraan berlangsung. Ia berlatih rutin baik di sekolah maupun di perguruan silat tempatnya menimba ilmu.
Menurut keterangan yang dimuat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui kanal berita madrasah, pembinaan ekstrakurikuler olahraga di MAN 1 Kota Malang memang menjadi salah satu program unggulan.
Sekolah memberikan dukungan berupa jadwal latihan terstruktur, pendampingan pelatih profesional, serta dispensasi akademik saat siswa mengikuti kompetisi.
Pendekatan ini memungkinkan siswa tetap menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan non-akademik.
Ajang Nasional yang Kompetitif
Satria Airlangga Cup X digelar di Surabaya dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Kalimantan.
Berdasarkan publikasi resmi panitia melalui media partner Jawa Pos, turnamen ini diikuti ratusan atlet dari kategori usia dini hingga dewasa.
Kompetisi berlangsung selama beberapa hari dengan sistem eliminasi langsung. Tingginya jumlah peserta menjadikan persaingan berlangsung ketat di setiap babak.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga sarana pembinaan atlet menuju level provinsi hingga nasional seperti Pra-PON dan PON.
Dukungan Sekolah dan Lingkungan
Pihak MAN 1 Kota Malang menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih siswinya. Wakil kepala bidang kesiswaan menilai bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras siswa, pelatih, serta dukungan penuh dari orang tua.
Lingkungan sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Selain pencak silat, madrasah juga aktif dalam kompetisi sains, olahraga lain, hingga seni budaya.
Data dari laman resmi madrasah menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, ratusan prestasi berhasil diraih siswa dalam berbagai bidang, baik tingkat kota, provinsi, maupun nasional.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Prestasi Amayra menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya. Keberhasilan menyabet dua emas dan gelar pesilat terbaik membuktikan bahwa disiplin latihan, mental kuat, serta dukungan lingkungan mampu menghasilkan pencapaian luar biasa.
Pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia juga memiliki nilai karakter seperti keberanian, sportivitas, dan rasa hormat.
Kompetisi seperti Satria Airlangga Cup X menjadi wadah penting dalam membentuk generasi muda yang berprestasi sekaligus berkarakter.
Ke depan, Amayra menargetkan untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi dan terus meningkatkan kemampuan teknik serta mental bertandingnya.
Sekolah pun berkomitmen untuk terus mendukung siswa berprestasi agar mampu bersaing di level yang lebih luas.
Dengan torehan prestasi ini, MAN 1 Kota Malang kembali membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan atlet nasional yang membanggakan.
Baca Juga : Pengalaman Akademik Siswa SMK Farmasi Maharani di Universitas Ma Chung













