Breaking

Terminal Bus dan Keamanan Penumpang: Apa yang Perlu Dibenahi

Ahnaf muafa

2 February 2026

Terminal Bus dan Keamanan Penumpang: Apa yang Perlu Dibenahi
Infomalangcom - Terminal bus sering kali menjadi wajah pertama sebuah kota bagi para pendatang, namun sayangnya, reputasi fasilitas publik ini kerap dibayangi oleh isu keamanan dan kenyamanan yang belum optimal.

InfomalangcomTerminal bus sering kali menjadi wajah pertama sebuah kota bagi para pendatang, namun sayangnya, reputasi fasilitas publik ini kerap dibayangi oleh isu keamanan dan kenyamanan yang belum optimal.

Sebagai pusat mobilisasi massa yang mempertemukan ribuan orang dari berbagai latar belakang setiap harinya, terminal memiliki kerentanan tinggi terhadap tindak kriminalitas mulai dari pencopetan, penipuan tiket, hingga keberadaan calo yang meresahkan.

Keamanan penumpang bukan hanya tentang perlindungan fisik di area tunggu, tetapi juga mencakup standar keselamatan armada serta kepastian hukum bagi pengguna jasa transportasi darat.

Artikel ini akan membedah berbagai aspek krusial yang perlu segera dibenahi dalam ekosistem terminal bus di Indonesia guna menciptakan sistem transportasi yang lebih manusiawi, aman, dan dapat dipercaya oleh masyarakat luas.

Sistem Digitalisasi Tiket untuk Menghapus Praktik Percaloan

Salah satu masalah klasik yang mengakar di terminal bus adalah praktik percaloan yang memaksa penumpang membeli tiket dengan harga di atas ketentuan resmi.

Untuk membenahi hal ini, penerapan sistem tiket elektronik atau e-ticketing yang terpusat dan terintegrasi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Dengan sistem digital, transparansi harga dapat terjaga dan interaksi antara penumpang dengan pihak ketiga yang tidak resmi dapat diminimalisir secara signifikan.

Selain itu, digitalisasi memungkinkan pencatatan manifest penumpang yang akurat, yang sangat vital untuk keperluan asuransi dan pelacakan jika terjadi insiden di perjalanan.

Pemerintah dan pengelola terminal harus mewajibkan seluruh operator bus untuk masuk ke dalam ekosistem digital agar ruang gerak calo tertutup sepenuhnya demi ketenangan penumpang.

Peningkatan Standar Pengawasan dan Infrastruktur Keamanan Fisik

Keamanan fisik di dalam area terminal sering kali lemah karena minimnya pencahayaan dan titik buta yang tidak terpantau oleh kamera pengawas.

Pembenahan harus dimulai dengan instalasi CCTV di setiap sudut strategis, mulai dari area kedatangan, ruang tunggu, hingga lorong-lorong menuju toilet dan kantin.

Selain perangkat teknologi, keberadaan personel keamanan yang berpatroli secara rutin dan berseragam resmi akan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serta memberikan rasa tenang bagi penumpang, terutama bagi mereka yang harus bepergian di malam hari atau saat dini hari.

Penataan ulang tata letak terminal juga perlu dilakukan agar aliran penumpang menjadi satu arah dan tidak campur aduk dengan masyarakat umum yang tidak berkepentingan, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara lebih terfokus.

Standarisasi Pemeriksaan Kelayakan Armada dan Kesehatan Pengemudi

Keamanan penumpang tidak berhenti di area terminal, tetapi berlanjut hingga mereka sampai ke tujuan di dalam bus. Praktik pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check sering kali hanya dilakukan secara seremonial menjelang hari raya besar saja.

Padahal, pemeriksaan rutin terhadap fungsi rem, lampu, dan kondisi ban harus dilakukan setiap kali bus akan berangkat dari terminal.

Selain kelaikan bus, kondisi kesehatan pengemudi juga menjadi faktor kunci keselamatan yang sering terabaikan. Terminal harus menyediakan pos kesehatan permanen untuk memeriksa kadar alkohol, tekanan darah, dan tes urin bagi pengemudi guna memastikan mereka dalam kondisi prima dan bebas dari pengaruh obat-obatan terlarang.

Sanksi tegas berupa pencabutan izin trayek harus diberlakukan bagi operator yang lalai dalam menjaga standar keselamatan ini.

Baca Juga:

Update 2026: Daftar SPKLU di Malang Raya Kini Terbanyak se-Jawa Timur

Penyediaan Ruang Tunggu yang Inklusif dan Nyaman

Sering kali, penumpang merasa tidak aman karena kondisi ruang tunggu yang kumuh, terbuka, dan bercampur dengan pedagang asongan yang tidak teratur.

Pembenahan ruang tunggu menjadi area steril khusus penumpang dengan akses terbatas adalah langkah penting untuk meningkatkan standar keamanan.

Ruang tunggu yang ideal harus dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti area laktasi, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, dan pengisi daya perangkat elektronik.

Dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan teratur, perilaku masyarakat di dalam terminal juga cenderung akan lebih tertib.

Pencahayaan yang terang di seluruh area publik terminal akan menghilangkan kesan angker dan rawan, sehingga kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak tidak merasa terancam saat harus menghabiskan waktu menunggu keberangkatan bus.

Sinergi Antarinstansi dalam Penegakan Hukum di Terminal

Masalah keamanan di terminal bus sering kali bersifat lintas sektoral, sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan oleh dinas perhubungan sendirian.

Diperlukan sinergi yang kuat dengan pihak kepolisian untuk menindak tegas premanisme dan tindak pidana yang terjadi di kawasan terminal.

Pendirian pos polisi bersama di dalam terminal yang beroperasi selama dua puluh empat jam akan mempercepat respon terhadap laporan gangguan keamanan.

Selain itu, pengelola terminal harus menyediakan pusat pengaduan yang mudah diakses, baik melalui hotline telepon maupun aplikasi, agar penumpang dapat melaporkan segala bentuk pungutan liar atau pelecehan dengan jaminan kerahasiaan.

Penegakan hukum yang konsisten akan membangun kembali citra positif terminal sebagai sarana publik yang modern dan beradab.

Edukasi dan Pemberdayaan Penumpang mengenai Hak Keselamatan

Banyak penumpang yang belum memahami hak-hak mereka saat menggunakan jasa transportasi bus, termasuk hak atas asuransi dan standar pelayanan minimum.

Pengelola terminal berkewajiban memberikan edukasi melalui media informasi yang tersebar di area terminal mengenai prosedur pengaduan dan cara mengenali petugas resmi.

Penumpang yang teredukasi akan lebih berani menolak praktik ilegal dan ikut berperan aktif dalam menjaga ketertiban di lingkungan terminal.

Budaya lapor dan saling peduli antarpenumpang perlu ditumbuhkan agar komunitas pengguna transportasi publik memiliki kontrol sosial terhadap kondisi keamanan di sekitarnya.

Pemberdayaan ini menjadi benteng pertahanan terakhir jika sistem formal di terminal sedang mengalami kendala atau kelalaian dalam operasional harian.

Integrasi Transportasi Antarmoda sebagai Solusi Keamanan Terpadu

Keamanan penumpang sering kali terancam pada saat mereka baru saja turun dari bus dan harus mencari transportasi lanjutan ke rumah atau hotel.

Banyak terminal yang tidak memiliki integrasi yang baik dengan transportasi daring atau angkutan resmi lainnya, sehingga penumpang terpaksa keluar terminal menuju area yang gelap dan rawan untuk mencari tumpangan.

Pembenahan terminal bus masa depan harus mencakup penyediaan titik jemput yang aman, terang, dan terorganisir di dalam area terminal untuk semua jenis moda transportasi lanjutan.

Dengan memfasilitasi konektivitas yang mulus, celah bagi pelaku kejahatan untuk memanfaatkan kebingungan penumpang yang baru tiba dapat ditutup.

Integrasi ini merupakan bagian dari konsep smart terminal yang mengedepankan keamanan pengguna sebagai prioritas utama dalam ekosistem transportasi kota.

Baca Juga:

Proyek Tol Kediri–Tulungagung Masuk Tahap Pemasangan Girder, Akses Jalan Ditutup 4 Hari

Proyek Tol Kediri–Tulungagung Masuk Tahap Pemasangan Girder, Akses Jalan Ditutup 4 Hari

Author Image

Author

Ahnaf muafa