Breaking

Berita Malang Hari Ini, Tertib di Kayutangan, Kepadatan Semeru Jadi Sorotan

Berita Malang Hari Ini Tertib di Kayutangan, Kepadatan Semeru Jadi Sorotan
Berita Malang Hari Ini Tertib di Kayutangan, Kepadatan Semeru Jadi Sorotan

Infomalangcom – Kondisi lalu lintas di Kota Malang kembali menjadi perhatian publik. Perbedaan yang mencolok terlihat antara kawasan Kayutangan Heritage dan Jalan Semeru.

Jika Kayutangan kini dikenal lebih tertib dan nyaman bagi pengendara maupun pejalan kaki, Jalan Semeru justru masih sering diwarnai kemacetan yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Situasi ini menegaskan bahwa penataan parkir di Kota Malang belum berjalan merata dan masih menyisakan persoalan di sejumlah titik strategis.

Fenomena tersebut memunculkan diskusi luas di kalangan warga. Banyak pihak menilai keberhasilan penataan parkir di satu kawasan seharusnya dapat menjadi contoh bagi wilayah lain, terutama ruas jalan utama yang memiliki peran penting dalam mobilitas harian.

Kayutangan Heritage Menjadi Contoh Ketertiban

Kawasan Kayutangan Heritage menunjukkan perubahan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Penataan parkir dilakukan dengan lebih teratur, sehingga badan jalan tidak lagi dipenuhi kendaraan yang berhenti sembarangan.

Pengaturan ini membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut relatif lancar, meskipun aktivitas wisata dan ekonomi cukup tinggi.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pengawasan yang konsisten serta pembatasan parkir di titik-titik tertentu. Ruang bagi pejalan kaki juga terlihat lebih jelas, memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa penataan parkir yang disiplin mampu menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib.

Jalan Semeru Masih Bergelut dengan Kepadatan

Berbanding terbalik dengan Kayutangan, Jalan Semeru hingga kini masih kerap mengalami kepadatan lalu lintas. Parkir kendaraan di tepi jalan menjadi pemandangan yang hampir setiap hari ditemui.

Akibatnya, lebar jalan menyempit dan laju kendaraan menjadi terhambat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Jalan Semeru merupakan salah satu jalur vital yang dilalui berbagai jenis kendaraan. Aktivitas perkantoran, fasilitas pendidikan, dan layanan publik di sepanjang ruas jalan ini membuat volume kendaraan cukup tinggi. Tanpa pengaturan parkir yang tegas, potensi kemacetan sulit dihindari.

Baca Juga : Breaking News Hari Ini, Pemkot Malang Atur Zona Parkir untuk Kegiatan Harlah NU

Parkir On Street Masih Mendominasi

Salah satu masalah utama di Jalan Semeru adalah maraknya parkir on street. Kendaraan yang berhenti di badan jalan memakan ruang lalu lintas dan mengurangi kapasitas jalan. Kondisi ini tidak hanya memperlambat arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Warga menilai bahwa praktik parkir on street terjadi karena kurangnya pengawasan yang konsisten. Ketika tidak ada petugas, pengendara cenderung memanfaatkan ruang jalan untuk parkir, meskipun hal tersebut melanggar aturan yang berlaku.

Perbedaan Intensitas Pengawasan

Perbedaan kondisi antara Kayutangan dan Jalan Semeru juga dipengaruhi oleh intensitas pengawasan di lapangan.

Di kawasan yang tertib, kehadiran petugas relatif lebih rutin dan terlihat jelas. Sementara di Jalan Semeru, pengawasan dinilai belum merata sepanjang waktu.

Ketika pengawasan melemah, pelanggaran parkir meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan penataan parkir tidak hanya bergantung pada aturan tertulis, tetapi juga pada konsistensi penegakan di lapangan.

Dampak Kemacetan bagi Aktivitas Warga

Kemacetan di Jalan Semeru memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama, efisiensi kerja menurun, dan tingkat stres pengguna jalan meningkat. Bagi pengendara yang melintas setiap hari, kondisi ini menjadi keluhan yang berulang.

Pelaku usaha di sekitar kawasan juga merasakan dampaknya. Akses yang sulit dan kemacetan dapat mengurangi kenyamanan pelanggan. Situasi ini berbeda dengan kawasan yang tertib, di mana aktivitas ekonomi justru dapat berjalan lebih lancar.

Ketimpangan Penataan Parkir Antarwilayah

Kondisi kontras antara Kayutangan dan Jalan Semeru memperlihatkan adanya ketimpangan dalam penataan parkir antarwilayah.

Keberhasilan di satu kawasan belum sepenuhnya diterapkan di kawasan lain yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.

Masyarakat berharap adanya pendekatan yang lebih menyeluruh agar kebijakan parkir tidak bersifat parsial. Penataan yang merata dinilai penting untuk menciptakan sistem lalu lintas kota yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Penataan Parkir Masih Jadi Tantangan Kota

Hingga saat ini, penataan parkir masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kota Malang. Kompleksitas aktivitas perkotaan, keterbatasan ruang, serta tingkat kepatuhan pengguna jalan menjadi tantangan tersendiri. Tanpa langkah yang konsisten, permasalahan parkir berpotensi terus berulang di titik-titik tertentu.

Kondisi ini menuntut perhatian serius agar ketertiban yang sudah tercapai di kawasan tertentu tidak berhenti sebagai keberhasilan lokal semata, melainkan dapat diterapkan secara luas di seluruh wilayah kota.

Baca Juga : Kasus Terbaru Viral NTT, Fokus KPAI pada Kesehatan Mental dan Kemiskinan di Lingkungan SD