Infomalangcom – Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat dalam dunia pendidikan. Namun di sisi lain, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak pada konsentrasi dan prestasi belajar pelajar.
Akses tanpa batas ke media sosial, gim daring, dan video hiburan membuat sebagian siswa sulit mengatur waktu belajar secara efektif.
Berdasarkan laporan berbagai lembaga pendidikan dan kesehatan, penggunaan gawai yang tidak terkontrol berpotensi memicu penurunan fokus, gangguan tidur, hingga turunnya motivasi akademik.
Oleh karena itu, penting bagi pelajar dan orang tua memahami strategi yang tepat untuk mengatasi kecanduan gadget tanpa harus sepenuhnya menjauhi teknologi.
Memahami Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization, penggunaan perangkat digital secara berlebihan pada anak dan remaja dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental, termasuk kualitas tidur dan aktivitas fisik.
Kurangnya waktu istirahat akibat penggunaan gadget hingga larut malam berdampak langsung pada daya konsentrasi saat belajar.
Di Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia juga mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak dalam proses pembelajaran. Artinya, gadget seharusnya menjadi alat pendukung belajar, bukan sumber distraksi utama.
Baca Juga : Prestasi Membanggakan, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Pimpin LKS Kabupaten Malang 2026
Membuat Jadwal Screen Time yang Jelas
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menetapkan batas waktu penggunaan gadget setiap hari. Pelajar dapat membagi waktu antara belajar, istirahat, dan hiburan secara seimbang.
Misalnya, penggunaan media sosial dibatasi maksimal satu hingga dua jam setelah seluruh tugas sekolah selesai.
Banyak perangkat kini menyediakan fitur pengaturan screen time untuk memantau durasi penggunaan aplikasi. Dengan disiplin menerapkan batas waktu, pelajar dapat melatih kontrol diri sekaligus menjaga produktivitas.
Menciptakan Lingkungan Belajar Bebas Distraksi
Lingkungan belajar sangat memengaruhi fokus. Saat belajar, sebaiknya gadget diletakkan jauh dari jangkauan atau diaktifkan mode senyap.
Notifikasi yang terus muncul dapat mengganggu konsentrasi dan memperpanjang waktu penyelesaian tugas.
Jika memungkinkan, pelajar bisa menentukan area khusus untuk belajar tanpa televisi atau perangkat hiburan lainnya.
Teknik ini membantu otak membangun kebiasaan bahwa ruang tersebut identik dengan aktivitas akademik.
Menggunakan Gadget untuk Aktivitas Produktif
Alih-alih menjauhkan gadget sepenuhnya, pelajar dapat mengalihkannya ke aktivitas yang lebih bermanfaat. Misalnya, menggunakan aplikasi pembelajaran, menonton video edukatif, atau membaca buku digital. Dengan cara ini, gadget tetap digunakan tetapi memberikan nilai tambah terhadap pengetahuan.
Pemanfaatan platform belajar daring juga dapat meningkatkan pemahaman materi sekolah. Kuncinya adalah memastikan tujuan penggunaan jelas dan tidak melebar ke aktivitas hiburan yang tidak terkontrol.
Menerapkan Teknik Belajar Terstruktur
Teknik belajar seperti metode Pomodoro dapat membantu pelajar tetap fokus. Metode ini membagi waktu belajar menjadi 25 menit fokus penuh, lalu istirahat 5 menit. Setelah empat sesi, istirahat lebih panjang dapat dilakukan.
Dengan jadwal terstruktur, keinginan untuk membuka media sosial di tengah waktu belajar dapat ditekan. Pola ini juga membantu menjaga stamina mental agar tidak cepat lelah.
Peran Orang Tua dan Guru dalam Pengawasan
Bagi pelajar usia sekolah dasar hingga menengah, pendampingan orang tua sangat penting. Orang tua dapat memberikan contoh penggunaan gadget yang sehat serta membuat aturan penggunaan bersama di rumah.
Komunikasi terbuka mengenai dampak kecanduan gadget juga membantu anak memahami alasan pembatasan tersebut.
Guru di sekolah pun memiliki peran penting dengan memberikan edukasi literasi digital. Pemahaman tentang etika penggunaan teknologi dan manajemen waktu menjadi bekal penting bagi pelajar di era digital.
Menjaga Keseimbangan Aktivitas Fisik dan Sosial
Aktivitas fisik seperti olahraga, bermain di luar rumah, atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dapat mengurangi ketergantungan pada gadget. Interaksi sosial langsung juga membantu meningkatkan keterampilan komunikasi dan keseimbangan emosional.
Mengisi waktu luang dengan kegiatan positif membuat pelajar tidak selalu bergantung pada hiburan digital. Dengan keseimbangan yang baik antara dunia nyata dan dunia digital, prestasi belajar pun lebih terjaga.
Mengatasi kecanduan gadget bukan berarti menolak teknologi, melainkan menggunakannya secara bijak dan terkontrol. Dengan menerapkan strategi pengaturan waktu, menciptakan lingkungan belajar kondusif, serta dukungan orang tua dan guru, pelajar dapat tetap fokus dan menjaga prestasi akademik. Teknologi akan menjadi alat yang mendukung keberhasilan, bukan penghalang dalam meraih cita-cita.
Baca Juga : UB dan UIN Resmi Tak Gunakan Nilai TKA untuk Syarat SNBP 2026












