Infomalang.com – Keputusan terkait dua titik perhentian Bus Trans Jatim di kawasan Tlogomas dan Dinoyo Kota Malang akhirnya dipastikan tidak mengalami perubahan lokasi.
Setelah melalui proses evaluasi, pemerintah daerah bersama pihak terkait menilai bahwa kedua halte tersebut masih layak digunakan.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran layanan transportasi publik sekaligus menjawab aspirasi masyarakat yang selama ini memanfaatkan Trans Jatim sebagai sarana mobilitas harian.
Hasil Evaluasi Lokasi Perhentian
Evaluasi dilakukan menyusul rencana awal pemindahan dua titik perhentian yang sempat menimbulkan pro dan kontra.
Berbagai aspek menjadi bahan pertimbangan, mulai dari keselamatan penumpang, kelancaran arus lalu lintas, hingga aksesibilitas warga.
Berdasarkan hasil kajian, lokasi halte di Tlogomas dan Dinoyo dinilai masih memenuhi standar operasional dan tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap pengguna jalan lain.
Pertimbangan Keselamatan dan Kenyamanan
Faktor keselamatan menjadi poin utama dalam evaluasi tersebut. Posisi halte dinilai cukup aman bagi penumpang saat naik dan turun bus.
Selain itu, keberadaan halte di lokasi lama dianggap lebih mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar, termasuk pelajar dan pekerja. Kenyamanan pengguna Trans Jatim juga menjadi perhatian agar layanan angkutan massal ini tetap diminati.
Baca Juga :
Klarifikasi UPT Bandara Abd Saleh soal Antar Jemput Penumpang
Respons Masyarakat dan Pengguna
Keputusan mempertahankan lokasi halte mendapat respons beragam dari masyarakat. Sebagian besar pengguna Trans Jatim menyambut baik kebijakan ini karena dinilai tidak menyulitkan mobilitas mereka.
Warga sekitar juga menilai keberadaan halte di lokasi lama sudah terintegrasi dengan aktivitas sehari hari, sehingga pemindahan justru dikhawatirkan menimbulkan kebingungan bagi penumpang.
Dampak terhadap Lalu Lintas
Dari sisi lalu lintas, hasil evaluasi menunjukkan bahwa keberadaan halte di Tlogomas dan Dinoyo masih dapat dikendalikan dengan pengaturan yang tepat.
Petugas terkait akan terus melakukan pemantauan guna memastikan tidak terjadi kemacetan atau potensi kecelakaan. Pengaturan waktu berhenti bus juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran arus kendaraan.
Komitmen Peningkatan Layanan Trans Jatim
Pemerintah daerah menegaskan bahwa keputusan ini tidak menghentikan upaya peningkatan kualitas layanan Trans Jatim.
Evaluasi akan terus dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi jalan.
Perbaikan fasilitas halte, penambahan rambu, serta peningkatan kenyamanan penumpang menjadi agenda lanjutan yang akan direalisasikan secara bertahap.
Peran Transportasi Publik di Kota Malang
Trans Jatim memiliki peran penting dalam mendukung sistem transportasi publik di Kota Malang. Kehadirannya membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan berkontribusi terhadap pengurangan kemacetan.
Dengan mempertahankan halte di lokasi strategis seperti Tlogomas dan Dinoyo, diharapkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum semakin meningkat.
Kesimpulan
Keputusan mempertahankan dua titik perhentian Trans Jatim di Tlogomas dan Dinoyo merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang mempertimbangkan berbagai aspek.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kenyamanan, keselamatan, serta efektivitas layanan transportasi publik.
Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan berkomitmen terus melakukan pembenahan agar Trans Jatim menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas sehari hari di Kota Malang.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, operator bus, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan transportasi publik.
Partisipasi warga dalam memberikan masukan sangat dibutuhkan agar setiap kebijakan yang diambil sesuai kebutuhan lapangan.
Sosialisasi mengenai titik perhentian, jadwal keberangkatan, serta aturan penggunaan halte juga perlu terus dilakukan agar layanan Trans Jatim berjalan tertib.
Dengan dukungan semua pihak, keberadaan bus Trans Jatim diharapkan mampu mendorong pola transportasi yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.
Langkah mempertahankan halte di Tlogomas dan Dinoyo menjadi contoh bahwa evaluasi kebijakan berbasis data dan aspirasi publik dapat menghasilkan keputusan yang seimbang.
Upaya ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat kota secara menyeluruh.
Dengan demikian, keberlanjutan layanan Trans Jatim di Kota Malang diharapkan terus terjaga, mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga, sekaligus memperkuat sistem transportasi terpadu yang modern dan berorientasi pelayanan publik secara konsisten, transparan, dan bertanggung jawab bagi generasi mendatang bersama.
Baca Juga :
Akses Travel Wisata ke Bandara Malang Dipersoalkan, Sopir Mengaku Dirugikan












