Infomalangcom – Kabupaten Malang kini bertransformasi menjadi poros pariwisata berbasis kerakyatan yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Melalui kepemimpinan H.M. Sanusi, wilayah dengan topografi pegunungan dan pantai ini tidak hanya mengandalkan keindahan alam statis, tetapi juga melakukan akselerasi melalui manajemen kebijakan yang terukur.
Salah satu aspek krusial yang menjadi motor penggerak visi “Malang Makmur” adalah bagaimana tugas Bupati diimplementasikan secara langsung melalui pengawasan di tingkat akar rumput.
Transformasi desa wisata di Malang bukan sekadar tren, melainkan hasil dari sinkronisasi antara regulasi pemerintah pusat dan eksekusi lapangan yang ketat untuk mencapai standar global.
Implementasi Tugas Bupati dalam Paradigma Pembangunan Desa
Secara yuridis, tugas Bupati mencakup memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
Di Kabupaten Malang, wewenang ini diterjemahkan ke dalam kebijakan strategis untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengentas kemiskinan. H.M. Sanusi secara konsisten menekankan bahwa peran kepala daerah tidak boleh terbatas di balik meja.
Beliau memposisikan diri sebagai fasilitator sekaligus pengawas yang menjembatani kebutuhan masyarakat desa dengan birokrasi pemerintahan.
Pembangunan desa wisata berstandar dunia memerlukan standarisasi pelayanan, keamanan, dan kebersihan yang setara dengan destinasi internasional. Oleh karena itu, tugas kepala daerah di sini adalah memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersinergi.
Bukan hanya Dinas Pariwisata, tetapi juga Dinas Pekerjaan Umum untuk akses jalan, hingga Dinas Lingkungan Hidup untuk pengelolaan limbah di area destinasi.
Langkah ini diambil agar setiap desa memiliki kemandirian finansial melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Baca Juga : Tinjauan Tugas Presiden dalam Memastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tahun 2026
Tinjauan Lapangan sebagai Instrumen Pengawasan Kebijakan
Program “Jelajah Desa Wisata Malang Makmur” menjadi bukti nyata bagaimana tugas Bupati dijalankan dengan metode jemput bola. Tinjauan lapangan ini berfungsi sebagai instrumen audit visual untuk memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan tepat sasaran.
Dalam setiap kunjungannya, Bupati Malang melakukan verifikasi terhadap kesiapan infrastruktur pendukung pariwisata. Hal ini mencakup ketersediaan fasilitas umum yang layak bagi turis mancanegara, seperti akses air bersih, sanitasi yang higienis, dan konektivitas internet.
Tinjauan lapangan ini juga menjadi sarana dialog antara pemerintah dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). H.M. Sanusi seringkali memberikan arahan langsung mengenai pentingnya konsep hospitality yang ramah lingkungan.
Dengan turun langsung, Bupati dapat mendeteksi hambatan administratif di tingkat desa yang selama ini menghambat perkembangan sektor wisata, sehingga solusi dapat diputuskan secara cepat saat itu juga di lokasi.
Strategi Akselerasi Desa Wisata Menuju Panggung Internasional
Target mencapai standar dunia bukan tanpa alasan. Kabupaten Malang telah menorehkan prestasi melalui beberapa desa yang masuk dalam jajaran Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Bupati, H.M. Sanusi mendorong integrasi teknologi dalam promosi wisata.
Peluncuran Malang Kabupaten Tourism Intelligence Center (MATIC) adalah langkah visioner untuk mendigitalisasi data kunjungan dan potensi wisata agar dapat diakses oleh calon wisatawan dari seluruh penjuru dunia.
Selain digitalisasi, penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus utama. Pelatihan-pelatihan bagi warga lokal untuk menjadi pemandu wisata profesional yang menguasai bahasa asing terus digalakkan.
Pembangunan sektor ini juga dilakukan dengan skema kolaborasi lintas sektoral, seperti penggabungan konsep pertanian dan wisata (agrowisata) di wilayah Dau dan Pujon, serta pemanfaatan kawasan hutan lindung dengan skema kemitraan strategis bersama pihak terkait.
Bukti Autentik dan Referensi Prestasi Daerah
Keberhasilan pelaksanaan tugas Bupati Malang dalam membangun desa wisata didukung oleh data valid dan pengakuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Beberapa bukti kesuksesan yang dapat ditinjau oleh publik antara lain:
- Kemenangan Desa Wisata Sanankerto yang meraih penghargaan di tingkat ASEAN dalam kategori Rural Development and Poverty Eradication.
- Data resmi capaian Anugerah Desa Wisata Indonesia yang mencatat desa-desa di Malang sebagai peraih juara nasional secara konsisten (Sumber: Jadesta Kemenparekraf).
- Dokumentasi kegiatan lapangan dan kebijakan strategis Bupati Malang dapat dipantau melalui kanal informasi resmi Pemerintah Kabupaten Malang.
Sinergi antara pengawasan lapangan yang intensif dan kebijakan yang pro-rakyat membuktikan bahwa Kabupaten Malang sedang berada di jalur yang benar untuk menjadi destinasi kelas dunia yang berkelanjutan.
Baca Juga : Terjerat Pasal Penggelapan, Eks Manajer Artis Resmi Jadi Tersangka











