Infomalangcom – Lanskap perkotaan di Indonesia tengah mengalami pergeseran paradigma yang masif menuju digitalisasi pelayanan publik.
Di tengah persaingan antarwilayah, Kota Malang muncul sebagai anomali positif yang membuktikan bahwa integrasi teknologi bukan sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan fundamental.
Fokus utama dalam tugas Walikota Malang kini bergeser dari pembangunan fisik konvensional menuju pembangunan ekosistem digital yang komprehensif.
Melalui visi yang terukur, kepemimpinan daerah di Malang telah berhasil meletakkan fondasi kuat bagi tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data.
Evaluasi terhadap kinerja ini menjadi penting untuk memetakan sejauh mana teknologi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat di akar rumput.
Restrukturisasi Tata Kelola Melalui SPBE
Salah satu indikator keberhasilan paling valid dalam pelaksanaan tugas Walikota Malang adalah lonjakan signifikan pada Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Sejak tahun 2022, terjadi akselerasi yang luar biasa dalam penyederhanaan birokrasi melalui platform digital.
Pimpinan daerah menyadari bahwa untuk menciptakan Smart City, instansi pemerintah harus terlebih dahulu menjadi cerdas secara internal. Integrasi data antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini tidak lagi tersekat oleh ego sektoral.
Penerapan e-budgeting dan e-planning yang semakin matang memastikan bahwa setiap rupiah APBD dapat dipantau distribusinya secara real-time. Pada awal tahun 2026 ini, transisi menuju Pemerintahan Digital (Pemdi) penuh menunjukkan hasil yang memuaskan.
Hal ini bukan hanya soal memindahkan dokumen kertas ke layar komputer, melainkan merombak proses bisnis pemerintahan agar lebih cepat merespons kebutuhan warga.
Efisiensi waktu dalam pengurusan perizinan dan layanan kependudukan menjadi bukti autentik bahwa transformasi digital di Malang berjalan pada rel yang tepat.
Kepemimpinan Strategis dalam Literasi Digital Masyarakat
Keberhasilan sebuah kota pintar tidak hanya diukur dari kecanggihan aplikasinya, tetapi juga dari kesiapan sumber daya manusianya.
Dalam menjalankan tugas Walikota, pimpinan Kota Malang memberikan atensi khusus pada penguatan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI). Berdasarkan data rujukan nasional, Malang berhasil mencatatkan skor yang melampaui rata-rata kota besar lainnya di Indonesia.
Capaian skor di atas 60 poin menjadi bukti bahwa literasi digital masyarakat Malang sudah berada di level madya menuju mahir.
Upaya ini dilakukan melalui program-program inklusif yang menjangkau berbagai lapisan, mulai dari pelaku UMKM hingga lansia. Melalui inisiatif seperti “Ngalam Digitalk”, pemerintah daerah secara aktif melakukan edukasi mengenai keamanan siber, pemanfaatan lokapasar (marketplace), hingga etika berinternet.
Walikota berperan sebagai katalisator yang menghubungkan akademisi dari berbagai universitas di Malang dengan masyarakat umum untuk menciptakan ekosistem belajar yang berkelanjutan. Hal inilah yang membuat transformasi digital di Malang terasa lebih organik dan berkelanjutan.
Baca Juga : Tinjauan Lapangan, Fokus Utama Tugas Bupati Malang dalam Membangun Desa Wisata Berstandar Dunia
Inovasi Infrastruktur dan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Pilar Smart Economy menjadi fokus sentral yang membedakan Malang dengan kota lainnya. Pemanfaatan Malang Creative Center (MCC) sebagai pusat inkubasi talenta digital merupakan langkah visioner dalam pelaksanaan tugas Walikota.
MCC bukan sekadar gedung, melainkan ruang kolaborasi tempat ide-ide startup digital lokal lahir dan berkembang.
Dengan menyediakan fasilitas teknologi tinggi bagi para kreator muda, pemerintah daerah berhasil menekan angka pengangguran terdidik dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor formal digital.
Selain itu, digitalisasi di pasar-pasar tradisional melalui sistem pembayaran nontunai (QRIS) menunjukkan bahwa teknologi telah menyentuh sektor ekonomi mikro.
Sinergi antara infrastruktur fisik dan digital ini menciptakan efisiensi transaksi yang berdampak pada stabilitas harga pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepemimpinan daerah berhasil membuktikan bahwa teknologi adalah alat untuk pemberdayaan ekonomi rakyat, bukan ancaman bagi pedagang konvensional.
Optimalisasi Layanan Publik Terpadu “Malang Mbois”
Implementasi nyata dari tugas Walikota dalam aspek Smart Living terlihat jelas melalui aplikasi super (super app) Malang Mbois.
Portal ini menyatukan berbagai layanan, mulai dari pemantauan kesehatan, pelaporan kondisi darurat, hingga akses informasi transportasi publik. Integrasi ini meminimalkan fragmentasi aplikasi yang sering menjadi kendala di banyak daerah lain.
Warga tidak perlu lagi mengunduh puluhan aplikasi berbeda untuk urusan yang berbeda; cukup satu pintu untuk semua solusi.
Keamanan kota juga ditingkatkan melalui penguatan jaringan CCTV yang terintegrasi dengan pusat komando (Command Center).
Hal ini memungkinkan respon cepat terhadap gangguan keamanan maupun bencana alam. Data yang dikumpulkan dari berbagai sensor di penjuru kota kemudian diolah menjadi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Evaluasi mendalam menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah secara signifikan.
Sumber Referensi dan Bukti Pendukung:
Untuk memverifikasi capaian dan melihat implementasi nyata transformasi digital di Kota Malang, Anda dapat merujuk pada kanal resmi berikut:
- Laporan SPBE Nasional: Data resmi kemajuan indeks SPBE dapat diakses melalui portal Kemenpan RB.
- Dokumentasi Inovasi: Video profil Smart City Malang dan operasional MCC dapat dilihat di kanal YouTube resmi Pemerintah Kota Malang.
- Indeks Masyarakat Digital: Publikasi terbaru mengenai IMDI tersedia di situs Kemenkominfo.
Baca Juga : Visi Misi Capres Terbaru, Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Digitalisasi Sampai 2029











