Breaking

Tumpak Sewu Waterfall Keajaiban Alam di Jawa Timur

Tumpak sewu waterfall
Tumpak Sewu Waterfall Keajaiban Alam di Jawa Timur

Infomalangcom – Tumpak Sewu Waterfall adalah salah satu air terjun paling spektakuler di Indonesia yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, di perbatasan dengan Kabupaten Malang.

Air terjun ini juga dikenal dengan nama Coban Sewu, dan menjadi salah satu ikon wisata alam terbesar di Pulau Jawa.

Nama “Tumpak Sewu” secara harfiah berarti “seribu aliran” karena formasi air terjunnya yang menyerupai ribuan aliran air jatuh dalam satu lengkungan tebing yang luas dengan ketinggian sekitar 120 meter dan lebar yang sangat besar, menciptakan efek tirai air yang dramatis dan memukau.

Tumpak Sewu berada di lembah yang dibentuk oleh aliran Sungai Glidih yang bersumber dari lereng Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Formasi geologis ini menghasilkan pemandangan yang dramatis dengan air terjun yang jatuh dari tebing setengah lingkaran, menciptakan panorama alam menakjubkan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Lokasi dan Akses Menuju Tumpak Sewu Waterfall

Tumpak Sewu Waterfall berlokasi di Sidomulyo, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, sehingga bisa diakses dari kedua arah kota besar ini.

Jaraknya sekitar 70 km dari Kota Malang dengan waktu tempuh sekitar 2–3 jam berkendara, sementara dari Kota Lumajang jaraknya lebih dekat, sekitar 30–40 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5–2 jam tergantung kondisi lalu lintas dan rute yang dipilih.

Akses menuju lokasi umumnya menggunakan kendaraan pribadi karena transportasi umum langsung ke kawasan air terjun ini sangat terbatas.

Banyak wisatawan memilih menggunakan rental mobil atau motor dari Malang atau Lumajang untuk kenyamanan dan fleksibilitas perjalanan.

Beberapa paket tur juga tersedia dari Malang yang menggabungkan kunjungan ke Tumpak Sewu dengan destinasi lain di Jawa Timur.

Baca Juga : Selecta Wisata Taman Bunga dan Rekreasi Keluarga di Malang

Keindahan Alam Tumpak Sewu Waterfall

Panorama Air Terjun Seribu Tirai

Salah satu daya tarik utama Tumpak Sewu adalah pemandangan air terjun yang terlihat seperti tirai air besar dengan ribuan aliran air jatuh bersama-sama dari tebing yang tinggi.

Formasi ini menciptakan efek visual yang spektakuler terutama saat dilihat dari panorama atas, sebuah area pengamatan yang mudah dijangkau setelah pintu masuk utama.

Pemandangan ini dikenal sebagai salah satu yang paling indah di Indonesia dan sering disebut sebagai “Niagara-nya Indonesia” oleh wisatawan.

Panorama dari atas memberikan kesempatan foto yang luar biasa dengan latar tirai air yang lebar dan lembah hijau di sekitarnya.

Jika membawa drone, pemandangan dari udara akan semakin dramatis dengan tebing tinggi yang mengelilingi lembah.

Trekking dan Panorama Dari Dasar Air Terjun

Untuk mendapatkan pengalaman yang lebih intens, pengunjung dapat turun ke dasar air terjun melalui rute trekking yang curam dan menantang.

Jalur ini memerlukan stamina dan kewaspadaan karena medannya licin dan berbatu, namun begitu mencapai dasar, pengunjung akan merasakan sensasi berada di tengah “tirai air” yang raksasa dengan gemuruh suara jatuhnya air di sekeliling.

Beberapa titik trekking juga akan membawa Anda melewati area sungai kecil, tangga logam atau papan, serta jalur yang sedikit licin akibat cipratan air. Untuk itu, sepatu trekking atau alas kaki dengan grip yang kuat sangat disarankan.

Goa Tetes dan Spot Tambahan

Di sekitar Tumpak Sewu terdapat juga beberapa spot alam lainnya yang menarik seperti Goa Tetes, sebuah gua yang memiliki air yang terus menetes dari atas, membentuk formasi batu kapur yang unik dan memberikan pemandangan berbeda dari air terjun utama.

Goa Tetes dan Telaga Biru di sekitarnya menawarkan pengalaman eksplorasi tambahan bagi wisatawan yang ingin melihat lebih dari sekedar panorama utama Tumpak Sewu.

Aktivitas Wisata di Tumpak Sewu Waterfall

Menikmati Pemandangan dan Fotografi

Aktivitas utama wisatawan di Tumpak Sewu adalah mengambil foto panorama air terjun baik dari atas maupun setelah trekking ke dasar.

Area panorama atas sangat populer saat pagi hari, terutama saat matahari pagi memantul melalui kabut air, menciptakan efek cahaya yang dramatis dan sering menghasilkan pelangi alami di antara cipratan air.

Trekking dan Petualangan Alam

Bagi pencinta petualangan, trekking menuju dasar lembah air terjun memberikan pengalaman yang lebih intens dengan jalur yang bervariasi, termasuk jalan tanah, tangga bambu, serta jalur berbatu yang memerlukan tenaga ekstra. Trekking ini bisa memakan waktu 30–60 menit tergantung kecepatan dan kondisi jalur.

Disarankan untuk memulai pagi hari sebelum jalur semakin ramai dan kondisi tanah menjadi lebih licin akibat sinar matahari atau peningkatan pengunjung. Banyak wisatawan yang menggunakan pemandu lokal untuk memastikan keamanan di jalur yang menantang ini.

Eksplorasi Alam dan Flora Fauna

Selain air terjun itu sendiri, area sekitar Tumpak Sewu juga merupakan bagian dari hutan tropis dataran rendah yang kaya dengan vegetasi lokal dan potensi satwa liar kecil.

Wisatawan yang gemar dengan alam bebas bisa meluangkan waktu untuk menjelajahi area sekitar dengan lebih santai, menikmati suara alam dan suasana lembah yang asri.

Waktu Terbaik dan Tips Kunjungan

Musim dan Cuaca

Musim kunjungan terbaik ke Tumpak Sewu adalah pada musim kemarau antara April sampai Oktober, karena kondisi jalur trekking lebih aman dan tanah lebih stabil.

Pada musim hujan antara November sampai Maret, kadar air di air terjun meningkat signifikan sehingga pemandangan menjadi lebih dramatis, tetapi jalur menjadi sangat licin dan berpotensi berbahaya sehingga beberapa jalur mungkin ditutup.

Waktu Dalam Hari

Disarankan untuk datang awal pagi saat pintu masuk dibuka sekitar pukul 07.00–08.00 pagi untuk mendapatkan pencahayaan terbaik dalam foto serta kondisi udara yang sejuk dan pengunjung yang lebih sedikit. Selain itu, jalur turun ke bawah biasanya ditutup sore hari untuk alasan keselamatan.

Fasilitas dan Biaya Kunjungan

Tiket Masuk dan Biaya Tambahan

Tumpak Sewu memberikan akses yang relatif terjangkau bagi wisatawan. Harga tiket masuk ke area panorama atas biasanya berkisar antara Rp10.000–20.000 per orang.

Untuk turun ke dasar air terjun melalui jalur trekking, sering kali ada biaya tambahan, biasanya sekitar Rp15.000–50.000 untuk biaya tiket masuk area bawah air terjun.

Penginapan dan Akomodasi Sekitar

Walaupun area air terjun tidak menyediakan penginapan langsung di lokasi, banyak wisatawan memilih menginap di kota terdekat seperti Malang atau Lumajang.

Di kedua kota ini tersedia berbagai pilihan hotel, guesthouse, dan homestay untuk semua anggaran, mulai dari penginapan ekonomis hingga pilihan yang lebih nyaman.

Tips Keamanan

Trails menuju dasar air terjun bisa basah dan licin, serta bebatuannya tajam pada beberapa bagian, sehingga selalu disarankan memakai sepatu trekking yang nyaman, membawa air minum yang cukup, serta berhati-hati terutama di jalur turun dan sungai kecil yang harus diseberangi.

Baca Juga ; Alasan Songgoriti Masih Jadi Tujuan Wisata Populer di Kota Batu