Breaking

UIN Maliki Malang Tambah 11 Guru Besar, Soroti Peran Keteladanan Akademik

Ahnaf muafa

21 January 2026

UIN Maliki Malang Tambah 11 Guru Besar, Soroti Peran Keteladanan Akademik
Infomalang.com - Dunia pendidikan tinggi Islam di Indonesia kembali mencatatkan momentum emas dalam pengembangan sumber daya manusia unggul.

Infomalangcom – Dunia pendidikan tinggi Islam di Indonesia kembali mencatatkan momentum emas dalam pengembangan sumber daya manusia unggul.

Bertempat di Aula Rektorat Lantai 5, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang secara resmi mengukuhkan sebelas akademisi terbaiknya menjadi Guru Besar dalam Rapat Terbuka Senat.

Acara yang berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026 ini bukan sekadar seremoni kenaikan jabatan fungsional tertinggi, melainkan sebuah pernyataan sikap mengenai pentingnya integritas dan keteladanan akademik.

Dalam pidato pengukuhannya, ditekankan bahwa gelar profesor merupakan awal dari tanggung jawab moral yang lebih besar untuk membawa lompatan peradaban bagi bangsa dan dunia internasional.

11 Guru Besar Baru dari Lintas Disiplin

Pengukuhan massal ini mencatatkan sejarah baru bagi kampus hijau tersebut, dengan menetapkan Guru Besar ke-87 hingga ke-98.

Kehadiran para profesor baru ini tersebar di lima fakultas strategis, dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) muncul sebagai penyumbang terbanyak.

Keberagaman bidang keilmuan yang dikukuhkan—mulai dari Sastra Arab, Hukum Ekonomi, hingga Psikologi Sosial—mencerminkan karakter integratif UIN Maliki Malang yang menjembatani sains modern dengan nilai-nilai keislaman yang moderat.

Data menunjukkan bahwa produktivitas akademik di awal tahun 2026 ini menjadi “masa panen” bagi universitas. Penguatan jumlah SDM di level profesor ini dipandang sebagai amunisi utama dalam mempertahankan reputasi internasional kampus yang kian menguat.

Dengan bertambahnya pakar-pakar di bidang Manajemen Mutu Pendidikan Islam hingga Tafsir Tematik, UIN Maliki Malang semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu pusat kekuatan akademik di bawah naungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Keteladanan Akademik Gelar Bukan Sekadar Puncak Karier

Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., memberikan pesan tajam bahwa gelar akademik bukanlah titik akhir dari sebuah perjalanan keilmuan.

Menurutnya, Guru Besar harus hadir sebagai sosok yang bijaksana dan memiliki kepekaan tinggi terhadap dinamika zaman.

Integritas moral menjadi syarat mutlak agar ilmu yang dimiliki benar-benar memberikan kemaslahatan bagi publik. Keteladanan akademik bukan hanya diukur dari banyaknya jurnal yang diterbitkan, melainkan dari konsistensi perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai kebenaran yang diajarkan.

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Ilfi Nur Diana, M.Si., turut menguatkan narasi tersebut. Beliau menyoroti bahwa seorang pendidik di UIN Maliki harus mampu bertransformasi menjadi murobbi dan mursyid.

Peran dosen tidak boleh terjebak pada retorika akademik semata, melainkan harus menyentuh hati para mahasiswa melalui relasi emosional yang kuat.

Mengutip pesan Menteri Agama RI, keberhasilan pendidikan sejati terjadi ketika apa yang keluar dari hati pendidik mampu bersemayam lama di hati mahasiswanya, membentuk karakter dan akhlak yang mulia.

Baca juga:

UIN Malang Siapkan Strategi Pembinaan Mahasiswa untuk Magang Nasional 2026

Kepercayaan Internasional dan Kemandirian Finansial Kampus

Keberhasilan menambah sebelas Guru Besar ini berbanding lurus dengan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap UIN Maliki Malang.

Rektor mengungkapkan bahwa saat ini minat mahasiswa asing dari wilayah Eropa, Afrika, hingga Amerika untuk menempuh studi lanjut di program magister dan doktoral semakin melonjak.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa standar kualitas yang diterapkan kampus telah diakui secara global. Peningkatan jumlah profesor baru ini diharapkan mampu mengawal riset-riset kolaboratif tingkat dunia yang relevan dengan kebutuhan global.

Selain reputasi akademik, UIN Maliki Malang juga menunjukkan taji dalam aspek manajemen institusi. Kampus ini menjadi satu-satunya PTKIN yang dipercaya oleh pemerintah untuk memperoleh pendanaan luar negeri mencapai angka hampir satu triliun rupiah.

Dukungan finansial yang masif ini menjadi modal krusial dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan dan riset.

Dengan kekuatan 11 Guru Besar baru yang berfokus pada inovasi, dana tersebut diharapkan dapat dikelola secara produktif untuk melahirkan terobosan-terobosan keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Daftar 11 Guru Besar Baru UIN Maliki Malang 2026

Berikut adalah daftar akademisi yang resmi mengemban amanah sebagai Guru Besar baru di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang:

  1. Prof. Dr. H. Abdul Bashith, M.Si. – Bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.
  2. Prof. Dr. H. Moh. Padil, M.Pd.I. – Bidang Kebijakan Pendidikan Islam.
  3. Prof. Dr. H. M. Faisol, M.Ag. – Bidang Sastra Arab.
  4. Prof. Dr. M. Fahim Tharaba, M.Pd. – Bidang Manajemen Mutu Pendidikan Islam.
  5. Prof. Dr. Danial Hilmi, S.Hum., M.Pd. – Bidang Teknologi Pembelajaran Bahasa Arab.
  6. Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. – Bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam.
  7. Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. – Bidang Hukum Ekonomi.
  8. Prof. Dr. Siti Mahmudah, M.Si. – Bidang Psikologi Sosial.
  9. Prof. Dr. Muhammad Asrori, M.Ag. – Bidang Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
  10. Prof. H. Aunur Rofiq, Lc., M.Ag., Ph.D. – Bidang Tafsir Tematik.
  11. Prof. Dr. H. M. Lutfi Mustofa, M.Ag. – Bidang Pemikiran Islam Indonesia.

Menyiapkan Pemimpin Bangsa Berbasis Ilmu dan Takwa

Pengukuhan 11 Guru Besar ini menjadi simbol kebangkitan akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menyongsong tantangan masa depan.

Dengan komposisi profesor yang semakin solid di lintas disiplin, kampus ini tidak hanya berorientasi pada pencetakan sarjana, tetapi juga penyiapan calon pemimpin bangsa yang beriman, bertakwa, dan berilmu pengetahuan luas.

Peran keteladanan akademik yang ditekankan dalam pengukuhan ini diharapkan menjadi kompas bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi peradaban dunia.

Keberhasilan para profesor ini juga diakui sebagai buah dari doa dan dukungan keluarga yang setia mendampingi proses panjang akademik.

Gelar ini adalah warisan nilai yang akan terus hidup dalam napas pendidikan di Indonesia. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pemantik semangat bagi para akademisi muda lainnya untuk terus berkarya, melakukan lompatan inovasi, dan tetap menjunjung tinggi integritas moral demi kemajuan pendidikan Islam di kancah global.

Baca juga:

Raih Dua Penghargaan di GYIIF 2026 Bogor, Karya Inovatif Antar Srikandi SMPIT Al Ibrah Gresik Antar Sekolah Ini Jadi Sorotan

Author Image

Author

Ahnaf muafa