Breaking

7 Air Terjun di Malang yang Wajib Dikunjungi Saat Musim Liburan

Fahrezi

20 April 2026

7 Air Terjun di Malang yang Wajib Dikunjungi Saat Musim Liburan
7 Air Terjun di Malang yang Wajib Dikunjungi Saat Musim Liburan

Infomalangcom – Malang Raya memang tidak pernah kehabisan pesona bagi para pecinta wisata alam. Secara geografis, wilayah ini dikelilingi oleh pegunungan besar seperti Semeru, Arjuno, dan Kawi, yang menjadikannya rumah bagi ratusan sumber mata air.

Destinasi air terjun atau yang akrab disebut “coban” oleh masyarakat lokal, menjadi daya tarik utama karena menawarkan kesegaran alami di tengah udara pegunungan yang sejuk.

Mencari destinasi yang tepat untuk melepas penat saat musim liburan memerlukan riset agar momen berharga Anda tidak terbuang sia-sia.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai tujuh air terjun terbaik di Malang yang telah kami kurasi berdasarkan keindahan visual, aksesibilitas, dan kelengkapan fasilitas penunjang bagi wisatawan.

1. Coban Rondo: Legenda dan Fasilitas Lengkap

Berbicara mengenai air terjun di Malang, Coban Rondo menempati posisi teratas dalam daftar popularitas. Terletak di ketinggian 1.135 meter di atas permukaan laut, air terjun ini memiliki ketinggian mencapai 84 meter.

Nama “Rondo” sendiri diambil dari legenda Dewi Anjarwati yang menjadi janda (rondo) setelah kehilangan suaminya di kawasan ini. Keunggulan utama tempat ini adalah fasilitasnya yang sangat ramah keluarga.

Anda tidak perlu berjalan jauh dari area parkir untuk menikmati deburan air yang megah. Selain pemandangan alam, pengelola menyediakan wahana Labirin yang ikonik, area berkuda, hingga outbound.

2. Tumpak Sewu: Kemegahan Niagara Jawa

Jika Anda mencari visual yang dramatis, Tumpak Sewu adalah jawabannya. Berada di perbatasan Ampelgading, Malang, dan Pronojiwo, Lumajang, destinasi ini sering dijuluki sebagai “Niagara Indonesia”.

Keunikannya terletak pada formasi aliran air yang melingkar membentuk tirai raksasa dengan latar belakang Gunung Semeru yang gagah.

Akses menuju dasar lembah memang membutuhkan stamina ekstra dan kehati-hatian karena medannya yang curam, namun keindahan yang ditawarkan setara dengan usaha yang dilakukan.

Anda bisa menyaksikan kemegahannya dari sudut pandang panorama atas (view point) tanpa perlu turun ke bawah.

3. Coban Pelangi: Kilauan Cahaya di Lereng Semeru

Bagi wisatawan yang berencana menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, mampir ke Coban Pelangi adalah sebuah kewajiban.

Sesuai namanya, fenomena pelangi sering muncul di sini akibat pembiasan sinar matahari oleh butiran uap air yang beterbangan.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pukul 10.00 hingga 14.00 saat posisi matahari tepat berada di atas lembah.

Jalur menuju lokasi dihiasi dengan hutan pinus yang asri, memberikan pengalaman trekking yang sangat menyegarkan. Karena lokasinya di dataran tinggi, pastikan Anda menggunakan pakaian hangat untuk menghalau udara dingin.

Baca Juga : Wisata Murah di Kota Malang, 12 Destinasi Seru Budget Minim Wajib Dicoba

4. Coban Rais: Transformasi Wisata Kekinian

Awalnya, Coban Rais hanyalah destinasi bagi para pecinta petualangan yang bersedia berjalan kaki jauh. Namun, kini kawasan ini telah bertransformasi menjadi pusat wisata modern dengan adanya Batu Flower Garden.

Selain menikmati air terjun setinggi 75 meter, pengunjung bisa berfoto di berbagai spot instagramable seperti sepeda udara dan gardu pandang berbentuk hati.

Integrasi antara keasrian alam dan kreativitas manusia menjadikan Coban Rais favorit bagi generasi milenial yang ingin mengabadikan momen liburan di media sosial.

5. Coban Sumber Pitu: Keajaiban Tujuh Mata Air

Terletak di kawasan Pujon, Coban Sumber Pitu menawarkan pemandangan yang sangat unik dan berbeda dari air terjun pada umumnya.

Alih-alih berasal dari sungai yang jatuh dari ketinggian, air terjun ini muncul langsung dari pori-pori tebing yang tertutup lumut hijau subur.

Terdapat setidaknya tujuh titik aliran air yang menyembur keluar secara bersamaan, menciptakan pemandangan bak di negeri dongeng.

Karena lokasinya yang tersembunyi, destinasi ini sangat cocok bagi Anda yang menginginkan ketenangan dan suasana yang jauh dari keramaian pusat kota.

6. Coban Talun: Wisata Alam dan Edukasi

Coban Talun di Kota Batu menawarkan lebih dari sekadar pemandangan jatuhnya air ke bebatuan vulkanik. Kawasan ini telah dikembangkan menjadi area wisata multifungsi.

Di sini, pengunjung bisa menemukan kebun bunga yang luas, area perkemahan dengan desain unik seperti Pagupon Camp (rumah burung), hingga replika perkampungan Indian (Apache Camp).

Hal ini menjadikan Coban Talun sebagai destinasi yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak maupun orang dewasa yang ingin mencoba pengalaman menginap di alam terbuka.

7. Coban Jahe: Relaksasi Keluarga di Jabung

Bagi yang menginginkan akses mudah tanpa perlu menguras tenaga, Coban Jahe di Kecamatan Jabung adalah pilihan yang bijak.

Akses jalan dari parkiran menuju titik air terjun sangat landai dan nyaman. Nama “Jahe” sebenarnya berasal dari kata “Pejahe” yang berarti meninggal, merujuk pada sejarah perjuangan para pahlawan di area tersebut.

Saat ini, Coban Jahe dikenal sebagai tempat favorit untuk piknik keluarga. Aliran airnya relatif stabil dan tidak terlalu deras, memungkinkan adanya kegiatan river tubing yang aman bagi pemula.

Informasi Pendukung:

Untuk melihat keindahan visual secara nyata dari destinasi di atas, Anda dapat menyaksikan dokumentasi perjalanan resmi dari kanal pariwisata berikut:

Tips Keselamatan Wisata:

Sebelum berangkat, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima karena medan menuju beberapa coban melibatkan tanjakan dan turunan tajam.

Selalu pantau prakiraan cuaca melalui BMKG guna menghindari potensi risiko banjir bandang di aliran sungai air terjun saat musim penghujan.

Membawa pakaian ganti, sandal gunung yang ergonomis, serta menjaga kebersihan lokasi dengan tidak membuang sampah sembarangan akan menjaga kelestarian wisata alam Malang untuk generasi mendatang.

Baca Juga : Jatim Park 1, 2, dan 3, Pilihan Wisata Lengkap yang Mendunia dari Indonesia

Author Image

Author

Fahrezi