Infomalangcom – Pendakian Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur kembali dibuka pada Kamis, 7 Mei 2026, setelah sebelumnya ditutup selama enam bulan. Berita ini tentu menjadi angin segar bagi ribuan pecinta alam yang sudah lama merindukan jalur pendakian legendaris di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo ini.
Gunung Arjuno dengan ketinggian 3.339 mdpl dan Gunung Welirang setinggi 3.156 mdpl memang selalu menjadi destinasi favorit pendaki dari berbagai penjuru Indonesia, khususnya dari wilayah Jawa Timur.
Kawasan Arjuno-Welirang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit pendaki di Jawa Timur karena memiliki panorama pegunungan, kawasan hutan tropis, hingga jalur pendakian yang menantang.
Tak heran jika antusiasme masyarakat begitu tinggi menyambut pembukaan kembali jalur ini setelah berbulan-bulan absen.
Alasan Penutupan Selama Enam Bulan
Penutupan jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang bukan tanpa alasan yang kuat. Pendakian Gunung Arjuno-Welirang sebelumnya ditutup sejak 16 November 2025.
Penutupan ini dipicu prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa wilayah Jawa Timur telah memasuki musim penghujan dengan intensitas hujan tinggi, angin kencang, serta potensi petir.
Selain faktor cuaca ekstrem, ada alasan lain yang tidak kalah penting. Penutupan jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang juga menjadi upaya pemulihan ekosistem kawasan hutan.
Selama masa penutupan, pihak Tahura bersama relawan dan petugas melakukan pemantauan intensif terhadap jalur pendakian, termasuk pengecekan titik rawan longsor, pohon tumbang, hingga kondisi shelter dan sumber air di sepanjang jalur.
Baca Juga : Gunung di Jawa Timur dengan Panorama Alam Terindah untuk Pendaki
Dasar Keputusan Pembukaan Kembali
Pembukaan kembali jalur pendakian ini tidak dilakukan sembarangan. Pembukaan ini diumumkan melalui surat resmi dari UPT Tahura R. Soerjo dengan nomor 500.4.6.10/505/123.7.2/2026 yang ditandatangani oleh Kepala UPT Tahura R. Soerjo, Agusningtyas Marini.
Kepala UPT Tahura R. Soerjo, Agustinintyas Marini, menyatakan bahwa berdasarkan hasil monitoring, pembersihan jalur, serta kondisi cuaca di kawasan Gunung Arjuno-Welirang yang mulai stabil dengan intensitas hujan yang menurun, maka aktivitas pendakian resmi dibuka kembali.
Meski demikian, pembukaan ini bersifat situasional, artinya jalur pendakian bisa kembali ditutup sewaktu-waktu apabila terjadi cuaca ekstrem atau kondisi darurat lainnya.
Kuota Pendaki dan Empat Pintu Masuk
Pengelola menetapkan batasan jumlah pendaki demi menjaga keselamatan dan kelestarian alam. Kuota pendakian harian yang dibuka oleh UPT Tahura Raden Soerjo berkisar antara 500 hingga 550 pendaki per hari.
Untuk akses masuk ke kawasan pendakian, terdapat empat titik pintu atau pos masuk ke jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang, yaitu melalui Lawang di Kabupaten Malang, Sumber Brantas di Kota Batu, serta Tretes dan Tambaksari di Kabupaten Pasuruan.
Masing-masing jalur memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda sehingga pendaki disarankan memilih jalur sesuai kemampuan fisik dan pengalaman mendaki.
Cara Pesan Tiket dan Tarif Resmi
Seluruh proses pemesanan tiket dilakukan secara daring. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi SiPENERANG dan Tiket Pendakian yang bisa diakses mulai tanggal 4 Mei 2026. Registrasi pendakian juga dapat dilakukan melalui laman tahurarsoerjo.dishut.jatimprov.go.id/sipenerang.
Soal tarif, tarif pendakian Gunung Arjuno, Welirang, dan Bukit Lincing sebesar Rp20.000 per orang per hari untuk pendaki Warga Negara Indonesia dan Rp200.000 per orang per hari bagi pendaki warga negara asing.
Syarat Wajib Sebelum Mendaki
Ada sejumlah dokumen dan ketentuan yang wajib dipenuhi setiap calon pendaki. Syarat pendakian di antaranya KTP, surat keterangan izin orang tua bagi pendaki yang berusia 10 hingga 18 tahun, serta surat sehat yang dikeluarkan oleh rumah sakit, puskesmas, dokter praktik, atau klinik.
Selain dokumen, kesiapan fisik dan mental juga menjadi hal yang ditekankan pengelola. Para pendaki harus menyiapkan kondisi fisik, perlengkapan, memahami jalur yang akan dilalui, serta mengutamakan keselamatan selama aktivitas pendakian.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pendaki ilegal maupun pelanggaran aturan konservasi di kawasan gunung, serta meminta seluruh pendaki menjaga kebersihan, tidak membuat api unggun sembarangan, dan tetap mematuhi kuota pendakian.
Bagi para pendaki yang sudah merencanakan perjalanan, momen pembukaan ini adalah kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Pastikan seluruh persiapan matang, dokumen lengkap, dan selalu pantau informasi terbaru dari pengelola sebelum berangkat menuju puncak.
Baca Juga : 5 Pilihan Gunung Terbaik bagi Pemula yang Ingin Merasakan Pengalaman Mendaki Seorang Diri













