Malang, 1 Juni 2025 — Dalam semangat mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, khususnya sila kedua yang menekankan pentingnya kemanusiaan yang adil dan beradab, komunitas FASTAM (Fast Action Muhammadiyah) bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) bersiap melaksanakan kegiatan edukasi mitigasi bencana di lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini akan menyasar sekolah-sekolah formal dan informal di Kota Malang, dengan fokus pada peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi dan kebakaran. Edukasi yang diberikan mencakup teori dan praktik menghadapi situasi darurat, serta peran siswa sebagai agen perubahan dalam menciptakan budaya siaga bencana di sekolah dan lingkungan sekitar.
Ketua PCPM Lowokwaru, Muh. Gigih Wijaya, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian AMM terhadap keselamatan generasi muda.
“Mitigasi bencana bukan hanya soal tanggap saat kejadian, tetapi tentang bagaimana kita membentuk karakter peduli dan siap siaga sejak dini. Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak sekolah tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan saat bencana, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungannya,” ujarnya.
Baca Juga: PCM Lowokwaru Teguhkan Kolaborasi dan Ukhuwah dalam Halalbihalal Bersama Wakil Wali Kota Malang
Kegiatan ini akan melibatkan pemateri dari berbagai unsur AMM, seperti Lazismu Kota Malang, MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Kota Malang, PCPM Lowokwaru, serta Kwarda Hizbul Wathan. Mereka akan membagikan ilmu dan pengalaman dalam penanganan bencana, pendidikan kesiapsiagaan, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
Jaya juga menambahkan bahwa kolaborasi ini menunjukkan bahwa kerja-kerja kemanusiaan bisa dimulai dari ruang-ruang pendidikan.
“Sekolah adalah tempat strategis untuk menanamkan nilai kemanusiaan dan keberanian menghadapi risiko. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, kami ingin membentuk generasi yang tidak panik saat bencana, tetapi tanggap dan bertanggung jawab,” jelasnya lebih lanjut.
Kegiatan edukasi ini direncanakan berlangsung secara bertahap selama bulan Juni 2025, dengan harapan dapat menjangkau berbagai jenjang pendidikan dan menjadi contoh sinergi komunitas dalam pengurangan risiko bencana.
Dengan semangat kolaboratif dan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar gerakannya, FASTAM dan AMM menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Ali Muthohirin: Media Muhammadiyah Harus Bermutu dan Adaptif untuk Membesarkan Tokoh














