infomalang.com/,MALANG – Di tengah kesibukan mengurus pemerintahan, Bupati Malang, HM Sanusi, tetap konsisten menjaga kedekatan dengan masyarakatnya. Salah satu program andalannya, Subuh Keliling (Suling), kembali dilaksanakan. Pada Jumat pagi (8/8/2025), Sanusi menyambangi Masjid Jami’ Baitul Hikmah di Dusun Cerme, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji. Kehadiran beliau bersama jajaran pemerintah bukan sekadar ritual ibadah, melainkan sebuah upaya konkret untuk menjalin silaturahmi, menyerap aspirasi, dan memberikan solusi langsung bagi persoalan yang dihadapi warga.
Menyapa Warga, Menyerahkan Bantuan
Program Suling yang digelar setiap pekan ini telah menjadi agenda rutin Pemkab Malang selama beberapa tahun. Ini adalah kali ke-117 Sanusi menyambangi desa dan kecamatan secara bergilir. Dalam kesempatan ini, ia langsung berinteraksi dengan masyarakat dan memberikan bantuan. Sebagai wujud nyata kepeduliannya, Bupati Sanusi menyerahkan 25 paket bantuan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan ini tak hanya sekadar pemberian, tetapi juga simbol perhatian pemerintah terhadap kondisi riil masyarakat di lapisan paling bawah.
Selain itu, setelah mendengarkan aspirasi dari takmir masjid yang mungkin memiliki berbagai kebutuhan untuk kegiatan keagamaan, beliau juga memberikan bantuan pribadi dan hibah dari Pemkab Malang senilai Rp20 juta untuk Masjid Jami’ Baitul Hikmah. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan masjid, mulai dari renovasi kecil, pengadaan fasilitas, hingga mengoptimalkan kegiatan keagamaan di desa. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan spiritual masyarakat.
Baca Juga:Aplikasi Jogo Malang Presisi, Wujud Nyata Keamanan Modern di Malang
Layanan Publik dan Dukungan UMKM Berjalan Beriringan
Suling di Kecamatan Pakisaji kali ini juga menjadi ajang untuk mendukung perekonomian lokal. Sanusi menyerahkan Sertifikat Halal secara simbolis kepada dua pelaku UMKM. Mereka adalah Arya Bisma Listian dari Perum City Side Kendalpayak untuk produk bakery, dan Evina dari Jalan Langsep Kendalpayak untuk produk minuman olahan. Bantuan sertifikasi ini sangat penting. Bagi pelaku UMKM, sertifikat halal adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing produk. Ini adalah investasi pemerintah yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Tak berhenti di situ, Bupati juga membagikan minyak goreng gratis kepada warga. Untuk mempermudah akses masyarakat, layanan publik keliling turut dibuka di lokasi. Warga bisa langsung mengurus berbagai dokumen penting, seperti administrasi kependudukan, kesehatan, dan perizinan, tanpa harus pergi jauh ke kantor pemerintahan. Inisiatif ini sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan transportasi, dan menunjukkan komitmen Pemkab Malang untuk memberikan pelayanan yang optimal dan merata hingga ke pelosok desa.
Layanan keliling ini menciptakan suasana yang tidak formal dan lebih personal. Warga bisa berinteraksi langsung dengan petugas, menyampaikan keluhan atau pertanyaan mereka, yang mungkin tidak akan terjadi di kantor pemerintahan. Ini adalah model pemerintahan yang humanis dan proaktif, di mana pemerintah datang menjemput rakyat, bukan sebaliknya.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan sebagai Fondasi Utama
Dalam arahannya, Bupati Sanusi juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan di Kabupaten Malang. Beliau menyoroti kemajuan di bidang pendidikan, yang dianggapnya sebagai fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul. Sanusi menyebutkan bahwa ada peningkatan rata-rata nilai rapor siswa jenjang SD hingga SMP. Selain itu, ada juga rencana pembangunan sekolah berkelas nasional, seperti SMA Taruna Nusantara, yang akan dibangun di Kecamatan Pagak.
“Selain infrastruktur dan kesehatan, kami juga memberikan perhatian besar pada sektor pendidikan,” tegasnya. Menurutnya, pendidikan yang baik akan membawa dampak domino yang positif dan berkelanjutan. “Jika ilmunya baik, maka derajat, rezeki, bahkan kesehatannya pun akan mengikuti,” ucap Sanusi. Visi ini menunjukkan bahwa Pemkab Malang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, beriman, dan berdaya saing.
Program Subuh Keliling ini adalah bukti nyata dari komitmen Pemkab Malang untuk melayani masyarakat dari hati ke hati. Ini adalah sebuah pendekatan yang humanis, di mana pemerintah tidak hanya membuat kebijakan, tetapi juga turun langsung untuk memastikan kebijakan tersebut relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Suling, Sanusi menunjukkan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu hadir, mendengarkan, dan bertindak demi kesejahteraan warganya.
Baca Juga:Netanyahu Ingin Israel Ambil Alih Gaza Sementara, Lalu Serahkan ke Pasukan Arab 2025














