Infomalang.com – Rencana revitalisasi Pasar Besar Malang kembali menjadi sorotan publik setelah dipastikan mengalami penundaan.
Pasar tradisional terbesar di jantung Kota Malang itu sejak lama dinanti pembenahannya karena kondisi bangunan yang sudah tua dan tidak lagi ideal untuk aktivitas perdagangan modern.
Namun hingga kini, pelaksanaan proyek yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli tersebut belum juga berjalan sesuai rencana.
Ketidakpastian jadwal terbaru membuat para pedagang, pengunjung, dan masyarakat sekitar semakin bertanya-tanya tentang masa depan pasar legendaris tersebut.
Sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat, Pasar Besar Malang memiliki peran penting dalam menopang roda perekonomian kota.
Ribuan pedagang menggantungkan penghidupan mereka dari aktivitas jual beli harian di lokasi tersebut. Oleh karena itu, setiap perkembangan terkait rencana revitalisasi selalu menarik perhatian luas.
Kondisi Pasar Besar yang Semakin Membutuhkan Pembenahan
Bangunan Pasar Besar Malang saat ini dinilai sudah tidak lagi memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan. Beberapa bagian bangunan terlihat mulai mengalami penurunan kualitas, mulai dari sistem drainase yang kurang optimal hingga tata ruang yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan perdagangan masa kini.
Di saat hujan turun, genangan air kerap muncul di beberapa titik, sehingga mengganggu aktivitas jual beli dan mobilitas pengunjung.
Selain itu, sirkulasi udara dan pencahayaan di sejumlah blok pasar juga dianggap kurang memadai. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan pasar.
Itulah sebabnya, rencana revitalisasi sejak awal digadang-gadang sebagai solusi untuk menjadikan Pasar Besar lebih layak, aman, dan kompetitif dibanding pusat perbelanjaan modern.
Alasan Revitalisasi Kembali Molor
Penundaan revitalisasi tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah faktor teknis dan administratif menjadi penyebab utama belum dimulainya proyek besar tersebut.
Salah satu faktor yang kerap muncul adalah proses perencanaan yang masih membutuhkan penyesuaian, baik dari sisi desain, anggaran, maupun penataan pedagang selama masa pembangunan berlangsung.
Selain itu, penyesuaian dengan regulasi terbaru serta kajian teknis terkait kekuatan struktur bangunan lama juga memerlukan waktu tambahan.
Pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko dengan memulai proyek tanpa persiapan yang matang, mengingat skala pembangunan Pasar Besar tergolong besar dan menyangkut keselamatan banyak orang.
Baca Juga :
Insinyur Indonesia Stephanus Widjanarko Jadi Bagian Proyek Mobil Cadillac Formula 1
Dampak Penundaan bagi Pedagang
Bagi para pedagang, ketidakpastian jadwal revitalisasi menghadirkan dilema tersendiri. Di satu sisi, mereka berharap pasar segera diperbaiki agar lebih nyaman dan menarik pembeli.
Namun di sisi lain, mereka juga khawatir terhadap dampak relokasi sementara yang biasanya menyertai proyek besar semacam ini.
Banyak pedagang menggantungkan penghasilan harian dari lapak yang mereka tempati. Jika proses revitalisasi dilakukan tanpa skema relokasi yang jelas dan aman, maka risiko penurunan pendapatan sangat besar.
Oleh karena itu, pedagang menuntut adanya kepastian dan kejelasan agar mereka dapat menyiapkan diri jauh-jauh hari.
Upaya Pemerintah Menjaga Stabilitas Aktivitas Pasar
Meski revitalisasi belum berjalan, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga agar aktivitas perdagangan di Pasar Besar Malang tetap berjalan normal.
Berbagai langkah perawatan sementara terus dilakukan untuk mencegah kerusakan semakin parah. Perbaikan kecil pada saluran air, atap bocor, dan instalasi listrik dilakukan agar pasar tetap aman digunakan.
Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan komunikasi dengan para pedagang dan pihak terkait guna menyosialisasikan rencana besar yang akan datang.
Pendekatan ini penting agar tidak muncul kesalahpahaman atau kekhawatiran berlebihan di kalangan pelaku usaha pasar.
Harapan terhadap Jadwal Baru Revitalisasi
Meski belum ada kepastian tanggal, harapan terhadap revitalisasi Pasar Besar Malang tetap tinggi. Proyek ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga membawa perubahan dalam tata kelola pasar.
Dengan penataan yang lebih rapi, fasilitas yang lebih baik, serta sistem keamanan yang lebih modern, Pasar Besar Malang berpotensi menjadi pusat perdagangan tradisional yang mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
Warga dan pedagang berharap pemerintah segera mengumumkan jadwal baru yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepastian tersebut akan memberikan rasa tenang serta memungkinkan semua pihak menyiapkan diri menghadapi masa transisi.
Revitalisasi sebagai Investasi Jangka Panjang
Revitalisasi Pasar Besar Malang sejatinya bukan hanya proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi perekonomian kota.
Pasar yang lebih bersih, aman, dan tertata akan menarik lebih banyak pengunjung, meningkatkan omzet pedagang, dan pada akhirnya memperkuat ekonomi lokal.
Dengan demikian, meskipun saat ini masih terhambat, proyek ini tetap dinantikan sebagai langkah strategis menuju masa depan pasar yang lebih baik.
Dengan segala dinamika yang ada, masyarakat Malang berharap agar proses perencanaan dapat segera diselesaikan dan revitalisasi Pasar Besar benar-benar terwujud demi kesejahteraan bersama.
Baca Juga :
200 Becak Listrik Mulai Beroperasi, Pariwisata Kota Malang Masuk Babak Baru













