Breaking

Pelantikan 1.000 Pengurus HKTI Malang Jadi Momentum Penguatan Kedaulatan Pangan

Ahnaf muafa

19 January 2026

Pelantikan 1.000 Pengurus HKTI Malang Jadi Momentum Penguatan Kedaulatan Pangan
Infomalang.com - Gebyar semangat kebangkitan sektor pertanian di Jawa Timur kembali menggema seiring dengan terlaksananya prosesi pelantikan akbar pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang.

Infomalang.com – Gebyar semangat kebangkitan sektor pertanian di Jawa Timur kembali menggema seiring dengan terlaksananya prosesi pelantikan akbar pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang.

Tidak tanggung-tanggung, prosesi ini melibatkan pelantikan sekitar 1.000 pengurus yang tersebar dari tingkat kabupaten hingga ranting di seluruh desa.

Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi seremonial organisasi semata, melainkan ditegaskan sebagai momentum krusial bagi penguatan kedaulatan pangan nasional.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas global, kehadiran pengurus HKTI yang baru diharapkan mampu menjadi jembatan solusi bagi para petani lokal untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Visi Besar HKTI Malang: Petani Sejahtera, Pangan Terjaga

Pelantikan 1.000 pengurus ini mencerminkan komitmen HKTI dalam membangun struktur organisasi yang solid hingga menyentuh akar rumput.

Dalam sambutannya, Ketua DPD HKTI Kabupaten Malang, H. Gunawan HS, menekankan bahwa tugas pengurus pasca-pelantikan adalah mendampingi petani secara langsung di lapangan.

Masalah-masalah klasik seperti kelangkaan pupuk, sulitnya akses modal, hingga serangan hama yang masif harus segera dicarikan solusi melalui koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

HKTI Malang memiliki visi besar untuk menjadikan wilayah ini sebagai lumbung pangan yang mandiri, di mana petani tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek utama yang berdaya.

Struktur pengurus yang baru dilantik ini terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi pertanian, akademisi, hingga tokoh masyarakat desa.

Keberagaman ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam teknik bertani dan manajemen pasca-panen. HKTI menyadari bahwa kedaulatan pangan tidak mungkin tercapai tanpa adanya kepastian harga di tingkat produsen.

Oleh karena itu, penguatan kelembagaan petani menjadi prioritas utama agar para petani memiliki daya tawar yang lebih kuat saat berhadapan dengan pasar.

Dengan struktur organisasi yang mencapai tingkat desa, setiap keluhan petani diharapkan dapat terakomodasi dan dicarikan jalan keluarnya dengan cepat.

Sinergi Teknologi dan Tradisi dalam Modernisasi Pertanian

Salah satu agenda utama yang diusung oleh pengurus HKTI Malang periode ini adalah akselerasi modernisasi pertanian melalui adopsi teknologi tepat guna.

Kabupaten Malang memiliki potensi lahan yang sangat luas, namun efisiensi produksi masih menjadi tantangan besar. HKTI mendorong para petani untuk mulai menggunakan mekanisasi pertanian dan teknologi digital, seperti pemantauan cuaca berbasis aplikasi dan penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan iklim ekstrem.

Modernisasi ini dianggap sebagai cara paling efektif untuk menarik minat generasi muda atau “petani milenial” agar mau terjun kembali mengelola lahan-lahan pertanian di desa.

Namun demikian, HKTI tetap berkomitmen untuk menjaga kearifan lokal dan tradisi pertanian yang sudah turun-temurun. Sinergi antara teknologi modern dan metode organik tradisional dipandang sebagai jalan tengah yang ideal untuk menjaga kesuburan tanah jangka panjang.

Penggunaan pupuk organik dan pestisida alami terus didorong guna mengurangi ketergantungan petani pada input kimia yang harganya kian melambung.

Melalui program edukasi dan sekolah lapangan, 1.000 pengurus yang baru dilantik ini akan berperan sebagai agen perubahan (agent of change) yang memberikan contoh nyata bagaimana bertani secara modern namun tetap ramah terhadap ekosistem lingkungan.

Baca juga:

Proyek Tol Malang–Kepanjen Kembali Menguat, Bupati Malang Ajukan Permintaan

Menghadapi Tantangan Logistik dan Distribusi Pangan Regional

Selain masalah produksi, HKTI Malang juga menaruh perhatian serius pada rantai distribusi pangan. Selama ini, selisih harga yang terlalu jauh antara petani dan konsumen seringkali merugikan pihak produsen.

Dalam momentum pelantikan ini, HKTI mencanangkan kerja sama strategis dengan berbagai pihak untuk memangkas rantai distribusi yang terlalu panjang.

Pembentukan koperasi tani dan optimalisasi pasar-pasar tani diharapkan dapat memutus ketergantungan petani pada tengkulak yang seringkali memainkan harga.

Penguatan kedaulatan pangan hanya bisa terwujud jika distribusi barang berjalan lancar dan adil bagi semua pihak. Kabupaten Malang, sebagai penyokong utama kebutuhan pangan di Jawa Timur, memegang peranan vital dalam stabilitas nasional.

HKTI berkomitmen untuk membantu pemerintah daerah dalam memetakan potensi komoditas unggulan di setiap kecamatan.

Dengan pemetaan yang akurat, kelebihan produksi (surplus) pada satu wilayah dapat didistribusikan ke wilayah yang mengalami kekurangan.

Peran pengurus di tingkat kecamatan menjadi sangat vital dalam melaporkan kondisi stok pangan secara real-time. Soliditas 1.000 pengurus ini adalah modal sosial yang luar biasa besar untuk mengawal ketersediaan pangan di tingkat regional maupun nasional.

Langkah Nyata Menuju Kedaulatan Pangan Nasional

Pelantikan besar-besaran pengurus HKTI di Kabupaten Malang adalah sebuah pernyataan sikap bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung kekuatan daerah. Momentum ini diharapkan mampu membangkitkan kembali rasa bangga menjadi petani bagi masyarakat luas.

Dengan jumlah pengurus yang mencapai 1.000 orang, kekuatan HKTI Malang dalam melakukan advokasi dan pendampingan tidak perlu diragukan lagi.

Namun, tantangan ke depan tidaklah mudah; sinergi antara pemerintah, petani, dan swasta harus tetap dijaga agar visi kedaulatan pangan tidak hanya berhenti pada jargon semata.

HKTI Malang telah meletakkan fondasi organisasi yang kuat. Kini, langkah nyata di lapangan adalah yang paling ditunggu oleh jutaan petani di Kabupaten Malang.

Penguatan kedaulatan pangan adalah kerja panjang yang membutuhkan konsistensi dan dedikasi tinggi. Melalui pelantikan akbar ini, diharapkan muncul semangat baru untuk berjuang bersama demi kesejahteraan petani Indonesia.

Mari kita kawal bersama kinerja para pengurus yang baru dilantik agar sektor pertanian Malang semakin maju, mandiri, dan modern, demi masa depan pangan yang lebih cerah bagi seluruh bangsa.

Baca juga:

Antisipasi Banjir, Pemkab Malang Rencanakan Normalisasi Drainase

Author Image

Author

Ahnaf muafa