Breaking

Pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang Diminta Berjalan Netral Sesuai AD/ART

Ahnaf muafa

22 January 2026

Pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang Diminta Berjalan Netral Sesuai AD/ART
Infomalangcom - Dinamika organisasi keolahragaan di Kabupaten Malang kini tengah menjadi sorotan tajam publik seiring dengan rencana pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub).

Infomalangcom – Dinamika organisasi keolahragaan di Kabupaten Malang kini tengah menjadi sorotan tajam publik seiring dengan rencana pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub).

Agenda utama untuk menentukan sosok Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang yang baru ini memicu berbagai diskusi hangat di kalangan pemerhati olahraga.

Fokus utama yang menjadi kegelisahan kolektif adalah pentingnya menjaga integritas proses pemilihan agar tetap berada di jalur netralitas dan tunduk sepenuhnya pada Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Hal ini menjadi krusial mengingat KONI merupakan benteng terakhir dalam upaya pembinaan atlet dan pencapaian prestasi olahraga daerah yang tidak boleh terintervensi oleh kepentingan luar.

Dinamika Pencalonan dan Kekhawatiran Cabang Olahraga

Perhatian publik mulai meningkat seiring dengan munculnya informasi mengenai beberapa kandidat yang santer dikabarkan berasal dari kalangan legislator aktif di lingkungan DPRD Kabupaten Malang.

Kehadiran figur dari ranah politik dalam bursa calon pimpinan organisasi olahraga ini memicu kekhawatiran dari sejumlah pengurus Cabang Olahraga (Cabor).

Banyak pengelola cabor yang merasa cemas jika nantinya orientasi KONI akan bergeser dari fokus teknis pembinaan atlet menjadi medan tarik-ulur kepentingan non-olahraga.

Para pengurus cabor mendambakan pimpinan yang mampu berdiri di atas semua golongan dan fokus pada peningkatan kualitas latihan serta kesejahteraan atlet.

Situasi menjelang Musorkablub ini dianggap sebagai ujian bagi kedewasaan berorganisasi di Kabupaten Malang. Jika proses pemilihan tidak dijalankan secara transparan, dikhawatirkan akan muncul polarisasi di dalam internal KONI yang justru bisa merugikan persiapan atlet menghadapi agenda kejuaraan provinsi maupun nasional.

Oleh karena itu, suara-suara yang menuntut kepatuhan terhadap regulasi organisasi semakin kencang terdengar. Prinsip utama yang ditekankan adalah bagaimana proses penjaringan hingga pemungutan suara nantinya dapat memberikan ruang yang adil bagi setiap calon yang berkompeten tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Independensi Organisasi sebagai Kunci Pembinaan Atlet

Pemerhati Tata Pemerintahan Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana, memberikan pandangan kritis terkait situasi ini. Menurutnya, KONI seharusnya menjadi ruang yang steril dari kepentingan luar agar pembinaan olahraga dapat berjalan secara profesional dan independen.

Ia mengingatkan bahwa setiap langkah yang diambil dalam proses Musorkablub harus mengacu pada aturan hukum yang berlaku di internal organisasi.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya memiliki legitimasi yang kuat dan tidak dibayangi oleh isu-isu maladministrasi atau konflik kepentingan.

Awangga menegaskan bahwa cabor membutuhkan suasana yang kondusif untuk fokus pada performa atlet di lapangan. “KONI adalah wadah pembinaan olahraga yang murni.

Proses pemilihan ketua harus menjunjung tinggi netralitas dan mutlak mengacu pada AD/ART. Jangan sampai tujuan utama pembinaan prestasi bergeser karena masuknya kepentingan di luar olahraga,” ujarnya pada Rabu (21/1/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya mekanisme internal, mulai dari pembentukan tim penjaringan hingga kriteria calon, dilakukan secara terbuka kepada publik. Hal ini dinilai efektif untuk mencegah munculnya polemik berkepanjangan pasca pemilihan ketua baru nanti.

Baca Juga:

Wali Kota Malang Tekankan Transformasi Koperasi ke Arah Usaha Produktif

Menghindari Rangkap Jabatan dan Mematuhi Aturan Formatur

Salah satu poin krusial dalam AD/ART yang sering menjadi perdebatan adalah mengenai rangkap jabatan. Publik dan para stakeholder olahraga di Kabupaten Malang menuntut agar aturan ini dijalankan secara konsekuen.

Setiap kandidat yang mencalonkan diri harus dipastikan memenuhi syarat administratif yang ketat agar tidak terjadi pelanggaran regulasi di kemudian hari.

Transparansi dalam verifikasi berkas calon menjadi harga mati bagi panitia penyelenggara Musorkablub. Jika ada kandidat yang memiliki jabatan publik atau struktural lain, maka kepatuhan terhadap aturan organisasi terkait izin atau pengunduran diri harus diperiksa secara mendetail.

Pembentukan formatur yang adil juga menjadi kunci dalam menyusun kepengurusan yang solid. Awangga Wisnuwardhana menambahkan bahwa siapa pun sebenarnya memiliki hak untuk mencalonkan diri, asalkan mematuhi seluruh ketentuan yang telah digariskan dalam organisasi.

Namun, komitmen untuk benar-benar memajukan prestasi olahraga harus menjadi tolok ukur utama bagi para pemilik suara di cabor.

Tantangan pembinaan atlet ke depan semakin berat, mulai dari modernisasi fasilitas latihan hingga manajemen gizi dan psikologi atlet, yang semuanya membutuhkan pimpinan yang benar-benar mengerti teknis dan manajemen olahraga secara mendalam.

Momentum Reformasi Tata Kelola Olahraga

Pelaksanaan Musorkablub KONI Kabupaten Malang dalam waktu dekat merupakan momentum besar untuk melakukan reformasi tata kelola organisasi yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil.

Masyarakat olahraga di Kabupaten Malang berharap agar pemilihan ketua umum baru ini menjadi titik balik bagi peningkatan prestasi olahraga daerah.

Netralitas panitia dan kepatuhan terhadap AD/ART adalah fondasi utama untuk melahirkan pemimpin yang mampu membawa Laskar Singosari berjaya di berbagai ajang kompetisi.

Mari kita kawal bersama jalannya Musorkablub ini agar berjalan demokratis tanpa adanya campur tangan yang dapat mencederai semangat sportivitas.

Keberhasilan KONI Kabupaten Malang di masa depan sangat bergantung pada integritas proses pemilihan yang dilakukan hari ini.

Dengan pimpinan yang memiliki komitmen penuh dan bersih dari konflik kepentingan, cita-cita untuk menjadikan Kabupaten Malang sebagai lumbung atlet nasional dapat segera terwujud.

Prestasi olahraga adalah kebanggaan daerah, dan itu hanya bisa diraih dengan organisasi yang sehat dan berintegritas tinggi.

Baca Juga:

DPRD Kabupaten Malang Minta Pemkab Turun Tangan Atasi Masalah Gerai KDMP

Author Image

Author

Ahnaf muafa