Breaking

Pemkot Malang Dorong Penghijauan Ulang Jalan Soekarno-Hatta Demi Kualitas Lingkungan

Ahnaf muafa

26 January 2026

Pemkot Malang Dorong Penghijauan Ulang Jalan Soekarno-Hatta Demi Kualitas Lingkungan
Infomalangcom - Kawasan Jalan Soekarno-Hatta atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Soehat, merupakan salah satu urat nadi ekonomi dan pendidikan paling vital di Kota Malang.

Infomalangcom – Kawasan Jalan Soekarno-Hatta atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Soehat, merupakan salah satu urat nadi ekonomi dan pendidikan paling vital di Kota Malang.

Namun, pasca rampungnya proyek pembangunan drainase besar-besaran yang digarap oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pekan lalu, wajah kawasan tersebut mengalami perubahan signifikan.

Sejumlah pohon peneduh yang sebelumnya memberikan keteduhan terpaksa terdampak oleh konstruksi fisik. Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan komitmennya untuk segera menginisiasi program penghijauan ulang.

Langkah ini diambil bukan sekadar untuk mempercantik estetika jalan, melainkan untuk menjaga kualitas udara dan kenyamanan termal bagi masyarakat yang beraktivitas di salah satu pusat keramaian Bumi Arema tersebut.

Sinergi Lintas Pemerintah dalam Pemulihan Ekosistem Jalan

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menjalin koordinasi intensif dengan jajaran Pemprov Jatim.

Fokus utama dari dialog ini adalah mencari solusi teknis yang paling memungkinkan untuk mengembalikan keberadaan ruang hijau tanpa mengganggu fungsi drainase yang baru saja selesai dibangun.

Wahyu menyadari bahwa secara administratif, Jalan Soekarno-Hatta merupakan jalan provinsi, sehingga segala bentuk intervensi fisik di sepanjang bahu jalan memerlukan izin dan keselarasan perencanaan dengan otoritas tingkat provinsi.

Koordinasi ini juga bertujuan untuk mengevaluasi kondisi saluran drainase yang kabarnya sempat tertutup akibat proses konstruksi.

Pemkot Malang ingin memastikan bahwa proyek tersebut berfungsi optimal dalam menangani banjir, namun tidak dengan mengorbankan keberadaan pohon peneduh.

“Kami terus mengecek kembali di lapangan. Yang jelas, harus ada solusi konkret terkait saluran yang tertutup dan kompensasi bagi pohon-pohon yang terdampak. Kami sedang mendiskusikan alternatif penyelesaian bersama pihak provinsi agar fungsi teknis dan fungsi lingkungan bisa berjalan beriringan,” jelas Wahyu Hidayat di hadapan media.

Pemanfaatan Sempadan Jalan sebagai Ruang Terbuka Hijau

Salah satu opsi paling strategis yang tengah dikaji oleh tim teknis Pemkot Malang adalah optimalisasi penggunaan sempadan jalan.

Wahyu menjelaskan bahwa perhitungan akan dilakukan secara mendalam, mulai dari as jalan hingga batas pagar atau tembok bangunan milik masyarakat maupun ruko di sepanjang jalur Soehat.

Area sempadan ini diproyeksikan menjadi lokasi penanaman kembali pohon peneduh dengan jenis yang sesuai, sehingga tidak merusak infrastruktur bawah tanah seperti pipa air maupun kabel utilitas.

Penataan sempadan jalan ini dinilai krusial karena selama ini sering terjadi penyalahgunaan fungsi lahan untuk bangunan permanen atau parkir liar.

Padahal, sesuai regulasi, area sempadan harus bersih dari struktur bangunan guna menunjang keselamatan dan fungsi ekologis jalan.

Pemkot Malang berencana melakukan pemetaan ulang luasan sempadan yang tersedia untuk kemudian ditanami vegetasi yang memiliki daya serap polusi tinggi.

“Jika area tersebut memang masuk dalam kategori sempadan jalan, maka pemanfaatannya untuk pohon peneduh sangat diperbolehkan dan justru sangat mendukung keberlanjutan fungsi infrastruktur jalan provinsi tersebut,” tambah orang nomor satu di Pemkot Malang itu.

Baca Juga:

Pemkot Malang Siapkan Pengisian Daya Becak Listrik Sebelum Lebaran

Edukasi Masyarakat dan Kesepakatan Perencanaan Awal

Upaya penghijauan ini tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dari para pelaku usaha dan warga yang bermukim di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta.

Pemkot Malang berkomitmen untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan batas bangunan di area sempadan.

Sosialisasi ini bertujuan agar warga turut menjaga bibit pohon yang nantinya akan ditanam dan tidak mendirikan struktur tambahan yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta di kawasan Soehat diharapkan mampu mempercepat kembalinya keteduhan di wilayah tersebut.

Wali Kota Wahyu Hidayat juga mengingatkan bahwa komitmen penghijauan ini sebenarnya sudah menjadi kesepakatan bersama antara Pemkot Malang dan Pemprov Jatim sejak tahap perencanaan awal proyek drainase.

Oleh karena itu, langkah pemulihan hijau ini merupakan kewajiban moral dan administratif yang harus dituntaskan.

“Kami akan segera duduk bersama kembali dengan pihak provinsi untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas demi kualitas lingkungan hidup yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Malang,” pungkasnya.

Merawat Harapan Hijau di Tengah Modernisasi Kota

Pemulihan vegetasi di Jalan Soekarno-Hatta adalah ujian bagi konsistensi pembangunan berkelanjutan di Kota Malang. Modernisasi infrastruktur drainase memang sangat diperlukan untuk mengatasi masalah banjir tahunan, namun aspek ekologis berupa pohon peneduh tidak boleh dikesampingkan begitu saja.

Melalui koordinasi yang kuat antara Pemkot Malang dan Pemprov Jatim, diharapkan kawasan Soehat dapat kembali menjadi jalur yang hijau, sejuk, dan ramah bagi pejalan kaki maupun pengendara.

Dukungan masyarakat dalam menjaga ruang sempadan jalan akan menjadi penentu keberhasilan program ini dalam jangka panjang.

Mari kita kawal bersama komitmen penghijauan ini agar Kota Malang tetap mempertahankan jati dirinya sebagai kota yang asri di tengah pesatnya pembangunan fisik.

Lingkungan yang sehat adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan untuk generasi masa depan di Bumi Arema.

Baca Juga:

Komitmen Pemkot Malang: Puluhan Ribu UMKM Telah Kantongi Sertifikat Halal

Author Image

Author

Ahnaf muafa