Infomalangcom – Pecinta kuliner khas Yogyakarta kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Bantul untuk menikmati Sate Klatak.
Di Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, hadir sajian Sate Klatak khas Bantul yang menawarkan cita rasa autentik dengan teknik masak tradisional.
Menu ini diperkenalkan oleh Pendopo Literasi, sebuah tempat makan bernuansa pedesaan yang menggabungkan konsep kuliner, edukasi, dan suasana alam terbuka.
Kehadiran sate klatak di Lamongan menjadi angin segar bagi penikmat olahan kambing. Makanan khas Pleret, Bantul ini memang terkenal unik karena berbeda dari sate kambing pada umumnya.
Pengunjung bisa menikmati rasa khas Jogja tanpa harus keluar daerah, cukup datang ke Sambeng yang lokasinya mudah dijangkau warga Lamongan dan sekitarnya.
Baca Juga : Nasi Goreng Malang: 7 Tempat Favorit dengan Rating Tertinggi
Ciri Khas Sate Klatak yang Autentik
Sate klatak dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris Yogyakarta. Berbeda dari sate bumbu kacang atau kecap, sate ini hanya menggunakan bumbu sederhana berupa garam dan merica sehingga rasa asli daging kambing lebih menonjol.
Teknik sederhana tersebut justru menjadi daya tarik utama karena menghasilkan rasa gurih alami tanpa campuran saus berat
Keunikan lainnya adalah penggunaan jeruji besi sepeda sebagai tusuk sate. Logam menghantarkan panas lebih merata sehingga daging matang sempurna hingga ke bagian dalam.
Sate biasanya disajikan bersama kuah gulai berempah dan nasi putih hangat, menciptakan perpaduan rasa gurih, hangat, dan sedikit pedas.
Pendopo Literasi Sambeng sebagai Lokasi Kuliner
Pendopo Literasi di Desa Sumbersari, Sambeng, menjadi tempat yang memperkenalkan sate klatak khas Bantul kepada masyarakat Lamongan.
Tempat ini tidak sekadar warung makan biasa, melainkan ruang terbuka dengan konsep joglo, gazebo, dan taman hijau yang nyaman untuk keluarga. Pengunjung bisa makan santai sambil menikmati udara pedesaan yang sejuk.
Pengelola menghadirkan bahan baku kambing muda atau cempe dari peternakan sendiri. Penggunaan kambing muda membuat tekstur daging lebih empuk, tidak alot, dan minim bau prengus. Kualitas bahan baku inilah yang membuat cita rasa sate klatak di tempat ini mendekati versi asli Bantul
Menu dan Harga Ramah di Kantong
Selain sate klatak, Pendopo Literasi juga menyediakan menu olahan kambing lain seperti tongseng, gulai, dan tengkleng.
Variasi menu ini memberi pilihan bagi pengunjung yang ingin mencoba rasa berbeda dalam satu kunjungan. Porsi yang disajikan cukup mengenyangkan sehingga cocok untuk makan siang atau makan malam bersama keluarga.
Harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Menu utama dibanderol mulai kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000 per porsi, sedangkan camilan dan pelengkap tersedia mulai Rp5.000.
Kombinasi harga bersahabat dan kualitas rasa membuat tempat ini cepat dikenal sebagai destinasi kuliner baru di wilayah Lamongan
Asal Usul Sate Klatak dari Bantul
Secara historis, sate klatak berasal dari wilayah Pleret dan Jejeran, Kabupaten Bantul. Kawasan ini terkenal sebagai sentra warung sate klatak legendaris seperti Pak Pong dan Pak Bari.
Kuliner tersebut sudah eksis puluhan tahun dan menjadi tujuan wisata kuliner favorit wisatawan yang datang ke Yogyakarta
Nama “klatak” sendiri merujuk pada bunyi daging saat dibakar di atas bara api. Proses pembakaran tradisional menghasilkan aroma asap khas yang menggugah selera. Kesederhanaan bumbu membuat teknik bakar menjadi faktor utama penentu cita rasa.
Pengalaman Makan yang Berbeda
Tidak hanya soal rasa, pengalaman makan juga menjadi nilai tambah. Pengunjung Pendopo Literasi dapat menikmati suasana alam terbuka, duduk lesehan atau di gazebo, sambil menyantap sate yang masih mengepul panas.
Konsep ini membuat banyak keluarga memilih tempat tersebut untuk berkumpul atau bersantai di akhir pekan.
Selain itu, area sekitar dilengkapi elemen edukasi dan dekorasi kreatif berbahan daur ulang yang ramah lingkungan.
Anak-anak bisa bermain sambil belajar, sehingga kunjungan ke tempat ini terasa lebih menyenangkan dan tidak sekadar makan.
Tips Menikmati Sate Klatak
Agar cita rasa sate klatak lebih maksimal, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan. Nikmati sate saat masih panas karena aroma kambing bakar akan terasa lebih kuat.
Celupkan potongan sate ke kuah gulai agar rasa rempah semakin kaya. Pilih bagian daging muda supaya teksturnya lembut dan mudah dikunyah.
Kombinasi tersebut membuat sensasi makan menjadi lebih lengkap, mulai dari rasa gurih, hangat, hingga sedikit pedas.
Bagi pecinta kuliner tradisional, sate klatak di Sambeng Lamongan bisa menjadi alternatif menarik untuk merasakan nuansa Jogja tanpa harus melakukan perjalanan jauh.
Baca Juga : Cuma 10 Menit! Resep Tahu Telur Praktis untuk Menu Makan Siang












