Infomalangcom – Musim kompetisi futsal tanah air tengah memasuki fase panas, namun satu kabar tragis menghentikan sementara ritme persiapan tim Unggul FC Malang.
Beberapa hari jelang keberangkatan tim menuju ajang Futsal Nation Cup 2026, dunia futsal nasional dikejutkan oleh berita duka atas meninggalnya salah satu pemain kunci mereka, Azfar Burhan.
Kepergian kiper berusia 25 tahun tersebut bukan hanya kehilangan bagi tim, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga, rekan satu klub, dan masyarakat futsal Indonesia.
Pernyataan resmi klub dan keterangan keluarganya menunjukkan tragedi itu terjadi dalam perjalanan sang kiper kembali ke Malang dari kampung halamannya di Bangkalan, Madura.
Kejadian Tragis yang Mengubah Semangat Tim
Kabar duka datang di saat Unggul FC tengah bersiap melakukan perjalanan menuju Pontianak untuk mengikuti ajang Futsal Nation Cup 2026, di mana mereka dijadwalkan menghadapi Pangsuma FC.
Pada Selasa dini hari, 10 Februari 2026, Azfar tengah menuju Terminal Bangkalan dari kampung halamannya bersama adiknya untuk kemudian kembali ke Malang dan bergabung bersama tim.
Dalam perjalanan tersebut, kecelakaan lalu lintas terjadi yang menewaskan Azfar dan meninggalkan luka mendalam bagi orang yang mengantarnya.
Manajemen klub menerima kabar tersebut dari pihak keluarga melalui sambungan telepon, dan informasi ini segera menyebar ke seluruh anggota tim.
Momen yang seharusnya penuh harapan berubah menjadi suasana hening, ketika rekan-rekan setim menyadari salah satu pilar penting mereka telah berpulang.
Profil Singkat Azfar Burhan dan Perannya di Unggul FC
Azfar Burhan bukanlah wajah baru di dunia futsal Indonesia. Meski usianya masih muda, pemain ini menunjukkan dedikasi tinggi di setiap kesempatan berlaga.
Ia kembali bergabung dengan Unggul FC pada awal musim Pro Futsal League 2025-2026 setelah sebelumnya bermain di sejumlah klub lain.
Jejak kariernya bersama Unggul FC termasuk bagian dari skuad yang membawa tim meraih gelar Liga Nusantara 2021-2022 dan mempromosikan klub ke kasta tertinggi kompetisi futsal nasional.
Sebagai penjaga gawang, perannya tidak hanya pada kemampuan menepis bola, tetapi juga menjadi figur sentral dalam komunikasi lini belakang tim.
Konsistensi dan dedikasinya membuatnya dicintai rekan tim dan suporter. Kepergiannya langsung terasa, karena tim kehilangan tidak hanya atlet yang berkualitas, tetapi juga sosok yang melekat di ruang ganti.
Baca Juga: Viral! Oknum Satpol PP Merokok di Ruang Laktasi Alun-alun Kota Malang, Tuai Sorotan Publik
Respons Klub dan Keluarga Setelah Insiden
Manajer Unggul FC, Usa Laksono, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. Ia menegaskan bahwa seluruh keluarga besar klub merasakan kehilangan yang sangat dalam atas kepergian Azfar.
Unggul FC sendiri sempat menyiapkan ia tampil di pertandingan mendatang, namun takdir berkata lain. Pernyataan klub juga menekankan bahwa dedikasi serta loyalitas sang pemain akan selalu dikenang.
Keluarga Azfar juga menjadi pusat perhatian dalam periode duka ini. Pihak klub telah berencana melakukan takziah untuk menghormati jasad sang pemain dan memberi dukungan emosional kepada orang tua serta kerabat dekat.
Usaha tersebut menunjukkan bahwa klub tidak hanya memikirkan sisi kompetitif, tetapi juga nilai kemanusiaan yang mengikat seluruh tim.
Dampak Emosional pada Tim dan Komunitas Futsal
Kabar duka ini tidak hanya mengguncang ruang ganti Unggul FC, tetapi juga komunitas futsal Indonesia. Banyak pemain dan pelatih lain yang mengungkapkan dukungan serta belasungkawa kepada keluarga Azfar melalui media sosial.
Suasana kompetisi yang biasanya ditandai antusiasme kini menjadi saat refleksi dan penghormatan. Persiapan tim untuk turnamen besar seperti Futsal Nation Cup 2026 biasanya penuh dengan fokus teknis, strategi, dan mental kemenangan.
Kehilangan salah satu pilar kunci dalam masa hampir menjelang keberangkatan menjadi pukulan emosional yang sulit diukur.
Oleh karenanya, pelatih dan staf tim berada pada posisi yang kompleks: mengatur ulang semangat tim sembari menghormati memori pemain mereka yang telah pergi.
Azfar sebagai Inspirasi dan Warisan
Meninggalnya Azfar Burhan mengingatkan bahwa atlet bukan hanya profesional di lapangan, tetapi juga manusia biasa yang memiliki keluarga, sahabat, dan harapan.
Sosoknya telah memberi kontribusi tidak hanya lewat statistik pertandingan, tetapi juga lewat dedikasi terhadap klub dan olahraga futsal secara umum.
Warisan Azfar tidak hanya tertulis dalam daftar pemain yang pernah berlaga. Ia menjadi contoh bagi generasi muda bahwa loyalitas terhadap tim, kerja keras, dan usaha mencapai prestasi harus dihargai.
Keberhasilan membawa Unggul FC naik ke kompetisi tingkat atas menjadi bagian penting dari catatan kariernya
Baca Juga: Info Malang Hari Ini, Update Terbaru Jalan Gondanglegi–Balekambang Ditargetkan Rampung 2026









