Infomalangcom – Banyak orang memiliki kebiasaan mengikat rambut sebelum tidur karena dianggap lebih praktis dan nyaman.
Rambut yang diikat memang terasa lebih rapi, tidak menutupi wajah, dan dianggap membantu mengurangi rasa gerah saat beristirahat.
Namun, kebiasaan ini ternyata tidak selalu baik bagi kesehatan rambut dan kulit kepala. Jika dilakukan dengan cara yang salah, mengikat rambut saat tidur justru bisa memicu berbagai masalah, mulai dari rambut rontok hingga kerusakan pada akar rambut.
Rambut merupakan bagian tubuh yang cukup sensitif terhadap tekanan dan gesekan. Saat tidur, kepala akan terus bergerak mengikuti posisi tubuh sehingga rambut yang diikat terlalu kencang dapat mengalami tarikan berulang selama berjam-jam.
Kondisi tersebut membuat batang rambut lebih mudah patah dan akar rambut menjadi lemah. Manusia memang sering unik.
Siang hari rambut dipanaskan catokan, malam hari diikat kuat seperti kabel charger supaya “rapi”. Lalu bingung ketika sisir mulai penuh rambut rontok.
Dampak Mengikat Rambut Terlalu Kencang Saat Tidur
Mengikat rambut terlalu erat saat tidur dapat menyebabkan tekanan berlebih pada kulit kepala. Tekanan ini membuat folikel rambut mengalami stres sehingga rambut menjadi rapuh dan mudah rontok.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bahkan bisa memicu kerontokan permanen pada beberapa area tertentu.
Masalah lain yang sering muncul adalah rambut patah. Ketika rambut diikat kencang, terutama menggunakan karet berbahan kasar, batang rambut akan terus bergesekan selama tidur. Gesekan tersebut membuat rambut kehilangan kelembapan alami dan menjadi mudah bercabang.
Selain itu, kulit kepala juga bisa terasa nyeri akibat ikatan yang terlalu kuat. Beberapa orang bahkan mengalami sakit kepala ringan setelah tidur dengan rambut yang diikat terlalu kencang. Hal ini terjadi karena kulit kepala dan akar rambut terus tertarik selama tidur berlangsung.
Pada sebagian kasus, kebiasaan mengikat rambut ketat dapat memicu traction alopecia atau kerontokan akibat tarikan berulang pada rambut.
Kondisi ini sering terjadi jika seseorang terus-menerus mengikat rambut dengan posisi dan tekanan yang sama dalam waktu lama.
Baca Juga : Dermatitis Bisa Menyerang Semua Usia, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Jenis Ikatan Rambut yang Sebaiknya Dihindari
Tidak semua gaya ikat rambut aman digunakan saat tidur. Kuncir kuda tinggi dengan ikatan kuat menjadi salah satu gaya yang paling berisiko merusak rambut.
Posisi ikatan yang tinggi membuat rambut tertarik dari berbagai arah sehingga memberikan tekanan besar pada akar rambut.
Sanggul ketat juga sebaiknya dihindari saat tidur. Selain membuat kepala tidak nyaman, gaya ini dapat meningkatkan gesekan antara rambut dan bantal. Akibatnya, rambut menjadi lebih mudah kusut dan patah saat bangun tidur.
Penggunaan karet rambut berbahan kasar juga dapat memperparah kerusakan rambut. Karet yang terlalu keras biasanya menyebabkan gesekan tinggi pada batang rambut sehingga rambut lebih mudah terputus. Karena itu, penting memilih ikat rambut berbahan lembut agar rambut tetap terlindungi selama tidur.
Cara Aman Mengikat Rambut Sebelum Tidur
Jika ingin tetap mengikat rambut saat tidur, pilih gaya yang longgar dan nyaman. Kepang longgar menjadi salah satu pilihan terbaik karena dapat menjaga rambut tetap rapi tanpa memberikan tekanan berlebih pada akar rambut. Gaya ini juga membantu mengurangi rambut kusut saat bangun tidur.
Menggunakan scrunchie berbahan satin atau kain lembut juga lebih aman dibandingkan karet biasa. Bahan yang halus membantu mengurangi gesekan pada rambut sehingga risiko rambut patah menjadi lebih kecil.
Terkadang solusi manusia memang sederhana. Rambut cuma butuh diperlakukan lebih lembut, bukan dikencangkan seperti sedang mengamankan tenda saat badai.
Selain memperhatikan jenis ikatan, kondisi rambut juga perlu diperhatikan sebelum tidur. Hindari mengikat rambut dalam keadaan basah karena rambut basah lebih rapuh dibandingkan rambut kering. Saat rambut basah diikat, batang rambut menjadi lebih mudah rusak dan patah akibat tekanan.
Menggunakan sarung bantal berbahan satin juga dapat membantu menjaga kesehatan rambut. Permukaan satin lebih halus sehingga gesekan antara rambut dan bantal menjadi lebih sedikit. Hal ini membantu menjaga kelembapan rambut dan mengurangi risiko rambut kusut.
Kebiasaan Lain yang Mempengaruhi Kesehatan Rambut
Selain cara mengikat rambut, pola perawatan sehari-hari juga memengaruhi kesehatan rambut secara keseluruhan.
Terlalu sering menggunakan alat styling panas seperti catokan dan hair dryer dapat membuat rambut menjadi kering dan rapuh. Paparan panas berlebihan merusak lapisan pelindung rambut sehingga rambut mudah patah.
Kurangnya asupan nutrisi juga dapat memperburuk kondisi rambut. Rambut membutuhkan protein, zat besi, vitamin, dan mineral agar tetap kuat dan sehat. Jika tubuh kekurangan nutrisi penting, rambut bisa menjadi tipis dan mudah rontok.
Kebiasaan tidur dengan rambut kotor juga sebaiknya dihindari. Minyak, debu, dan sisa produk rambut yang menumpuk dapat mengganggu kesehatan kulit kepala. Kondisi ini membuat kulit kepala lebih mudah gatal dan memicu munculnya ketombe.
Menjaga kesehatan rambut sebenarnya tidak terlalu rumit jika dilakukan secara konsisten. Memilih cara mengikat rambut yang tepat, menggunakan bahan lembut, dan menghindari tekanan berlebih dapat membantu rambut tetap sehat dan kuat.
Rambut mungkin tidak bisa bicara, tetapi kerontokan dan ujung bercabang sudah cukup jelas sebagai bentuk protes yang sangat manusia abaikan.
Baca Juga : BI Gelontorkan 10 Miliar Dollar AS dari Cadangan Devisa demi Selamatkan Rupiah yang Terus Melemah










