Infomalangcom – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa atau Musorkablub KONI Kabupaten Malang 2026 menjadi perhatian setelah proses pemilihan ketua berlangsung cukup sengit.
Agenda tersebut digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan tujuan menentukan kepemimpinan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Kabupaten Malang.
Musorkablub tersebut tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua, tetapi juga menjadi momentum untuk membahas arah organisasi olahraga Kabupaten Malang.
Pemerintah Kabupaten Malang menyebut kegiatan tersebut sebagai forum strategis untuk konsolidasi organisasi dan penguatan tata kelola olahraga daerah.
Musorkablub Diikuti Puluhan Cabang Olahraga
Musorkablub KONI Kabupaten Malang diikuti oleh perwakilan cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI. TIMES Indonesia melaporkan terdapat 69 cabang olahraga yang mengikuti agenda tersebut.
Keikutsertaan berbagai cabang olahraga menjadi penting karena keputusan mengenai kepemimpinan KONI akan berkaitan dengan pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Malang.
Dalam proses awal pemilihan, terdapat tiga calon yang bersaing untuk menduduki posisi Ketua KONI Kabupaten Malang. Mereka adalah Darmadi, Zia’ul Haq, dan Hendra Setiawan.
Namun, dalam perjalanan sidang, Hendra Setiawan menyatakan mengundurkan diri sehingga persaingan akhirnya mengerucut menjadi dua kandidat.
Situasi tersebut membuat proses pemilihan semakin menjadi perhatian peserta. Perbedaan pandangan mengenai mekanisme pemungutan suara kemudian menjadi salah satu persoalan utama dalam sidang.
Pemerintah Kabupaten Malang: https://tajinan.malangkab.go.id/berita/musorkablub-2026-momentum-konsolidasi-dan-penguatan-prestasi-olahraga-kabupaten-malang
Perbedaan Pendapat Membuat Sidang Memanas
Ketegangan muncul ketika peserta membahas mekanisme pemilihan ketua. Sebagian peserta menginginkan pemilihan dilakukan melalui aklamasi, sementara pihak lain meminta agar pemilihan dilakukan menggunakan sistem voting tertutup.
Perdebatan mengenai mekanisme tersebut kemudian membuat suasana Musorkablub menjadi panas. Salah satu calon, Zia’ul Haq, menyampaikan protes keras terhadap proses yang berlangsung.
Berdasarkan laporan JatimTIMES, situasi bahkan sempat diwarnai aksi Zia’ul Haq naik ke meja sebagai bentuk keberatan terhadap mekanisme pemilihan yang sedang dibahas.
Karena kondisi forum belum menemukan kesepakatan, pimpinan sidang akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara atau melakukan skors terhadap persidangan.
Skorsing dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang terlibat untuk melakukan mediasi.
Pemilihan Dilanjutkan dengan Voting Tertutup
Setelah proses mediasi berlangsung sekitar satu setengah jam, sidang Musorkablub kembali dilanjutkan. Pimpinan sidang kemudian memutuskan bahwa pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang dilakukan melalui voting tertutup.
Mekanisme tersebut dipilih untuk memberikan kesempatan kepada peserta yang memiliki hak suara menentukan pilihannya secara langsung melalui surat suara.
Penggunaan sistem tertutup juga menjadi cara untuk mengakhiri perdebatan mengenai mekanisme pemilihan yang sebelumnya membuat suasana forum memanas.
Hasil penghitungan kemudian menunjukkan Darmadi memperoleh 40 suara, sedangkan Zia’ul Haq mendapatkan 19 suara. Satu suara tercatat abstain. Dengan hasil tersebut, Darmadi ditetapkan sebagai Ketua KONI Kabupaten Malang periode 2026–2028.
Darmadi Mengemban Tugas untuk Periode 2026–2028
Terpilihnya Darmadi menjadi awal kepengurusan baru KONI Kabupaten Malang. Pemerintah Kabupaten Malang kemudian mengukuhkan Darmadi bersama pengurus KONI lainnya untuk masa bakti 2026–2028.
Dalam pengukuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu meningkatkan pembinaan olahraga prestasi.
Bupati Malang juga menargetkan Kabupaten Malang dapat meningkatkan prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur atau Porprov Jatim X 2027.
Target tersebut tentu membutuhkan kerja sama antara pengurus KONI, cabang olahraga, atlet, pelatih, serta pemerintah daerah.
KONI memiliki peran penting dalam mengoordinasikan pembinaan cabang olahraga dan membantu menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
baca juga: Event Olahraga dan UMKM Menjadi Kolaborasi Strategis untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Kepemimpinan Baru Diharapkan Memperkuat Prestasi Olahraga
Musorkablub yang berlangsung sengit akhirnya menghasilkan keputusan mengenai kepemimpinan baru KONI Kabupaten Malang.
Setelah proses pemilihan selesai, perhatian selanjutnya akan tertuju pada bagaimana kepengurusan baru menjalankan program kerja dan membangun hubungan dengan berbagai cabang olahraga.
Kepemimpinan KONI bukan hanya mengenai posisi organisasi, tetapi juga berkaitan dengan pembinaan atlet dan persiapan menghadapi berbagai kompetisi.
Karena itu, hasil Musorkablub diharapkan dapat menjadi awal konsolidasi baru bagi olahraga Kabupaten Malang.
Dengan terpilihnya Darmadi untuk periode 2026–2028, KONI Kabupaten Malang memiliki kesempatan untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan atlet.
Dukungan pemerintah daerah dan cabang olahraga akan menjadi bagian penting agar target peningkatan prestasi dapat diwujudkan.
Musorkablub 2026 akhirnya menjadi bagian penting dalam perjalanan olahraga Kabupaten Malang. Meskipun proses pemilihan sempat berlangsung panas, mekanisme voting tertutup menghasilkan keputusan yang menetapkan Darmadi sebagai ketua terpilih.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kepengurusan baru mampu membawa organisasi menjadi lebih solid dan mendorong prestasi atlet Kabupaten Malang.
baca juga: Arema FC Isyaratkan Ketertarikan pada Eks Persija dan Kiper Persis, Ini Fakta Terbarunya













