Infomalangcom – Jembatan Brawijaya atau yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Splendid menjadi salah satu infrastruktur penting di kawasan pusat Kota Malang.
Pemerintah Kota Malang berencana melakukan penguatan fondasi jembatan sebagai langkah awal sebelum penataan kawasan Splendid dilakukan secara lebih menyeluruh.
Kebijakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan wisata heritage yang menghubungkan sejumlah titik penting di pusat kota.
Penguatan diperlukan setelah ditemukan adanya penggerusan pada bagian fondasi jembatan. Meski demikian, Pemerintah Kota Malang menyampaikan bahwa kondisi konstruksi secara umum masih relatif aman.
Jembatan tersebut selama ini digunakan terutama oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki sehingga penguatan fondasi menjadi prioritas untuk menjaga keberlangsungan fungsi jembatan.
Fondasi Jembatan Brawijaya Menjadi Prioritas Perbaikan
Kondisi fondasi menjadi perhatian karena bagian tersebut berperan penting dalam menopang struktur jembatan. Penggerusan yang terjadi perlu ditangani agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar pada masa mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa penguatan fondasi akan dilakukan secara bertahap.
Pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran melalui APBD Kota Malang tahun 2026 dengan kisaran Rp300 juta hingga Rp500 juta.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memilih melakukan penanganan pada bagian yang membutuhkan penguatan tanpa membongkar keseluruhan struktur jembatan.
Dengan pendekatan tersebut, fungsi jembatan diharapkan tetap dapat dipertahankan sekaligus mendapatkan peningkatan dari sisi keamanan.
Malang Posco Media: https://malangposcomedia.id/struktur-dua-jembatan-bakal-diperkuat/
Jembatan Berusia Puluhan Tahun Perlu Mendapat Perhatian
Jembatan Brawijaya memiliki nilai sejarah karena berada di kawasan yang telah berkembang sejak masa lalu. Penelitian dari Politeknik Negeri Malang menyebut jembatan tersebut memiliki usia lebih dari 75 tahun dan berada di atas Sungai Brantas, menghubungkan Jalan Majapahit dengan Jalan Brawijaya.
Penelitian tersebut juga membahas kondisi kerusakan pada bagian jembatan akibat pengaruh arus sungai serta kajian perencanaan struktur jembatan.
Usia infrastruktur menjadi salah satu alasan pentingnya pemeliharaan secara berkala. Infrastruktur yang telah digunakan selama puluhan tahun membutuhkan perhatian agar tetap dapat berfungsi dengan baik.
Namun, perawatan terhadap bangunan yang memiliki nilai sejarah juga perlu mempertimbangkan karakter dan bentuk asli bangunan.
Karena itu, penguatan fondasi menjadi pilihan yang dapat menjaga fungsi jembatan tanpa mengubah bentuk utama secara berlebihan.
Penguatan Jembatan Menjadi Awal Revitalisasi Splendid
Pemerintah Kota Malang tidak melihat penguatan Jembatan Brawijaya sebagai proyek yang berdiri sendiri. Pekerjaan tersebut menjadi bagian awal dari rencana revitalisasi kawasan Splendid dan pengembangan koridor wisata heritage di pusat kota.
Pemkot Malang ingin menghubungkan sejumlah kawasan wisata dan ruang publik, mulai dari Alun-Alun Merdeka, Kayutangan Heritage, Balai Kota Malang, Alun-Alun Tugu, Stasiun Kota Baru hingga kawasan Splendid.
Konsep tersebut diharapkan membuat kawasan-kawasan tersebut lebih terintegrasi sehingga masyarakat dan wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman.
Dengan demikian, Jembatan Brawijaya dapat memiliki fungsi yang lebih luas. Selain sebagai penghubung aktivitas masyarakat, jembatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari jalur wisata yang menghubungkan kawasan heritage di pusat Kota Malang.
Kawasan Splendid Juga Akan Ditata
Rencana revitalisasi tidak hanya menyasar Jembatan Brawijaya. Pemerintah Kota Malang juga menyiapkan penataan kawasan Splendid secara lebih menyeluruh, termasuk area Pasar Burung Splendid yang sebelumnya dikenal sebagai Pasar Senggol.
Penataan tersebut diarahkan untuk menghidupkan kembali kawasan sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata yang terhubung dengan Kayutangan Heritage.
Konsep revitalisasi tersebut diharapkan dapat memberikan wajah baru bagi kawasan Splendid tanpa menghilangkan karakter yang sudah melekat di dalamnya.
Penataan ruang yang lebih baik juga berpotensi meningkatkan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
baca juga: Sheila On 7 Kembali ke Malang Setelah Tujuh Tahun, Hadir dalam Konser POLIPONI 2026
Jembatan Brawijaya Diharapkan Mendukung Pariwisata Malang
Penguatan Jembatan Brawijaya memiliki kaitan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan konektivitas kawasan wisata.
Apabila infrastruktur penghubung dalam kondisi baik, mobilitas masyarakat dan wisatawan dapat berjalan lebih nyaman.
Pemerintah Kota Malang juga berharap penataan kawasan tersebut dapat meningkatkan daya tarik wisata kota. Jembatan Brawijaya yang memiliki nilai sejarah dapat dikembangkan menjadi salah satu bagian dari kawasan heritage, sehingga keberadaannya tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur penghubung.
Pada akhirnya, penguatan Jembatan Brawijaya menjadi langkah penting dalam menjaga fungsi infrastruktur sekaligus mendukung rencana besar penataan kawasan Splendid.
Dengan perencanaan yang dilakukan secara bertahap, pemerintah diharapkan mampu menjaga keamanan jembatan, mempertahankan karakter sejarahnya, dan mengembangkan kawasan di sekitarnya menjadi ruang kota yang lebih nyaman serta menarik bagi masyarakat dan wisatawan.
baca juga: Mahfud MD Ungkap Fakta Hukum Penyebaran Hoaks yang Perlu Dipahami Masyarakat













