Breaking

Gedung Parkir Kayutangan Mulai Beroperasi, Jadi Solusi Penataan Parkir Malang

Gedung Parkir Kayutangan Mulai Beroperasi, Jadi Solusi Penataan Parkir Malang
Kehadiran Gedung Parkir Kajoetangan menjadi bagian baru dalam upaya menata kendaraan di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang.

Infomalangcom – Kehadiran Gedung Parkir Kajoetangan menjadi bagian baru dalam upaya menata kendaraan di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang.

Fasilitas ini disiapkan sebagai tempat parkir terpusat agar kendaraan pengunjung tidak terus memenuhi badan jalan.

Gedung Parkir Kayutangan Mulai Digunakan

Pemerintah Kota Malang meresmikan Gedung Parkir Kajoetangan pada 10 Januari 2026.

Fasilitas bertingkat tersebut diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang untuk penataan parkir Kayutangan Heritage sekaligus upaya mengurai persoalan lalu lintas di pusat kota.

Setelah masa sosialisasi dengan tarif gratis, tarif normal mulai berlaku pada 14 Januari 2026. Tarifnya Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp3.000 untuk mobil, dengan pembayaran tunai maupun nontunai.

Pemerintah mencatat penggunaan fasilitas cukup tinggi, terutama akhir pekan, mencapai sekitar 800 hingga 1.000 kendaraan.

Penataan Parkir Jadi Perhatian di Kawasan Kayutangan

Kebutuhan fasilitas parkir terpusat memiliki dasar dari kondisi lapangan.

Penelitian Jurnal Rekayasa Sipil mengenai Jalan Basuki Rahmat menjelaskan aktivitas parkir di badan jalan dapat membatasi ruang lalu lintas.

Penelitian menggunakan survei observasi serta analisis kebutuhan dan kapasitas parkir.

Studi tersebut mencatat volume parkir tertinggi pada Sabtu, yakni 726 sepeda motor dan 182 mobil.

Temuan ini menunjukkan tingginya aktivitas kendaraan di kawasan Kayutangan. Peneliti juga menyimpulkan diperlukan lahan baru untuk mengatasi gangguan akibat parkir di sepanjang Jalan Basuki Rahmat.

Gedung Parkir Diharapkan Kurangi Parkir di Badan Jalan

Gedung parkir menyediakan alternatif off-street bagi kendaraan pengunjung.

Jika kendaraan diarahkan ke fasilitas terpusat, ruang badan jalan dapat lebih difokuskan untuk pergerakan lalu lintas.

Namun, keberadaan gedung belum otomatis membuktikan kemacetan telah teratasi.

Efektivitas fasilitas perlu dilihat melalui data setelah beroperasi. Pemerintah dan pengelola dapat membandingkan jumlah kendaraan yang parkir di gedung dengan kondisi parkir di ruas sekitar.

Evaluasi diperlukan agar kebijakan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga perubahan pola parkir.

Fasilitas Parkir Mendukung Kawasan Kayutangan Heritage

Kayutangan Heritage memiliki aktivitas wisata dan ruang publik yang membutuhkan pengelolaan kendaraan.

Penelitian Universitas Tribhuwana Tunggadewi menunjukkan kendaraan roda dua dan roda empat kerap terlihat di bahu Jalan Basuki Rahmat seiring berkembangnya pariwisata.

Studi tersebut menganalisis kebutuhan ruang parkir untuk mendukung pengelolaan kawasan secara terpadu.

Karena itu, gedung parkir dapat dipandang sebagai salah satu bagian sistem penataan bersama pengelolaan lalu lintas, pedestrian, dan aktivitas wisata.

Pengoperasian Gedung Parkir Perlu Diikuti Pengaturan yang Konsisten

Gedung parkir akan lebih efektif apabila dibarengi aturan jelas. Petunjuk lokasi, tarif, pembayaran, keamanan, dan pengawasan perlu mudah dipahami pengunjung.

Penertiban parkir di badan jalan juga penting agar fasilitas terpusat benar-benar dimanfaatkan.

Pemerintah Kota Malang menyebut gedung memiliki CCTV di berbagai titik. Dalam pembaruan Januari 2026, Dishub Kota Malang menyatakan tersedia 30 unit kamera pengawas.

Fasilitas keamanan ini mendukung kenyamanan pengguna, meskipun pengunjung tetap perlu menjaga barang berharga.

baca juga : Pemerintahan Daerah Pasca Pilkada Perlu Memperkuat Tata Kelola dan Pelayanan Publik yang Berkualitas

Data Penelitian Menunjukkan Tingginya Aktivitas Parkir

Angka 726 sepeda motor dan 182 mobil dari penelitian Jurnal Rekayasa Sipil menggambarkan aktivitas parkir sebelum gedung beroperasi.

Data tersebut bukan ukuran keberhasilan gedung saat ini, melainkan dasar untuk memahami kebutuhan ruang parkir kawasan.

Setelah fasilitas berjalan, data baru perlu dikumpulkan berkala.

Perbandingan sebelum dan sesudah pengoperasian dapat menunjukkan perubahan pola parkir dan jumlah kendaraan yang masih menggunakan badan jalan.

Gedung Parkir Menjadi Bagian dari Solusi Transportasi Kawasan

Gedung parkir sebaiknya ditempatkan sebagai salah satu solusi transportasi, bukan satu-satunya jawaban atas persoalan lalu lintas Kayutangan.

Penataan membutuhkan kombinasi pengaturan parkir, manajemen arus kendaraan, akses pedestrian, dan pengendalian aktivitas kawasan.

Pendekatan terpadu sejalan dengan penelitian tentang kebutuhan pengelolaan parkir Kayutangan.

Sistem yang terkoordinasi dapat mendukung fungsi kawasan wisata tanpa mengabaikan kebutuhan mobilitas warga.

Dampak terhadap Kenyamanan Pengunjung Kayutangan

Parkir lebih tertata berpotensi memberikan ruang jalan yang lebih teratur dan membantu pengunjung menemukan lokasi parkir.

Ruang pedestrian juga dapat lebih nyaman apabila kendaraan tidak mendominasi badan jalan.

Namun, dampak tersebut perlu dibuktikan melalui evaluasi. Kenyamanan pengguna, kemudahan akses, keamanan, dan perubahan kondisi lalu lintas menjadi indikator yang dapat dipantau setelah fasilitas digunakan.

Evaluasi Gedung Parkir Jadi Kunci Keberhasilan

Evaluasi dapat dilakukan dengan mencatat jumlah kendaraan setiap hari, tingkat keterisian pada hari biasa dan akhir pekan, serta perubahan kendaraan yang parkir di badan Jalan Basuki Rahmat.

Survei kepuasan pengguna dapat menilai akses, tarif, keamanan, dan kenyamanan. Hasilnya dapat menjadi dasar perbaikan layanan dan kebijakan parkir berikutnya.

Potensi Pengembangan Parkir Kayutangan Secara Terintegrasi

Pengelolaan Gedung Parkir Kajoetangan dapat dikembangkan melalui informasi lokasi yang mudah ditemukan, koneksi pedestrian jelas, serta integrasi dengan destinasi wisata sekitar.

Pemerintah, pengelola, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki peran menjaga keteraturan.

Dengan evaluasi berbasis data, gedung parkir tidak hanya menjadi tempat kendaraan, tetapi juga dapat mendukung mobilitas dan pengalaman wisata di Kayutangan Heritage secara lebih tertib.

baca juga : Kota Malang Perketat Penertiban Reklame untuk Menjaga Ketertiban dan Estetika Kota

Author Image

Author

rizal habibi